BUDU, RAKIBA (2008) SUHAN KEBIDANAN PADA BBL DENGAN ASFIKSIA BERAT " di Ruang Perinatologi Rumah Sakit Umum Daerah Dok II Jayapura. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.
RAKIBA BUDU.pdf
Download (4MB)
Abstract
Setiap kasus kebidanan pada bayi dengan Asfiksia Neonatus, bila dilakukan pengkajian yang sistematis dan benar maka penanganannya dapat berlangsung dengan baik dimana dapat memberikan pelayanan terbaik, maka manajemen kebidanan dalam bentuk asuhan kebidanan merupakan metode yang tepat dalam pemecahan masalah klien.
Pelayanan yang baik tidak terlepas dari pemahaman teoritis maupun ketrampilan tenaga yang memberikan pelayanan. Untuk itu bidan dituntut lebih pofesional didalam menangani setiap kasus kebidanan.
Selain pemahaman teoritis dan ketrampilan tenaga maka fasilitas penunjang seperti alat-alat atau instrument yang diperlukan bagi suatu tindakan kebidanan, sangatlah diperlukan.
Menurut penulis penanganan terhadap Bayi “A” dengan kasus Asfiksia Neonatorum dapat terlaksana dengan baik dalam bentuk asuhan kebidanan sehingga masalah pasien dapat teratasi dan klien boleh pulang pada hari ke-4, sesuai dengan hasil pemeriksaan dokter.
Manajemen kebidanan merupakan bentuk asuhan yang berkesinambungan untuk itu diharapkan semua petugas atau bidan harus benar-benar memahami tentang manajemen kebidanan serta langkah-langkah atau tahap-tahap dalam manajemen kebidanan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Setiap kasus kebidanan pada bayi dengan Asfiksia Neonatus, bila dilakukan pengkajian yang sistematis dan benar maka penanganannya dapat berlangsung dengan baik dimana dapat memberikan pelayanan terbaik, maka manajemen kebidanan dalam bentuk asuhan kebidanan merupakan metode yang tepat dalam pemecahan masalah klien. Pelayanan yang baik tidak terlepas dari pemahaman teoritis maupun ketrampilan tenaga yang memberikan pelayanan. Untuk itu bidan dituntut lebih pofesional didalam menangani setiap kasus kebidanan. Selain pemahaman teoritis dan ketrampilan tenaga maka fasilitas penunjang seperti alat-alat atau instrument yang diperlukan bagi suatu tindakan kebidanan, sangatlah diperlukan. Menurut penulis penanganan terhadap Bayi “A” dengan kasus Asfiksia Neonatorum dapat terlaksana dengan baik dalam bentuk asuhan kebidanan sehingga masalah pasien dapat teratasi dan klien boleh pulang pada hari ke-4, sesuai dengan hasil pemeriksaan dokter. Manajemen kebidanan merupakan bentuk asuhan yang berkesinambungan untuk itu diharapkan semua petugas atau bidan harus benar-benar memahami tentang manajemen kebidanan serta langkah-langkah atau tahap-tahap dalam manajemen kebidanan. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Unnamed user with email info@wanteknologi.com |
| Last Modified: | 01 Feb 2026 06:26 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/1151 |

