ALINE SITOMPUL, TIUR (2013) DAYA SIMPAN MIE BASAH MENURUT SUHU DAN CARA PENYIMPANAN TAHUN 2013. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.
TIUR ALINE SITOMPUL.pdf
Download (9MB)
Abstract
Mie dikenal hampir seluruh dunia walaupun nama, bentuk, bahan penyusun dan cara pembuatannya berbeda Indonesia tercatat bahwa tiap tahun mie dihidangkan sebanyak 11 milyar kali. Penambahan sayur daun katuk dan Daun bangun-bangun menambah kandungan gizi tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui daya simpan mie basah menurut suhu dan cara penyimpanan mie basah
Jenis penelitian ini adalah metode experimen, dengan daya simpan pada suhu cooling dan suhu kamar menggunakan alat penyimpanan kemasan plastik, alumunium foil daun nasi dan terbuka. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 16 - 19 Agustus 2013. Pengambilan data Daya simpan suhu cooling di kulkas keluarga merk Polytron dengan suhu 10°C dan daya simpan suhu kama
Dari hasil penelitian diketahui suhu penyimpanan cooling (10°C) penyimpanan mie katuk, mie bangun bangun dan mie katuk + bangun daya simpan lebih lama pada tempat terbuka (< 48 jam), sedangkan pada kemasan plastik, aluminimum foil dan daun nasi hanya bertahan < 24 jam. Pada suhu kaman plasuk, (30°C), daya simpan pada suhu kamar pada 24 jam pertama daya simpan lebih lama pada tempat terbuka pada mie katuk + bangun. Sedangkan pada mie katuk dan mie bangun pada kemasan plastik, aluminimum foil dan daun nasi serta tempat terbuka mengalami kerusakan.
Daftar bacaan : 13 buku (2007-2013).
Kata Kunci : mie basah, suhu, cara penyimpanan
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Mie dikenal hampir seluruh dunia walaupun nama, bentuk, bahan penyusun dan cara pembuatannya berbeda Indonesia tercatat bahwa tiap tahun mie dihidangkan sebanyak 11 milyar kali. Penambahan sayur daun katuk dan Daun bangun-bangun menambah kandungan gizi tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui daya simpan mie basah menurut suhu dan cara penyimpanan mie basah Jenis penelitian ini adalah metode experimen, dengan daya simpan pada suhu cooling dan suhu kamar menggunakan alat penyimpanan kemasan plastik, alumunium foil daun nasi dan terbuka. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 16 - 19 Agustus 2013. Pengambilan data Daya simpan suhu cooling di kulkas keluarga merk Polytron dengan suhu 10°C dan daya simpan suhu kama Dari hasil penelitian diketahui suhu penyimpanan cooling (10°C) penyimpanan mie katuk, mie bangun bangun dan mie katuk + bangun daya simpan lebih lama pada tempat terbuka (< 48 jam), sedangkan pada kemasan plastik, aluminimum foil dan daun nasi hanya bertahan < 24 jam. Pada suhu kaman plasuk, (30°C), daya simpan pada suhu kamar pada 24 jam pertama daya simpan lebih lama pada tempat terbuka pada mie katuk + bangun. Sedangkan pada mie katuk dan mie bangun pada kemasan plastik, aluminimum foil dan daun nasi serta tempat terbuka mengalami kerusakan. Daftar bacaan : 13 buku (2007-2013). Kata Kunci : mie basah, suhu, cara penyimpanan |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Unnamed user with email info@wanteknologi.com |
| Last Modified: | 01 Feb 2026 13:48 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/1232 |

