ASTUTI, PUJI (2008) TOTAL ANGKA KUMAN JENIS IKAN TUNA (Scombroidea) GORENG PADA WARUNG MAKAN DI WILAYAH KERJА PUSKESMAS ABEPURA TAHUN 2008. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.
PUJI ASTUTI.pdf
Download (2MB)
Abstract
Makanan adalah kebutuhan dasar setiap manusia yang paling hakiki dan
sangat dibutuhkan. Meskipun penting bagi kehidupan makanan menjadi tidak berarti
apabila tidak aman dikonsumsi karena dapat menimbulkan masalah kesehatan.
Masyarakat Kota Jayapura yang mayoritas pengkonsumsi ikan karena harganya yang
terjangkau dan mudah didapat sebab letak kota yang dekat daerah pantai dan ikan
juga sebagai sumber proteim hewani bagi masyarakat. Karena ikan termasuk dalam
makanan dengan kandungan protein yang tinggi maka penyimpanannya tidak boleh
dari 6 jam.
Telah diteliti suhu penyimpanan ikan goreng, lama penyimpanan ikan goreng,
dan total angka kuman pada ikan goreng di Distrik Abepura Kota Jayapura. Tujuan
penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran : 1 ) suhu penyimpanan ikan
goreng, 2) lama penyimpanan ikan goreng, dan 3) total angka kuman ikan goreng.
Jenis penelitian ini adalah deskriftif observasional dan disajikan dalam bentuk tabel
distribusi frekuensi dan diceritakan dalam bentuk narasi. Populasi warung makan
adalah 23 warung makan. sedangkan sampel adalah warung makan yang menjual
ikan goreng jenis ikan tuna
(Scombroidea) yaitu sebanyak 18 warung makan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu penyimpanan ikan goreng di 18
warung makan adalah 12 warung dengan suhu 22° C - 24° C dan 6 warung makan
dengan suhu 24° C - 26° C. Sedangkan untuk lamanya penyimpanan ikan dalam
etalase adalah dari 18 warung makan terdapat sebanyak 10 warung makan dengan
lama penyimpanan ikan goreng 1 - 3 jam dan 8 warung makan dengan lama
penyimpanan ikan goreng 4 - 6 jam. Sampel ikan goreng yang diambil dari masing -
masing warung makan adalah ikan goreng jenis cakalang (Skipjack tuna) dan ikan
ekor kuning (Yellow tail )yang disimpan tidak lebih dari 6 jam setelah digoreng. Dan
dari 18 sampel ikan terdapat 13 warung makan yang menjual ikan goreng jenis
cakalang dan 5 warung makan yang menjual ikan jenis ekor kuning. Sesuai dengan
hasil pemeriksaan pada Laboratorium Politeknik Kesehatan jayapura bahwa semua
sampel ikan total kuman yang tumbuh pada Petridis < 30 koloni.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa suhu penyimpanan ikan goreng adalah 12
warung makan dengan 66,7% dan 6 warung makan dengan 33,3 %. Sedangkan lama
penyimpanan ikan adalah 10 warung makan dengan 55,6% dan 8 warung makan
dengan persentase 44,° %. Total angka kuman ikan adalah 13 warung makan menjual ikan goreng jenis cakalang yaitu 72,2 % dan 5 warung makan menjual ikan jenis ekor
kuning dengan 27,8% dan jumlah koloni kuman pada petridish < 30 koloni.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Makanan adalah kebutuhan dasar setiap manusia yang paling hakiki dan sangat dibutuhkan. Meskipun penting bagi kehidupan makanan menjadi tidak berarti apabila tidak aman dikonsumsi karena dapat menimbulkan masalah kesehatan. Masyarakat Kota Jayapura yang mayoritas pengkonsumsi ikan karena harganya yang terjangkau dan mudah didapat sebab letak kota yang dekat daerah pantai dan ikan juga sebagai sumber proteim hewani bagi masyarakat. Karena ikan termasuk dalam makanan dengan kandungan protein yang tinggi maka penyimpanannya tidak boleh dari 6 jam. Telah diteliti suhu penyimpanan ikan goreng, lama penyimpanan ikan goreng, dan total angka kuman pada ikan goreng di Distrik Abepura Kota Jayapura. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran : 1 ) suhu penyimpanan ikan goreng, 2) lama penyimpanan ikan goreng, dan 3) total angka kuman ikan goreng. Jenis penelitian ini adalah deskriftif observasional dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan diceritakan dalam bentuk narasi. Populasi warung makan adalah 23 warung makan. sedangkan sampel adalah warung makan yang menjual ikan goreng jenis ikan tuna (Scombroidea) yaitu sebanyak 18 warung makan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu penyimpanan ikan goreng di 18 warung makan adalah 12 warung dengan suhu 22° C - 24° C dan 6 warung makan dengan suhu 24° C - 26° C. Sedangkan untuk lamanya penyimpanan ikan dalam etalase adalah dari 18 warung makan terdapat sebanyak 10 warung makan dengan lama penyimpanan ikan goreng 1 - 3 jam dan 8 warung makan dengan lama penyimpanan ikan goreng 4 - 6 jam. Sampel ikan goreng yang diambil dari masing - masing warung makan adalah ikan goreng jenis cakalang (Skipjack tuna) dan ikan ekor kuning (Yellow tail )yang disimpan tidak lebih dari 6 jam setelah digoreng. Dan dari 18 sampel ikan terdapat 13 warung makan yang menjual ikan goreng jenis cakalang dan 5 warung makan yang menjual ikan jenis ekor kuning. Sesuai dengan hasil pemeriksaan pada Laboratorium Politeknik Kesehatan jayapura bahwa semua sampel ikan total kuman yang tumbuh pada Petridis < 30 koloni. Penelitian ini menyimpulkan bahwa suhu penyimpanan ikan goreng adalah 12 warung makan dengan 66,7% dan 6 warung makan dengan 33,3 %. Sedangkan lama penyimpanan ikan adalah 10 warung makan dengan 55,6% dan 8 warung makan dengan persentase 44,° %. Total angka kuman ikan adalah 13 warung makan menjual ikan goreng jenis cakalang yaitu 72,2 % dan 5 warung makan menjual ikan jenis ekor kuning dengan 27,8% dan jumlah koloni kuman pada petridish < 30 koloni. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email info@wanteknologi.com |
| Last Modified: | 01 Feb 2026 15:44 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/1246 |

