FITRIANINGSIH, WIWIEK (2001) PENENTUAN KADAR AMILOSA DAN MUTU ORGANOLEPTIK BERAS LOKAL DAN BERAS NON LOKAL DI JAYAPURA. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.

[thumbnail of skripsi] Text (skripsi)
WIWIEK FITRIANINGSIH.pdf

Download (5MB)

Abstract

Diketahui sebagian penduduk Indonesia mengkonsumsi beras sebagai
makanan pokok. Maka pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kuantitas maupun kualitas beras yang pada suatu tingkatan tertentu masih dapat dierima oleh konsumen.

Beras termasuk kedalam golongan serealia yang mengandung
karbohidrat, sehingga merupakan makanan pokok bagi manusia. Untuk memperoleh beras yang berkualitas baik adalah beras yang memiliki ciri harus kering, bersih dan bebas dari kotoran seperti: krikil, pasir, serangga dan sekam, bau dan rasa yang sedap, tidak mudah patah.

Diketahui bahwa beras merupakan salah satu produk yang petut
dikembangkan sbagai usaha pengolahan beras non nasi.

Beras mempunyai potensi yang luas, karena dapat dijadikan tepung
yaitu tepung beras yang dapat dibuat bermacam kue. Tepung beras juga merupakan bahan mentah berbagai industri pangan antara lain industri juga merupakan bahan mentah berbagai industri pangan antara lain industri bihun, makanan bayi, makanan spian, tepung campuran dan sebagainya.

Berdasarkan kenyataan bahwa tujuan penulisan ini untuk menentukan kadar amilosa dan kepulenan pada beras varietas lokal dan non lokal. Kandungan kadar amilosa sangat menentukan rasa dan mutu nasi yang dihasilkan dan menentukan sifat fisik lainnya. Semakin besar kandungan kadar amilosa maka beras yang dihasilkan semakin pera. Maka beras yang kadar amilosanya rendah lebih baik yaitu 10- 20%.

Penelitian dilakukan selama satu bulan yaitu bulan september 2001,
penelitian dengan menggunakan uji laboratorium dan organoleptik dengan panelis sebanyak 20 orang, untuk menentukan tekstur dan
kepulenan pada nasi. Hasil penelitian menggunakan uji anova setelah
diuji ternyata dihasilkan nilai yang berbeda, maka perlu dilakukan
uji Duncan.

Uji Laboratorium diketahui bahwa beras dengan kadar amolisa tinggi
terdapat pada beras Koya dengan presentasi 12,2 % bila dibandingkan dengan beras yang lainnya.

Berdasarkan uji Duncan bahwa Tekstur Nasi dari masing-masing
beras diuji diketahui bahwa F. Hitung lebih besar dari F. Tabel yaitu 5,40 > 4,13 pada tarif 1%, maka ada perbedaan yang nyata terhadap
perlakuan (Ha) diterima, jadi dilakukan analisis lanjutan yaitu uji
Duncan untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan, sedangkan hasil rata-rata distribusi pengamatan dari 20 panelis lebih banyak menyukai Beras Koya dengan penilaian paling tinggi (4,20), dimana semakin tinggi tingkat penilaian maka tekstur beras semakin disukai.

Dari hasil Duncan bahwa Kepulenan Nasi masing-masing beras diuji
diketahui bahwa F. Hitung lebih besar dari F. Tabel yaitu 5,35 > 4,13,
pada tarif 1%, maka ada perbedaan yang nyata terhadap perlakuan
(Ha) diterima, jadi dilakukan analisis lanjutan yaitu uji Duncan untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan, sedangkan hasil rata-rata distribusi pengamatan dari 20 penelis lebih banyak menyukai Beras Koya dengan penilaian paling tinggi (4,35), dimana semakin tinggi tingkat penilaian maka Kepulenan beras semakin disukai.
Daftar Bacaan: 11 (1985 –1999)

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Diketahui sebagian penduduk Indonesia mengkonsumsi beras sebagai makanan pokok. Maka pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kuantitas maupun kualitas beras yang pada suatu tingkatan tertentu masih dapat dierima oleh konsumen. Beras termasuk kedalam golongan serealia yang mengandung karbohidrat, sehingga merupakan makanan pokok bagi manusia. Untuk memperoleh beras yang berkualitas baik adalah beras yang memiliki ciri harus kering, bersih dan bebas dari kotoran seperti: krikil, pasir, serangga dan sekam, bau dan rasa yang sedap, tidak mudah patah. Diketahui bahwa beras merupakan salah satu produk yang petut dikembangkan sbagai usaha pengolahan beras non nasi. Beras mempunyai potensi yang luas, karena dapat dijadikan tepung yaitu tepung beras yang dapat dibuat bermacam kue. Tepung beras juga merupakan bahan mentah berbagai industri pangan antara lain industri juga merupakan bahan mentah berbagai industri pangan antara lain industri bihun, makanan bayi, makanan spian, tepung campuran dan sebagainya. Berdasarkan kenyataan bahwa tujuan penulisan ini untuk menentukan kadar amilosa dan kepulenan pada beras varietas lokal dan non lokal. Kandungan kadar amilosa sangat menentukan rasa dan mutu nasi yang dihasilkan dan menentukan sifat fisik lainnya. Semakin besar kandungan kadar amilosa maka beras yang dihasilkan semakin pera. Maka beras yang kadar amilosanya rendah lebih baik yaitu 10- 20%. Penelitian dilakukan selama satu bulan yaitu bulan september 2001, penelitian dengan menggunakan uji laboratorium dan organoleptik dengan panelis sebanyak 20 orang, untuk menentukan tekstur dan kepulenan pada nasi. Hasil penelitian menggunakan uji anova setelah diuji ternyata dihasilkan nilai yang berbeda, maka perlu dilakukan uji Duncan. Uji Laboratorium diketahui bahwa beras dengan kadar amolisa tinggi terdapat pada beras Koya dengan presentasi 12,2 % bila dibandingkan dengan beras yang lainnya. Berdasarkan uji Duncan bahwa Tekstur Nasi dari masing-masing beras diuji diketahui bahwa F. Hitung lebih besar dari F. Tabel yaitu 5,40 > 4,13 pada tarif 1%, maka ada perbedaan yang nyata terhadap perlakuan (Ha) diterima, jadi dilakukan analisis lanjutan yaitu uji Duncan untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan, sedangkan hasil rata-rata distribusi pengamatan dari 20 panelis lebih banyak menyukai Beras Koya dengan penilaian paling tinggi (4,20), dimana semakin tinggi tingkat penilaian maka tekstur beras semakin disukai. Dari hasil Duncan bahwa Kepulenan Nasi masing-masing beras diuji diketahui bahwa F. Hitung lebih besar dari F. Tabel yaitu 5,35 > 4,13, pada tarif 1%, maka ada perbedaan yang nyata terhadap perlakuan (Ha) diterima, jadi dilakukan analisis lanjutan yaitu uji Duncan untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan, sedangkan hasil rata-rata distribusi pengamatan dari 20 penelis lebih banyak menyukai Beras Koya dengan penilaian paling tinggi (4,35), dimana semakin tinggi tingkat penilaian maka Kepulenan beras semakin disukai. Daftar Bacaan: 11 (1985 –1999)
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email info@wanteknologi.com
Last Modified: 31 Jan 2026 04:27
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/1000

Actions (login required)

View Item
View Item