BUKIT BARISANI, WINNY (2008) MANAJEMEN KEBIDANAN PADA IBU INPARTU DENGAN KETUBAN PECAH DINI DI RSUD KELAS B JAYAPURA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.
WINNY BUKIT BARISANI.pdf
Download (9MB)
Abstract
Agar penulis dapat melaksanakan dan menerapkan Manajemen Asuhan Kebidanan pada klien dengan kasus ketuban pecah dini. Ketuban pecah dini dapat terjadi pada primi maupun multipara dan pada Kehamilan diatas 22 minggu (preterm, aterm dan postrem).
Bila dilihat dari data subyektif dan data obyektif pada pengumpulan data secara keseluruhan maka dijumpai tanda-tanda dan gejala yang sama antara teori dan praktek tidak ada perbedaan.
Data ini mengidentifikasi adanya suatu kondisi yang perlu diambil tindakan segera yang cepat dan tepat secara sistematis, terencana dan berkesinambungan oleh tenaga kesehatan baik bidan maupun dokter.
Tindakan tersebut dapat memperkecil komplikasi yang dapat membahayakan ibu dan janin. Berdasarkan langkah-langkahnya, penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :
Dengan mengkaji status kesehatan maka permasalahan yang dihadapi klien dapat diketahui.
Klien yang mengalami ketuban pecah dini, sangat rentan terhadap terjadinya infeksi sehingga diperlukan penanganan yang tepat.
Terciptanya hubungan dan kerja sama yang baik, khususnya antara penulis dan klien, penulis dengan staf ruangan, sehingga pelaksanaan manajemen kebidanan ini dapat terlaksana dengan baik.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Agar penulis dapat melaksanakan dan menerapkan Manajemen Asuhan Kebidanan pada klien dengan kasus ketuban pecah dini. Ketuban pecah dini dapat terjadi pada primi maupun multipara dan pada Kehamilan diatas 22 minggu (preterm, aterm dan postrem). Bila dilihat dari data subyektif dan data obyektif pada pengumpulan data secara keseluruhan maka dijumpai tanda-tanda dan gejala yang sama antara teori dan praktek tidak ada perbedaan. Data ini mengidentifikasi adanya suatu kondisi yang perlu diambil tindakan segera yang cepat dan tepat secara sistematis, terencana dan berkesinambungan oleh tenaga kesehatan baik bidan maupun dokter. Tindakan tersebut dapat memperkecil komplikasi yang dapat membahayakan ibu dan janin. Berdasarkan langkah-langkahnya, penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut : Dengan mengkaji status kesehatan maka permasalahan yang dihadapi klien dapat diketahui. Klien yang mengalami ketuban pecah dini, sangat rentan terhadap terjadinya infeksi sehingga diperlukan penanganan yang tepat. Terciptanya hubungan dan kerja sama yang baik, khususnya antara penulis dan klien, penulis dengan staf ruangan, sehingga pelaksanaan manajemen kebidanan ini dapat terlaksana dengan baik. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Unnamed user with email info@wanteknologi.com |
| Last Modified: | 01 Feb 2026 07:19 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/1175 |

