WARDHANI, YENI (2011) MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS DALAМ KONTEKS KELUARGA BINAAN PADA Tn.H.M TERHADAP IBU NIFAS POST SECTIO CAESAREA DI KELURAHAN HINEKOMBE DISTRIK SENTANI. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.

[thumbnail of SKRIPSI] Text (SKRIPSI)
84. YENI WARDHANI.pdf

Download (30MB)

Abstract

Dari hasil pengkajian data pada keluarga Tn.H.M, ditemukan bahwa rumah dalam keadaan kotor (lantai, ventilasi dalam keadaan kotor) dan sistem pembuangan air limbah dalam keadaan terbuka, tidak mempunyai tempat pembuangan sampah sementara, pekarangan rumah juga tidak dimanfaatkan. Hasil pengkajian dan pemeriksaan istri Tn.H.M pada tanggal 20 Desember 2010, diperoleh bahwa istri Tn.H.M baru saja melahirkan secara operasi SC (Sectio Caesarea) di RS Yowari pada tanggal 15 Desember 2010. Dari hasil pemeriksaan pada ibu ditemukan keadaan luka bekas operasi masih basah dan masih terasa nyeri di sekitar luka bekas operasi, namun keadaan luka tidak menunjukkan adanya tanda-tanda infeksi. Pada bayi baru lahir ditemukan keadaan tali pusat yang sudah agak mengering namun tali pusat belum terlepas. Dari keadaan tali pusat bayi juga tidak ditemukan adanya tanda-tanda infeksi.

Sampai pada saat Penulis melakukan kunjungan rumah dan pengkajian data, didapati ibu dan suami masih ingin memiliki anak lagi, dan ibu belum menggunakan KB. Hal ini dikarenakan kondisi fisik ibu yang belum memungkinkan untuk pergi ke puskesmas dan mengikuti program KB.

Dalam keluarga memiliki 3 orang anak, yang mana anak tertus berusia 11 tahun. Usis dimana memanki masa pubertas atau masa remaja Namun, anak belum mengetahui hal-hal atau perubahan-perubahan yang umumnya terjadi pada masa pubertas atau mass remaja.

Dari data-data yang telah ditemukan, maka Penulis menganalisis, menumskan masalah dan memprioritaskan masalah, yakni: 1) Kurangnya pengetahuan ibu tentang perawatan luka post SC, 2) Kurangnya pengetahuan ibu tentang perawatan bayi baru lahir, 3) Kurangnya pengetahuan ibu tentarig kesehatan reproduksi, 4) Kurang pengetahuan anak tentang masa pubertas, 5) Kurang pengetahuan tentang kebersihan lingkungan.

Berdasarkan hasil asuhan kebidanan komunitas pada keluarga binaan Tn.HM selama 8 kali kunjungan dapat dikatakan berhasil, karena ibu dan keluarga mau bekerjasama. Dasar ini diperoleh karena ibu telah menahami cara perawatan luka post SC, ibu memahami cara perawatan bayi baru lahir serta pentingnya mengikuti KB. Hal ini terlihat dari hasil evaluasi keadaan luka post SC sudah kering dan sudah tidak terasa nyeri juga tidak terlihat adanya tanda-tanda infeksi, personal hygiene bayi terjaga dan ibu juga sudah mengikuti KB suntik 3 bulan. Anak pun sudah memahami tentang hal-hal yang umum terjadi pada masa pubertas. Dapat dilihat juga dari keadaan rumah yang bersih, SPAL dalam keadaan tertutup, memiliki tempat pembuangan sampah sementara, serta pekarangan rumah sudah dimanfaatkan dengan ditanami lombok, tomat, dan pepaya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Dari hasil pengkajian data pada keluarga Tn.H.M, ditemukan bahwa rumah dalam keadaan kotor (lantai, ventilasi dalam keadaan kotor) dan sistem pembuangan air limbah dalam keadaan terbuka, tidak mempunyai tempat pembuangan sampah sementara, pekarangan rumah juga tidak dimanfaatkan. Hasil pengkajian dan pemeriksaan istri Tn.H.M pada tanggal 20 Desember 2010, diperoleh bahwa istri Tn.H.M baru saja melahirkan secara operasi SC (Sectio Caesarea) di RS Yowari pada tanggal 15 Desember 2010. Dari hasil pemeriksaan pada ibu ditemukan keadaan luka bekas operasi masih basah dan masih terasa nyeri di sekitar luka bekas operasi, namun keadaan luka tidak menunjukkan adanya tanda-tanda infeksi. Pada bayi baru lahir ditemukan keadaan tali pusat yang sudah agak mengering namun tali pusat belum terlepas. Dari keadaan tali pusat bayi juga tidak ditemukan adanya tanda-tanda infeksi. Sampai pada saat Penulis melakukan kunjungan rumah dan pengkajian data, didapati ibu dan suami masih ingin memiliki anak lagi, dan ibu belum menggunakan KB. Hal ini dikarenakan kondisi fisik ibu yang belum memungkinkan untuk pergi ke puskesmas dan mengikuti program KB. Dalam keluarga memiliki 3 orang anak, yang mana anak tertus berusia 11 tahun. Usis dimana memanki masa pubertas atau masa remaja Namun, anak belum mengetahui hal-hal atau perubahan-perubahan yang umumnya terjadi pada masa pubertas atau mass remaja. Dari data-data yang telah ditemukan, maka Penulis menganalisis, menumskan masalah dan memprioritaskan masalah, yakni: 1) Kurangnya pengetahuan ibu tentang perawatan luka post SC, 2) Kurangnya pengetahuan ibu tentang perawatan bayi baru lahir, 3) Kurangnya pengetahuan ibu tentarig kesehatan reproduksi, 4) Kurang pengetahuan anak tentang masa pubertas, 5) Kurang pengetahuan tentang kebersihan lingkungan. Berdasarkan hasil asuhan kebidanan komunitas pada keluarga binaan Tn.HM selama 8 kali kunjungan dapat dikatakan berhasil, karena ibu dan keluarga mau bekerjasama. Dasar ini diperoleh karena ibu telah menahami cara perawatan luka post SC, ibu memahami cara perawatan bayi baru lahir serta pentingnya mengikuti KB. Hal ini terlihat dari hasil evaluasi keadaan luka post SC sudah kering dan sudah tidak terasa nyeri juga tidak terlihat adanya tanda-tanda infeksi, personal hygiene bayi terjaga dan ibu juga sudah mengikuti KB suntik 3 bulan. Anak pun sudah memahami tentang hal-hal yang umum terjadi pada masa pubertas. Dapat dilihat juga dari keadaan rumah yang bersih, SPAL dalam keadaan tertutup, memiliki tempat pembuangan sampah sementara, serta pekarangan rumah sudah dimanfaatkan dengan ditanami lombok, tomat, dan pepaya.
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email info@wanteknologi.com
Last Modified: 31 Jan 2026 08:14
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/1063

Actions (login required)

View Item
View Item