Ulwiyah, Lamiyatul (1997) PENATALAKSANAAN TERAPI DIIT TERHADAP BALITA YANG MENDERITA DIARE DI RUMАН SAKIT UMUM DAERAH JAYAPURA. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
LAMIYATUL ULWIYAH.pdf

Download (32MB)

Abstract

Tingkat kesehatan adalah salah satu aspek yang menentukan kualitas hidup manusia, sedangkan tingkat gizi adalah salah satu aspek unsur yang berperan atas status kesehatan dan akan menentukan kualitas hidup manusia. Salah satu tolak ukur untuk melihat perkembangan kualitas adalah dilihat dari segi tumbuh kembangnya, yaitu dengan menilai keadaan pertumbuhan berat badan balita dari waktu ke waktu.

Diare didefenisikan sebagai buang air besar yang tidak normal atau bentuk tinja yang encer dengan frekuensi yang lebih banyak dari biasanya. Bayi berumur lebih dari 1 bulan dan anak dinyatakan diare bila frekuensi buang air besarnya lebih dari 3 kali sehari. WHO Membagi Diare atas 2 macam, yaitu Diare akut dan diare kronik. Diare
akut adalah Diare yang timbul secara mendadak dan bisa berlangsung terus sampai beberapa hari. Sedangkan diare kronik merupakan diare yang berlangsung lebih dari 2 minggu.

Suharyono (1986) mengemukakan tiga dasar pengobatan diare, yaitu dengan Rehidrasi, Obat-obatan dan Terapi Diit.

Metode yanng digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Jayapura dengan waktu penelitian selama 1 Minggu. Sampel yang diambil adalah balita baru masuk maupun lama yang menderita diare tanpa komplikasi dan penyakit bawaan dan batas umur 1 - 59 bulan dan dirawat RSUD Jayapura.

Pengumpulan data dengan menggunakan instrumen berupa formulir konsumsi makanan, timbangan berat badan, kalkulator, timbangan makanan yang berkapasitas 2 Kg dengan ketelitian 5 gr. Dalam pengumpulan data konsumsi makanan pasien, peneliti menimbang makanan baik sebelum maupun sesudah dikonsumsi pasien.

Dari hasil pengumpulan data primer dan sekunder yang telah dianalisa untuk menggambarkan peranan terapi diit, dengan melihat persentase kecukupan zat gizi perhari berdasarkan diit yang disajikan selama 3 hari pengamatan, maka dapat diketahui bahwa konsumsi zat gizi pasien setiap hari meningkat sesuai dengan perkembangan keadaan pasien yang setiap hari semakin baik.

Secara umum dapat dikatakan bahwa pemberian diit kepada penderita diare di RSUD Jayapura sudah baik, sebab telah memenuhi syarat-syarat diit penyakit tersebut. Hal ini bisa dilihat pada keadaan penderita setelah menerima diit dimana keadaan setiap pasien setiap hari semakin baik, frekuensi buang air besar menurun dan konsistensinya menjadi lebih padat. Dengan demikian penatalaksanaan terapi diit yang sesuai dengan kebutuhan dan keadaan penderita diare diketahui dapat mempercepat penyembuhan penderita diare disamping adanya terpi lain yang menunjang penyembuhan yakni rehidrasi dan obat-obatan

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Tingkat kesehatan adalah salah satu aspek yang menentukan kualitas hidup manusia, sedangkan tingkat gizi adalah salah satu aspek unsur yang berperan atas status kesehatan dan akan menentukan kualitas hidup manusia. Salah satu tolak ukur untuk melihat perkembangan kualitas adalah dilihat dari segi tumbuh kembangnya, yaitu dengan menilai keadaan pertumbuhan berat badan balita dari waktu ke waktu. Diare didefenisikan sebagai buang air besar yang tidak normal atau bentuk tinja yang encer dengan frekuensi yang lebih banyak dari biasanya. Bayi berumur lebih dari 1 bulan dan anak dinyatakan diare bila frekuensi buang air besarnya lebih dari 3 kali sehari. WHO Membagi Diare atas 2 macam, yaitu Diare akut dan diare kronik. Diare akut adalah Diare yang timbul secara mendadak dan bisa berlangsung terus sampai beberapa hari. Sedangkan diare kronik merupakan diare yang berlangsung lebih dari 2 minggu. Suharyono (1986) mengemukakan tiga dasar pengobatan diare, yaitu dengan Rehidrasi, Obat-obatan dan Terapi Diit. Metode yanng digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Jayapura dengan waktu penelitian selama 1 Minggu. Sampel yang diambil adalah balita baru masuk maupun lama yang menderita diare tanpa komplikasi dan penyakit bawaan dan batas umur 1 - 59 bulan dan dirawat RSUD Jayapura. Pengumpulan data dengan menggunakan instrumen berupa formulir konsumsi makanan, timbangan berat badan, kalkulator, timbangan makanan yang berkapasitas 2 Kg dengan ketelitian 5 gr. Dalam pengumpulan data konsumsi makanan pasien, peneliti menimbang makanan baik sebelum maupun sesudah dikonsumsi pasien. Dari hasil pengumpulan data primer dan sekunder yang telah dianalisa untuk menggambarkan peranan terapi diit, dengan melihat persentase kecukupan zat gizi perhari berdasarkan diit yang disajikan selama 3 hari pengamatan, maka dapat diketahui bahwa konsumsi zat gizi pasien setiap hari meningkat sesuai dengan perkembangan keadaan pasien yang setiap hari semakin baik. Secara umum dapat dikatakan bahwa pemberian diit kepada penderita diare di RSUD Jayapura sudah baik, sebab telah memenuhi syarat-syarat diit penyakit tersebut. Hal ini bisa dilihat pada keadaan penderita setelah menerima diit dimana keadaan setiap pasien setiap hari semakin baik, frekuensi buang air besar menurun dan konsistensinya menjadi lebih padat. Dengan demikian penatalaksanaan terapi diit yang sesuai dengan kebutuhan dan keadaan penderita diare diketahui dapat mempercepat penyembuhan penderita diare disamping adanya terpi lain yang menunjang penyembuhan yakni rehidrasi dan obat-obatan
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email info@wanteknologi.com
Last Modified: 05 Jan 2026 01:43
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/100

Actions (login required)

View Item
View Item