S.S ERARI, STEFANY (2011) MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUANG PERINATOLOGI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABEPURA. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.
71. STEFANY S.S ERARI.pdf
Download (19MB)
Abstract
Berdasarkan hasil pembahasan Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah, maka di simpulkan sebagai berikut:
Pengkajian dilakukan pada Bayi Ny. "K.M" lahir pada tanggal 22 Juni 2011, jam 23.20 wit, bayi lahir secara spontan / pervaginam, dengan berat badan saat lahir 1900 gram, panjang badan 43 cm. Dari hasil pengkajian, maka diagnosa yang ditegakkan adalah:
Bayi umur 8 jam, bayi baru lahir, spontan, SMK, dengan berat badan lahir rendah.
Identifikasi masalah potensial pada bayi adalah potensial tejadi hipotermi, potensial terjadi dehidrasi, dan potensial terjadi infeksi. Dari masalah potensial di atas, maka tindakan segera yang harus dilakukan adalah melakukan kolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi.
Berdasarkan diagnosa yang di atas, maka di sorunlah rencana asuhan yelts: 1) Bina hubungan saling percaya antara petugas dan keluarga,
2) Menjelaskan kendisi kesehatan bayi pada orang tuanys, 3) Lakukan kolaborasi dengan dokter den ikuti advis dokter, 4) Cegah infeksi nomkomial, 5) Rewat teli pusat bayi setiap kali sehabis mandi, 6) Pertahankan sishu tabah bayi dengan cern dirawat dalam inkubator, 7) Observasi keadaan umum bayi, 8) Observasi tanda-tanda vital tisp 6 jam, 9) Observasi NGT, posisi dan cairan residu, 10) Observasi caires infius, 11) Awari tanda-tanda bahaya pada bayi (demam, kejang, muntah, panas, dil), 12) Informasikan pada orang tas den keluarga agar tidak melakukan kontak langsing dengan bayi untuk mencegah penularan penyakit, 13) Informasikan pada keluarga agar tidak memberikan bayi makas apapun untuk mencegah terjadi ayikria pada bayi, 14) Anjurkan ibu agar sering mengunjungi bayinya pada saat jam besuk, 15). Beri dukungan pada ibu dalam perawatan bayinya.
Tahap selanjutnya, dilakukan implementasi pelaksanaan asuhan kabidanan pada bayi Ny. "KM", asuhan diberikan selama 5 hari. Dan selama 5 hari pelaksanan asuhan, tidak ada kendala dari sisi sarana, prasarana, inventaria ruangan dan lain-lain. Keluarga juga turut berperan aktif dalam pelaksanaan asuhan, sehingga tercipta hubungan kerjasama dan saling percaya antara petugas dan keluarga klien.
Pada tahap terakhir dilakukan evaluasi pada tanggal 27 Juni 2011, dan hasil evaluasi di dapati, bayi dalam keadaan baik, sehat, dan tidak ditemukan masalah lain pada bayi. Sehingga bayi diperbolehkan pulang, pada jam 11.00 wit, bayi di bawa pulang oleh orang tuanya.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Berdasarkan hasil pembahasan Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah, maka di simpulkan sebagai berikut: Pengkajian dilakukan pada Bayi Ny. "K.M" lahir pada tanggal 22 Juni 2011, jam 23.20 wit, bayi lahir secara spontan / pervaginam, dengan berat badan saat lahir 1900 gram, panjang badan 43 cm. Dari hasil pengkajian, maka diagnosa yang ditegakkan adalah: Bayi umur 8 jam, bayi baru lahir, spontan, SMK, dengan berat badan lahir rendah. Identifikasi masalah potensial pada bayi adalah potensial tejadi hipotermi, potensial terjadi dehidrasi, dan potensial terjadi infeksi. Dari masalah potensial di atas, maka tindakan segera yang harus dilakukan adalah melakukan kolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi. Berdasarkan diagnosa yang di atas, maka di sorunlah rencana asuhan yelts: 1) Bina hubungan saling percaya antara petugas dan keluarga, 2) Menjelaskan kendisi kesehatan bayi pada orang tuanys, 3) Lakukan kolaborasi dengan dokter den ikuti advis dokter, 4) Cegah infeksi nomkomial, 5) Rewat teli pusat bayi setiap kali sehabis mandi, 6) Pertahankan sishu tabah bayi dengan cern dirawat dalam inkubator, 7) Observasi keadaan umum bayi, 8) Observasi tanda-tanda vital tisp 6 jam, 9) Observasi NGT, posisi dan cairan residu, 10) Observasi caires infius, 11) Awari tanda-tanda bahaya pada bayi (demam, kejang, muntah, panas, dil), 12) Informasikan pada orang tas den keluarga agar tidak melakukan kontak langsing dengan bayi untuk mencegah penularan penyakit, 13) Informasikan pada keluarga agar tidak memberikan bayi makas apapun untuk mencegah terjadi ayikria pada bayi, 14) Anjurkan ibu agar sering mengunjungi bayinya pada saat jam besuk, 15). Beri dukungan pada ibu dalam perawatan bayinya. Tahap selanjutnya, dilakukan implementasi pelaksanaan asuhan kabidanan pada bayi Ny. "KM", asuhan diberikan selama 5 hari. Dan selama 5 hari pelaksanan asuhan, tidak ada kendala dari sisi sarana, prasarana, inventaria ruangan dan lain-lain. Keluarga juga turut berperan aktif dalam pelaksanaan asuhan, sehingga tercipta hubungan kerjasama dan saling percaya antara petugas dan keluarga klien. Pada tahap terakhir dilakukan evaluasi pada tanggal 27 Juni 2011, dan hasil evaluasi di dapati, bayi dalam keadaan baik, sehat, dan tidak ditemukan masalah lain pada bayi. Sehingga bayi diperbolehkan pulang, pada jam 11.00 wit, bayi di bawa pulang oleh orang tuanya. |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Unnamed user with email info@wanteknologi.com |
| Last Modified: | 31 Jan 2026 06:48 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/1041 |

