LAOTONG, JHON (2002) STUDY TENTANG KADAR BESI (Fe) PADA AIR SUMUR GALI PENDUDUK DI KELURAHAN WOSI KABUPATEN MANOKWARI TAHUN 2002. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.
JHON LAOTONG.pdf
Download (6MB)
Abstract
Air sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan, tanpa air kehidupan tidak akan berlangsung. Jangkauan pelayanan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga belum merata baik di pedesaan maupun perkotaan.
Sasaran pembangunan air bersih diupayakan oleh pemerintah maupun masyarakat dengan upaya meningkatkan pemanfaatan sumber air tanah dalam bentuk sumur gali yang selama ini telah banyak dikenal dan digunakan oleh masyarakat di desa maupun di kota, hanya saja syarat-syarat lokasi dan konstruksinya harus memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan.
Di Kelurahan Wosi masyarakat yang menggunakan air bersih bersumber dari sumur gali sebanyak 56,7%, sumur pompa tangan 0,3%, perpipaan 0,6%.
Untuk memperoleh gambaran tentang kualitas sumur gali, maka penulis mengambil sampel air pada 50 sumur gali penduduk di Kelurahan Wosi Kabupaten Manokwari.
Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan di lapangan dan pemeriksaan laboratorium. Jenis penelitian ini adalah survei dengan pendekatan Cross Sectional. Dalam penelitian ini ada tiga faktor utama yang mempengaruhi kadar besi (Fe) dalam air yaitu sumber pencemaran, konstruksi sumur gali, dan jenis lapisan tanah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 sampel air sumur yang diperiksa oleh Laboratorium Kesehatan Lingkungan Poltekkes Jayapura, kadar besi (Fe) rata-rata 2,44 mg/liter. Hal ini menggambarkan bahwa kadar Fe tersebut cukup tinggi jika dilihat pada Permenkes RI No. 416/PER/MENKES/IX/1990 tentang standar kualitas air bersih, dimana kadar Fe maksimum yang diperbolehkan adalah 1,0 mg/liter dan air minum 0,3 mg/liter.
Namun sebagai tindak lanjut dari semua itu diharapkan bagi petugas Puskesmas Wosi dalam hal ini petugas sanitasi tetap mengadakan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat tentang pemanfaatan air bersih. Serta dibantu oleh pihak terkait langsung dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari seksi Bina Penyehatan Lingkungan sehingga kemungkinan adanya gangguan kesehatan yang ditimbulkan oleh air tersebut dapat dicegah sedini mungkin.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Air sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan, tanpa air kehidupan tidak akan berlangsung. Jangkauan pelayanan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga belum merata baik di pedesaan maupun perkotaan. Sasaran pembangunan air bersih diupayakan oleh pemerintah maupun masyarakat dengan upaya meningkatkan pemanfaatan sumber air tanah dalam bentuk sumur gali yang selama ini telah banyak dikenal dan digunakan oleh masyarakat di desa maupun di kota, hanya saja syarat-syarat lokasi dan konstruksinya harus memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan. Di Kelurahan Wosi masyarakat yang menggunakan air bersih bersumber dari sumur gali sebanyak 56,7%, sumur pompa tangan 0,3%, perpipaan 0,6%. Untuk memperoleh gambaran tentang kualitas sumur gali, maka penulis mengambil sampel air pada 50 sumur gali penduduk di Kelurahan Wosi Kabupaten Manokwari. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan di lapangan dan pemeriksaan laboratorium. Jenis penelitian ini adalah survei dengan pendekatan Cross Sectional. Dalam penelitian ini ada tiga faktor utama yang mempengaruhi kadar besi (Fe) dalam air yaitu sumber pencemaran, konstruksi sumur gali, dan jenis lapisan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 sampel air sumur yang diperiksa oleh Laboratorium Kesehatan Lingkungan Poltekkes Jayapura, kadar besi (Fe) rata-rata 2,44 mg/liter. Hal ini menggambarkan bahwa kadar Fe tersebut cukup tinggi jika dilihat pada Permenkes RI No. 416/PER/MENKES/IX/1990 tentang standar kualitas air bersih, dimana kadar Fe maksimum yang diperbolehkan adalah 1,0 mg/liter dan air minum 0,3 mg/liter. Namun sebagai tindak lanjut dari semua itu diharapkan bagi petugas Puskesmas Wosi dalam hal ini petugas sanitasi tetap mengadakan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat tentang pemanfaatan air bersih. Serta dibantu oleh pihak terkait langsung dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari seksi Bina Penyehatan Lingkungan sehingga kemungkinan adanya gangguan kesehatan yang ditimbulkan oleh air tersebut dapat dicegah sedini mungkin. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email info@wanteknologi.com |
| Last Modified: | 02 Feb 2026 03:47 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/1300 |

