JANUAR PUTRI, SEPTINDA AYU PRASNINDA (2011) MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS DALAMCKONTEKS KELUARGA BINAAN PADA IBU HAMILCTRIMESTER II DENGAN KEPUTIHAN DIPUSKESMASCSENTANI, KELURAHAN SENTANI KOTA, DISTRIKCSENTANI KABUPATEN JAYAPURA. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.
65. SEPTINDA A P J PUTRI.pdf
Download (21MB)
Abstract
Setelah penulis melakukan asuhan kebidanan pada keluarga Tn. G di Jln. BTN. Puskopad, kelurahan Sentani Kota, distrik Sentani, Kabupaten Jayapura pada tanggal 20 Desember 2010 sampai tanggal 28 Januari 2011, mengacu pada kebidanan komunitas (keluarga binaan), dapat disimpulkan sebagai berikut:
5.1.1. Keputihan (leucorrhoea/fluor albus) adalah cairan putih yang keluar dari liang senggama secara berlebihan, yang tidak berupa darah dan terjadi pada setiap wanita tanpa memandang usia. Penyebab keputihan bermacam-macam, bisa karena infeksi bakteri, seperti Gonococus, Chlamydia trichomatis, gardenella, treponena pallidum, infeksi Jamur, seperti candida dan adanya infeksi parasit seperti Trichomonas vaginalis, infeksi virus seperti candyloma ta acuminate dan herpes.
5.1.2. Dari hasil pengkajian pada keluarga Tn. G, ditemukan empat prioritas masalah, yaitu kurangnya pengetahuan ibu tentang personal hygiene pada masa kehamilan, kurangnya pengetahuan ibu tentang perubahan fisiologi tubuh dalam kehamilan, kurangnya pengetahuan ibu tentang dampak riwayat abortus, dan kurangnya pengetahuan suami tentang bahaya rokok
5.1.3. Hasil evaluasi asuhan kebidanan yang telah dilakukan oleh keluarga Tn. G dikatakan telah berhasil khususnya pada Ny. S yang mengalami keputihan selama dalam masa kehamilannya telah sembuh, dimana pada hari tersebut penulis juga melakukan konseling tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat serta pengetahuan tentang keputihan selama masa kehamilan. Masalah selanjutnya yang ditemukan yaitu Pusing, mual, dan gampang lelah penulis menganjurkan ibu untuk cukup istirahat, kurangi pekerjaan berat, menganjurkan ibu untuk mengurangi makanan yang mengandung lemak dan minyak, menganjurkan ibu agar makan buah-buahan segar dan sayur-sayuran hijau. Kurangnya pengetahuan ibu tentang dampak riwayat abortus, Penulis menganjuran pada ibu agar tidak bekerja terlalu capek dan selalu berhati-hati saat bekerja, menganjurkan ibu untuk mengatur jarak kehamilannya dengan kehamilan berikutnya (2 tahun) serta menganjurkan ibu untuk mengatur jadwal hubungan seksual.
Dan pada Tn. G masalah yang ditemukan adalah kurangnya pengetahuan suami tentang bahaya merokok, maka penulis menganjurkan suami untuk merokok diluar rumah dan mengurangi frekuensi merokok dalam sehari, selain itu penulis juga memberikan penyuluhan tentang bahaya dan dampak asap rokok bagi istri dan janin yang dikandungnya.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Setelah penulis melakukan asuhan kebidanan pada keluarga Tn. G di Jln. BTN. Puskopad, kelurahan Sentani Kota, distrik Sentani, Kabupaten Jayapura pada tanggal 20 Desember 2010 sampai tanggal 28 Januari 2011, mengacu pada kebidanan komunitas (keluarga binaan), dapat disimpulkan sebagai berikut: 5.1.1. Keputihan (leucorrhoea/fluor albus) adalah cairan putih yang keluar dari liang senggama secara berlebihan, yang tidak berupa darah dan terjadi pada setiap wanita tanpa memandang usia. Penyebab keputihan bermacam-macam, bisa karena infeksi bakteri, seperti Gonococus, Chlamydia trichomatis, gardenella, treponena pallidum, infeksi Jamur, seperti candida dan adanya infeksi parasit seperti Trichomonas vaginalis, infeksi virus seperti candyloma ta acuminate dan herpes. 5.1.2. Dari hasil pengkajian pada keluarga Tn. G, ditemukan empat prioritas masalah, yaitu kurangnya pengetahuan ibu tentang personal hygiene pada masa kehamilan, kurangnya pengetahuan ibu tentang perubahan fisiologi tubuh dalam kehamilan, kurangnya pengetahuan ibu tentang dampak riwayat abortus, dan kurangnya pengetahuan suami tentang bahaya rokok 5.1.3. Hasil evaluasi asuhan kebidanan yang telah dilakukan oleh keluarga Tn. G dikatakan telah berhasil khususnya pada Ny. S yang mengalami keputihan selama dalam masa kehamilannya telah sembuh, dimana pada hari tersebut penulis juga melakukan konseling tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat serta pengetahuan tentang keputihan selama masa kehamilan. Masalah selanjutnya yang ditemukan yaitu Pusing, mual, dan gampang lelah penulis menganjurkan ibu untuk cukup istirahat, kurangi pekerjaan berat, menganjurkan ibu untuk mengurangi makanan yang mengandung lemak dan minyak, menganjurkan ibu agar makan buah-buahan segar dan sayur-sayuran hijau. Kurangnya pengetahuan ibu tentang dampak riwayat abortus, Penulis menganjuran pada ibu agar tidak bekerja terlalu capek dan selalu berhati-hati saat bekerja, menganjurkan ibu untuk mengatur jarak kehamilannya dengan kehamilan berikutnya (2 tahun) serta menganjurkan ibu untuk mengatur jadwal hubungan seksual. Dan pada Tn. G masalah yang ditemukan adalah kurangnya pengetahuan suami tentang bahaya merokok, maka penulis menganjurkan suami untuk merokok diluar rumah dan mengurangi frekuensi merokok dalam sehari, selain itu penulis juga memberikan penyuluhan tentang bahaya dan dampak asap rokok bagi istri dan janin yang dikandungnya. |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Unnamed user with email info@wanteknologi.com |
| Last Modified: | 31 Jan 2026 05:34 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/1026 |

