DEWI AGUSTINA, SRI (2000) HUBUNGAN TINGKAT PENCEMARAN DEBU MELAYANG (TSP) DAN TIMAH HITAM (Pb) UDARA AMBIEN DENGAN KEPADATAN LALU LINTAS DI KOTA JAYAPURA TAHUN 2000. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.

[thumbnail of SKRIPSI] Text (SKRIPSI)
SRI DEWI AGUSTINA.pdf

Download (21MB)

Abstract

Sri Dewi Agustina, “Hubungan Tingkat Pencemaran Debu Melayang (TSP) dan Timah Hitam (Pb) Udara Ambien dengan Kepadatan Lalu Lintas di Kota Jayapura Tahun 2000”, Karya tulis ilmiah, Jayapura: Akademi Kesehatan Terpadu Jayapura.

Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh jawaban terhadap pertanyaan: adakah hubungan antara tingkat pencemaran debu melayang (TSP) dan timah hitam (Pb) dengan kepadatan lalu lintas di Kota Jayapura. Kepadatan lalu lintas di Kota Jayapura dapat memengaruhi timbulnya tingkat pencemaran debu melayang dan timah hitam. Pencemaran udara merupakan bertambahnya bahan/substansi fisika/kimia ke dalam lingkungan udara normal yang mencapai sejumlah tertentu, sehingga dapat dideteksi oleh manusia (dapat dihitung dan dapat diukur serta memberikan efek terhadap manusia, binatang, vegetasi, dan material). Sedangkan kepadatan lalu lintas adalah banyaknya jumlah kendaraan bermotor yang terdapat atau yang lewat di sekitar alat HVS 2000.

Sesuai dengan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk menemukan hubungan kepadatan lalu lintas terhadap pencemaran debu melayang (TSP) dan timah hitam (Pb) yang pada tingkat tertentu dapat membahayakan kesehatan manusia dan lingkungannya.

Penelitian ini dilakukan di Kota Jayapura, tepatnya di depan BPD Jayapura dan di depan Polsek Entrop (Pemda II), yang melibatkan petugas dari Dinas Kesehatan Tingkat Irian Jaya dan Tingkat II Kota Jayapura, khususnya dari Sub Dinas BPL dan Seksi PKL. Metode penelitian adalah deskriptif, sedangkan desain penelitian yang dipakai adalah observasi langsung dan pengukuran di lapangan, dengan demikian diharapkan bisa memperoleh sampel yang representatif.

Peneliti menyimpulkan bahwa korelasi antara hasil pemeriksaan kadar debu melayang dengan kepadatan lalu lintas mempunyai korelasi dengan nilai r = -0,8397, berarti terdapat nilai korelasi negatif yang cukup baik, dan timah hitam dengan kepadatan lalu lintas dengan nilai korelasi r = -0,410, berarti korelasinya sangat lemah bahkan cenderung tidak ada. Nilai korelasi ini diperoleh dengan menggunakan uji statistik Korelasi Pearson dengan SPSS ver. 9.0.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Sri Dewi Agustina, “Hubungan Tingkat Pencemaran Debu Melayang (TSP) dan Timah Hitam (Pb) Udara Ambien dengan Kepadatan Lalu Lintas di Kota Jayapura Tahun 2000”, Karya tulis ilmiah, Jayapura: Akademi Kesehatan Terpadu Jayapura. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh jawaban terhadap pertanyaan: adakah hubungan antara tingkat pencemaran debu melayang (TSP) dan timah hitam (Pb) dengan kepadatan lalu lintas di Kota Jayapura. Kepadatan lalu lintas di Kota Jayapura dapat memengaruhi timbulnya tingkat pencemaran debu melayang dan timah hitam. Pencemaran udara merupakan bertambahnya bahan/substansi fisika/kimia ke dalam lingkungan udara normal yang mencapai sejumlah tertentu, sehingga dapat dideteksi oleh manusia (dapat dihitung dan dapat diukur serta memberikan efek terhadap manusia, binatang, vegetasi, dan material). Sedangkan kepadatan lalu lintas adalah banyaknya jumlah kendaraan bermotor yang terdapat atau yang lewat di sekitar alat HVS 2000. Sesuai dengan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk menemukan hubungan kepadatan lalu lintas terhadap pencemaran debu melayang (TSP) dan timah hitam (Pb) yang pada tingkat tertentu dapat membahayakan kesehatan manusia dan lingkungannya. Penelitian ini dilakukan di Kota Jayapura, tepatnya di depan BPD Jayapura dan di depan Polsek Entrop (Pemda II), yang melibatkan petugas dari Dinas Kesehatan Tingkat Irian Jaya dan Tingkat II Kota Jayapura, khususnya dari Sub Dinas BPL dan Seksi PKL. Metode penelitian adalah deskriptif, sedangkan desain penelitian yang dipakai adalah observasi langsung dan pengukuran di lapangan, dengan demikian diharapkan bisa memperoleh sampel yang representatif. Peneliti menyimpulkan bahwa korelasi antara hasil pemeriksaan kadar debu melayang dengan kepadatan lalu lintas mempunyai korelasi dengan nilai r = -0,8397, berarti terdapat nilai korelasi negatif yang cukup baik, dan timah hitam dengan kepadatan lalu lintas dengan nilai korelasi r = -0,410, berarti korelasinya sangat lemah bahkan cenderung tidak ada. Nilai korelasi ini diperoleh dengan menggunakan uji statistik Korelasi Pearson dengan SPSS ver. 9.0.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email info@wanteknologi.com
Last Modified: 02 Feb 2026 03:01
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/1281

Actions (login required)

View Item
View Item