SUKARTINI, ETI (2015) POLA PENGOBATAN HALOPERIDOL BAGI PASIEN SKIZOFRENIA DI RUANGAN RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA DAERAH ABEPURA PERIODE OKTOBER 2024-MARET 2025. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.

[thumbnail of SKRIPSI] Text (SKRIPSI)
5 Eti Sukartini_compressed.pdf
Restricted to Registered users only

Download (9MB)

Abstract

Sesuai dengan pembahasan hasil penelitian terhadap 93 responden tentang pola pengobatan Haloperidol bagi pasien skizofrenia di Ruangan Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Daerah Abepura, dapat disimpulkan sebagai berikut :

Terapi pengobatan tunggal Haloperidol sebanyak 15 subyek (16,1%), terapi pengobatan kombinasi dengan Haloperidol sebanyak 78 subyek (83,9%).
Pengobatan tipikal sebanyak 15 subyek (16,1%), pengobatan atipikal sebanyak 32 subyek (34,4%), pengobatan tipikal-atipikal sebanyak 46 subyek (49,5%). Terapi kombinasi yang paling banyak digunakan adalah Haloperidol (HLP)- Risperidone (RSP)- Trihesifenidil (THP)- Klorpromazine (CPZ) sebanyak 39 orang (41,9%). Sediaan Haloperidol yang digunakan terbanyak adalah tablet 5 mg sebanyak 84 orang (90,3%). Keadaan pasien setelah minum obat Haloperidol sebanyak 89 subyek (95,7%) keadaan membaik, sebanyak 4 subyek (4,3%) keadaan kurang baik.

Karakteristik Pasien skizofrenia berdasarkan jenis kelamin terbanyak laki-laki 60,2%, tingkat pendidikan terbanyak SMA 44,1%, biaya rumah sakit terbanyak menggunakan Jamkesda 64,5%, berdasarkan diagnosa Skizofrenia yang terbanyak Skizofrenia Simpleks 62,4%, berdasarkan kategori Rawat Inap terbanyak Pasien lama 75,3%.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Sesuai dengan pembahasan hasil penelitian terhadap 93 responden tentang pola pengobatan Haloperidol bagi pasien skizofrenia di Ruangan Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Daerah Abepura, dapat disimpulkan sebagai berikut : Terapi pengobatan tunggal Haloperidol sebanyak 15 subyek (16,1%), terapi pengobatan kombinasi dengan Haloperidol sebanyak 78 subyek (83,9%). Pengobatan tipikal sebanyak 15 subyek (16,1%), pengobatan atipikal sebanyak 32 subyek (34,4%), pengobatan tipikal-atipikal sebanyak 46 subyek (49,5%). Terapi kombinasi yang paling banyak digunakan adalah Haloperidol (HLP)- Risperidone (RSP)- Trihesifenidil (THP)- Klorpromazine (CPZ) sebanyak 39 orang (41,9%). Sediaan Haloperidol yang digunakan terbanyak adalah tablet 5 mg sebanyak 84 orang (90,3%). Keadaan pasien setelah minum obat Haloperidol sebanyak 89 subyek (95,7%) keadaan membaik, sebanyak 4 subyek (4,3%) keadaan kurang baik. Karakteristik Pasien skizofrenia berdasarkan jenis kelamin terbanyak laki-laki 60,2%, tingkat pendidikan terbanyak SMA 44,1%, biaya rumah sakit terbanyak menggunakan Jamkesda 64,5%, berdasarkan diagnosa Skizofrenia yang terbanyak Skizofrenia Simpleks 62,4%, berdasarkan kategori Rawat Inap terbanyak Pasien lama 75,3%.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email info@wanteknologi.com
Last Modified: 01 Feb 2026 09:09
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/1187

Actions (login required)

View Item
View Item