O. SAGHAWARI, THOMAS (2000) UJI EFEKTIFITAS DAYA BUNUH BEBERAPA JENIS BAHAN AKTIF OBAT NYAMUK CAIR SEMPROT (AEROSOL) TERHADAP NYAMUK AEDES AEGYPTI DI JAYAPURA. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.
THOMAS O. SAGHAWARI.pdf
Download (4MB)
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh jawaban terhadap pertanyaan: Apakah ada perbedaan efektifitas daya bunuh beberapa jenis bahan aktif obat nyamuk cair semprot (aerosol) terhadap nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit demam berdarah? Pengujian bahan aktif obat nyamuk cair semprot (aerosol) ini bermanfaat untuk mengetahui jenis apa yang paling baik.
Adapun jenis bahan aktif yang diuji adalah Siluthrin 0,025% dan Transfluthrin 0,04% yang biasanya terdapat dalam obat nyamuk cair semprot merek Baygon, Propoxur 1% yang biasanya terdapat pada obat nyamuk merek Hit, Esbiothrin 0,18% yang biasanya terdapat pada obat nyamuk merek Mortein, Dichlorvos 1% yang terdapat dalam obat nyamuk merek Shelltox, serta Propoxur 0,75% + Dichlorovinyl Dimethylphosphate yang terdapat pada obat nyamuk cair semprot merek Raid.
Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan One Shot Study Case. Penulis menyimpulkan bahwa ada perbedaan yang cukup bermakna dari efektifitas bahan aktif obat nyamuk yang diuji. Perbedaan yang diperoleh berdasarkan uji statistik metode LSD dan signifikansi pada taraf nyata 5%.
Siluthrin 0,025% dan Transfluthrin 0,04% yang biasanya terdapat merek Baygon membunuh nyamuk pada KT 50% selama 3 menit dan KT 90% selama 5 menit. Efektifitas yang sama juga dengan Raid dengan bahan aktif Propoxur 0,75% + Dichlorovinyl Dimethylphosphate. Esbiothrin 0,18% yang terdapat pada Mortein membunuh nyamuk pada KT 50% selama 2 menit dan KT 90% selama 5 menit. Dichlorvos 1% yang terdapat dalam merek Shelltox membunuh nyamuk percobaan pada KT 50% selama 6 menit dan KT 90% selama 12 menit.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh jawaban terhadap pertanyaan: Apakah ada perbedaan efektifitas daya bunuh beberapa jenis bahan aktif obat nyamuk cair semprot (aerosol) terhadap nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit demam berdarah? Pengujian bahan aktif obat nyamuk cair semprot (aerosol) ini bermanfaat untuk mengetahui jenis apa yang paling baik. Adapun jenis bahan aktif yang diuji adalah Siluthrin 0,025% dan Transfluthrin 0,04% yang biasanya terdapat dalam obat nyamuk cair semprot merek Baygon, Propoxur 1% yang biasanya terdapat pada obat nyamuk merek Hit, Esbiothrin 0,18% yang biasanya terdapat pada obat nyamuk merek Mortein, Dichlorvos 1% yang terdapat dalam obat nyamuk merek Shelltox, serta Propoxur 0,75% + Dichlorovinyl Dimethylphosphate yang terdapat pada obat nyamuk cair semprot merek Raid. Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan One Shot Study Case. Penulis menyimpulkan bahwa ada perbedaan yang cukup bermakna dari efektifitas bahan aktif obat nyamuk yang diuji. Perbedaan yang diperoleh berdasarkan uji statistik metode LSD dan signifikansi pada taraf nyata 5%. Siluthrin 0,025% dan Transfluthrin 0,04% yang biasanya terdapat merek Baygon membunuh nyamuk pada KT 50% selama 3 menit dan KT 90% selama 5 menit. Efektifitas yang sama juga dengan Raid dengan bahan aktif Propoxur 0,75% + Dichlorovinyl Dimethylphosphate. Esbiothrin 0,18% yang terdapat pada Mortein membunuh nyamuk pada KT 50% selama 2 menit dan KT 90% selama 5 menit. Dichlorvos 1% yang terdapat dalam merek Shelltox membunuh nyamuk percobaan pada KT 50% selama 6 menit dan KT 90% selama 12 menit. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email info@wanteknologi.com |
| Last Modified: | 02 Feb 2026 03:09 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/1285 |

