HANOE, ANTONIUS (2014) PERBEDAAN FREKUENSI MENONTON IKLAN MAKANAN, DAYA TARIK MAKANAN YANG DITAYANGKAN DAN ASUPAN GIZI PADA ANAK REMAJA KAMPUNG NANBOM KABUPATEN JAYAPURA DAN KELURAHAN ABEPANTAI KOTA JAYAPURA TAHUN 2014. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.

[thumbnail of SKRIPSI] Text (SKRIPSI)
ANTONIUS HANOE.pdf

Download (4MB)

Abstract

Remaja adalah suatu ketika individu berkembang dari saat pertama kali ia
menunjukan tanda-tanda seksual sekunder sampai saat mencapai kematangan
seksual.individu mengalami perkembangan psikologis dan pola identifikasi dari
kanak - kanak menjadi dewasa.terjadi peralihan dari ketergantungan sosial
ekonomi yang penuh pada keadaan yang relatif lebih mandiri. Dari data Riset
Kesehatan Dasar (Rikesdas) tahun 2010 dapat dilihat bahwa status gizi remaja
umur 13-18 tahun yang diukur berdasarkan lingkar lengan pinggang, yang terdiri
dari remaja kurus dan obesitas.
Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui perbedaan frekuensi menonton iklan makanan daya tarik makanan dan asupan gizi pada anak remaja kampung
Nanbom kabupaten jayapura dan remaja kelurahan abepantai kota jayapura ..
Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2014, bertempat di Kampung Nanbom Kabupaten jayapura dan Kelurahan abepantai kota jayapura menggunakan cross sectional study. Sampel pada penelitian ini adalah sebagian anak remaja yang berada di Kampung Nanbom dan kelurahan abepantaisebanyak 82 orang.
Asupan gizi diukur dengan menggunakan recall 1x24 jam dan wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan frekuensi menonton iklan makanan diKampung sebanyak (63,4%), sedangkan frekuensi menonton iklan makanan diKota sebanyak (36,6%). Dan daya tarik makanan di kampung sebanyak (31%), sedangkan daya tarik makanan di kota sebanyak (24,4%) asupan gizi di kampung dikatakan baik sebanyak (1.792%).sedang asupan gizi yang kurang di kota sebanyak (1.747%)
Tidak ada perbedaan frekuensi menonton iklan makanan daya tarik makanan dan asupan gizi anak remaja di kampung dan di kota.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Remaja adalah suatu ketika individu berkembang dari saat pertama kali ia menunjukan tanda-tanda seksual sekunder sampai saat mencapai kematangan seksual.individu mengalami perkembangan psikologis dan pola identifikasi dari kanak - kanak menjadi dewasa.terjadi peralihan dari ketergantungan sosial ekonomi yang penuh pada keadaan yang relatif lebih mandiri. Dari data Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas) tahun 2010 dapat dilihat bahwa status gizi remaja umur 13-18 tahun yang diukur berdasarkan lingkar lengan pinggang, yang terdiri dari remaja kurus dan obesitas. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui perbedaan frekuensi menonton iklan makanan daya tarik makanan dan asupan gizi pada anak remaja kampung Nanbom kabupaten jayapura dan remaja kelurahan abepantai kota jayapura .. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2014, bertempat di Kampung Nanbom Kabupaten jayapura dan Kelurahan abepantai kota jayapura menggunakan cross sectional study. Sampel pada penelitian ini adalah sebagian anak remaja yang berada di Kampung Nanbom dan kelurahan abepantaisebanyak 82 orang. Asupan gizi diukur dengan menggunakan recall 1x24 jam dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan frekuensi menonton iklan makanan diKampung sebanyak (63,4%), sedangkan frekuensi menonton iklan makanan diKota sebanyak (36,6%). Dan daya tarik makanan di kampung sebanyak (31%), sedangkan daya tarik makanan di kota sebanyak (24,4%) asupan gizi di kampung dikatakan baik sebanyak (1.792%).sedang asupan gizi yang kurang di kota sebanyak (1.747%) Tidak ada perbedaan frekuensi menonton iklan makanan daya tarik makanan dan asupan gizi anak remaja di kampung dan di kota.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email info@wanteknologi.com
Last Modified: 02 Feb 2026 02:57
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/1277

Actions (login required)

View Item
View Item