SISWOYО, EKO (2008) HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TUKANG OJEK TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DI KELURAHAN HEDAM DISTRIK HERAM TAHUN 2008. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.
EKO SISWOYO.pdf
Download (1MB)
Abstract
Ojek merupakan salah satu sarana transportasi darat yang digunakan masyarakat
umum untuk mencapai tujuan, sebagai jasa angkutan alternatif. Dengan adanya jasa ojek
masyarakat merasa lebih mudah untuk bepergian tanpa harus berdesak-desakan seperti naik
angkot, ojek juga dapat mengantar langsung sampai di depan rumah. Ojek mempunyai faktor
risiko yang sangat tinggi terhadap kesehatan kerja baik tukang ojek maupun penumpangnya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan tindakan tukang ojek
tentang penggunaan alat pelindung diri, untuk mengetahui hubungan antara tingkat
pengetahuan dan tindakan tukang ojek dalam penggunaan alat pelindung diri. Jenis penelitian
adalah deskriptif analitik dan analisis data menggunakan uji statistik dengan program SPSS.
Populasi adalah tukang ojek sebanyak 180 tukang ojek yang terbagi dalam tiga pangkalan dan
sampel adalah 25% dari populasi yaitu 45 tukang ojek.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tukang ojek tergolong
tinggi yaitu 88,9%. Tindakan tukang ojek dalam penggunaan alat pelindung diri tergolong
tinggi yaitu 86,7%, dan penggunaan alat pelindung diri tukang ojek berdasarkan pengamatan
selama enam hari 91,1% rendah. Analisis menggunakan uji korelasi ganda dengan program
SPSS seri 15, menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan
tukang ojek dengan penggunaan alat pelindung diri karena nilai probabilitasnya 0,2 > 0,05.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan tindakan tukang ojek
dalam penggunaan alat pelindung diri tinggi, akan tetapi berdasarkan pengamatan selama
enam hari tentang penggunaan alat pelindung diri tukang ojek 91,1% rendah. Disarankan
tukang ojek dapat menggunakan alat pelindung diri lengkap pada saat mengojek seperti:
pengalas dada, jaket tebal, kaca mata, sepatu pengaman, sarung tangan, topi pengaman,
perlindungan paru-paru (Masker), agar dapat mencegah terjadinya hal-hal yang tidak
diinginkan terjadi seperti: inspeksi saluran pernapasan (ISPA), iritasi mata, iritasi kulit, dan
luka terbuka maupun memar (luka dalam) juga patah tulang bahkan kematian akibat
kecelakaan dan menjaga keselamatan diri baik tukang ojek itu sendiri maupun
penumpangnya.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Ojek merupakan salah satu sarana transportasi darat yang digunakan masyarakat umum untuk mencapai tujuan, sebagai jasa angkutan alternatif. Dengan adanya jasa ojek masyarakat merasa lebih mudah untuk bepergian tanpa harus berdesak-desakan seperti naik angkot, ojek juga dapat mengantar langsung sampai di depan rumah. Ojek mempunyai faktor risiko yang sangat tinggi terhadap kesehatan kerja baik tukang ojek maupun penumpangnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan tindakan tukang ojek tentang penggunaan alat pelindung diri, untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan tindakan tukang ojek dalam penggunaan alat pelindung diri. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dan analisis data menggunakan uji statistik dengan program SPSS. Populasi adalah tukang ojek sebanyak 180 tukang ojek yang terbagi dalam tiga pangkalan dan sampel adalah 25% dari populasi yaitu 45 tukang ojek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tukang ojek tergolong tinggi yaitu 88,9%. Tindakan tukang ojek dalam penggunaan alat pelindung diri tergolong tinggi yaitu 86,7%, dan penggunaan alat pelindung diri tukang ojek berdasarkan pengamatan selama enam hari 91,1% rendah. Analisis menggunakan uji korelasi ganda dengan program SPSS seri 15, menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tukang ojek dengan penggunaan alat pelindung diri karena nilai probabilitasnya 0,2 > 0,05. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan tindakan tukang ojek dalam penggunaan alat pelindung diri tinggi, akan tetapi berdasarkan pengamatan selama enam hari tentang penggunaan alat pelindung diri tukang ojek 91,1% rendah. Disarankan tukang ojek dapat menggunakan alat pelindung diri lengkap pada saat mengojek seperti: pengalas dada, jaket tebal, kaca mata, sepatu pengaman, sarung tangan, topi pengaman, perlindungan paru-paru (Masker), agar dapat mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terjadi seperti: inspeksi saluran pernapasan (ISPA), iritasi mata, iritasi kulit, dan luka terbuka maupun memar (luka dalam) juga patah tulang bahkan kematian akibat kecelakaan dan menjaga keselamatan diri baik tukang ojek itu sendiri maupun penumpangnya. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email info@wanteknologi.com |
| Last Modified: | 01 Feb 2026 15:21 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/1244 |

