NURSAID (2000) PERBEDAAN ANTARA PERANGKAP DICUCI DAN TIDAK DICUCI TERHADAP KEBERHASILAN DALAM MENANGKAP TIKUS DI PERUMNAS IV KELURAHAN HEDAM ABEPURA TAHUN 2000. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.

[thumbnail of SKRIPSI] Text (SKRIPSI)
NURSAID.pdf

Download (22MB)

Abstract

Tikus merupakan binatang dalam kelas mamalia dan dikenal sebagai binatang kosmopolitan, dalam kehidupannya juga dikenal dekat dengan manusia namun sampai kini hampir tidak ada informasi tentang tikus yang menguntungkan bagi manusia. Beberapa kerugian yang disebabkan oleh tikus antara lain yaitu diketahui berperan sebagai hama tanaman pertanian, menimbulkan kerusakan pada perabot rumah tangga dan juga kerusakan pada bahan makanan atau gedung penyimpanan bahan makanan, di bidang kesehatan tikus-tikus tersebut berperan sebagai tuan rumah perantara untuk beberapa jenis penyakit yang dikenal sebagai Rodent Borne Diseases.

Pengendalian tikus sudah banyak diupayakan oleh manusia di antaranya yaitu dengan menggunakan racun, upaya sanitasi lingkungan, penggunaan gas dan memasang perangkap dalam pelaksanaan di lapangan. Masing-masing cara di atas mempunyai kelemahan di antaranya yaitu penggunaan racun dapat berbahaya bagi lingkungan dan binatang bukan sasaran, di samping itu harus mempertimbangkan hal-hal lain seperti bau tikus yang mati. Upaya sanitasi lingkungan sulit dilaksanakan masyarakat, menggunakan gas membutuhkan biaya yang mahal, memasang perangkap kurang berhasil.

Upaya untuk mencari cara pengendalian yang kemungkinan besar dapat dilaksanakan oleh masyarakat dan tidak memerlukan biaya yang tinggi serta tidak berbahaya bagi lingkungan. Untuk itu pengendalian tikus dengan menggunakan perangkap diambil sebagai alternatif, namun perlu dicari cara upaya lebih efektif.

Tikus mempunyai indera penciuman dan indera perasa yang berkembang dengan baik. Oleh karena itu perlu dicari cara untuk mengelabui tikus supaya tidak merasa jera bagi tikus lain yang belum tertangkap / tikus tidak mengetahui sedang dipasang perangkap. Untuk itu perangkap perlu dicuci dengan bersih dan bau sabun diminimalkan.

Dalam penelitian terbukti bahwa pemasangan perangkap tikus yang menggunakan perangkap dicuci mendapatkan tikus lebih banyak (70%) dibanding perangkap tidak dicuci (30%).

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Tikus merupakan binatang dalam kelas mamalia dan dikenal sebagai binatang kosmopolitan, dalam kehidupannya juga dikenal dekat dengan manusia namun sampai kini hampir tidak ada informasi tentang tikus yang menguntungkan bagi manusia. Beberapa kerugian yang disebabkan oleh tikus antara lain yaitu diketahui berperan sebagai hama tanaman pertanian, menimbulkan kerusakan pada perabot rumah tangga dan juga kerusakan pada bahan makanan atau gedung penyimpanan bahan makanan, di bidang kesehatan tikus-tikus tersebut berperan sebagai tuan rumah perantara untuk beberapa jenis penyakit yang dikenal sebagai Rodent Borne Diseases. Pengendalian tikus sudah banyak diupayakan oleh manusia di antaranya yaitu dengan menggunakan racun, upaya sanitasi lingkungan, penggunaan gas dan memasang perangkap dalam pelaksanaan di lapangan. Masing-masing cara di atas mempunyai kelemahan di antaranya yaitu penggunaan racun dapat berbahaya bagi lingkungan dan binatang bukan sasaran, di samping itu harus mempertimbangkan hal-hal lain seperti bau tikus yang mati. Upaya sanitasi lingkungan sulit dilaksanakan masyarakat, menggunakan gas membutuhkan biaya yang mahal, memasang perangkap kurang berhasil. Upaya untuk mencari cara pengendalian yang kemungkinan besar dapat dilaksanakan oleh masyarakat dan tidak memerlukan biaya yang tinggi serta tidak berbahaya bagi lingkungan. Untuk itu pengendalian tikus dengan menggunakan perangkap diambil sebagai alternatif, namun perlu dicari cara upaya lebih efektif. Tikus mempunyai indera penciuman dan indera perasa yang berkembang dengan baik. Oleh karena itu perlu dicari cara untuk mengelabui tikus supaya tidak merasa jera bagi tikus lain yang belum tertangkap / tikus tidak mengetahui sedang dipasang perangkap. Untuk itu perangkap perlu dicuci dengan bersih dan bau sabun diminimalkan. Dalam penelitian terbukti bahwa pemasangan perangkap tikus yang menggunakan perangkap dicuci mendapatkan tikus lebih banyak (70%) dibanding perangkap tidak dicuci (30%).
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email info@wanteknologi.com
Last Modified: 02 Feb 2026 02:39
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/1274

Actions (login required)

View Item
View Item