HUTAPEA, RUTH OKTAFRIDA (2009) HUBUNGAN PERILAKU DAN KUALITAS SARANA SANITASI DENGAN KEJADIAN DIARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IMBI TAHUN 2009. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.
RUTH OKTAFRIDA HUTAPEA.pdf
Download (25MB)
Abstract
Diare atau mencret diartikan sebagai buang air besar yang lebih sering dari biasanya.
Penyakit diare merupakan masalah kesehatan yang terjadi pada masyarakat yang
dipengaruhi oleh perilaku dan faktor lingkungan seperti keberadaan kualitas sanitasi yang
tidak memenuhi syarat kesehatan. Untuk itu penulis melakukan penelitian bagaimana
hubungan perilaku dan kualitas sarana sanitasi pada penderita diare. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui : 1) Hubungan perilaku masyarakat, 2) Hubungan kualitas
penyediaan air bersih, 3) Hubungan kualitas jamban keluarga, 4) Hubungan kualitas tempat
pembuangan sampah, 5) Hubungan kualitas saluran pembuangan air limbah. Jumlah
sampel sebanyak 60 sampel yang terdiri dari kasus 30 orang dan kontrol 30 orang.
Pengambilan data melalui wawancara dengan menggunakan kuisioner/ceklis. Dalam
melakukan analisa data, untuk mengetahui hubungan antara variabel penilitian dilakukan
uji statistik chi square. Untuk mengetahui besar risiko kejadian Diare yaitu dengan
menghitung OR dan 95% CI. Kemudian untuk mengetahui faktor yang paling dominan
atau yang paling berpengaruh dilakukan uji Regresi Logistic.
Hasil penelitian dari hasil uji statistik menyatakan bahwa ada hubungan yang
bermakna antara tindakan mencuci tangan sebelum makan dengan kejadian diare pada
responden di Puskesmas Imbi, dimana P = 0,01 < a 0,05. Pada responden yang memiliki
tindakan mencuci tangan setelah buang air besar, menyatakan bahwa ada hubungan yang
bermakna antara tindakan mencuci tangan setelah BAB dengan kejadian diare di
Puskesmas Imbi, dimana P = 0,00 < 0,05. Pada responden yang memiliki tindakan minum
air menyatakan ada hubungan antara tindakan minum air dengan kejadian diare pada
responden di Puskesmas Imbi, dimana P = 0,00 < a 0,05. Hubungan antara sanitasi sarana
air bersih menyatakan bahwa ada hubungan dengan kejadian diare pada responden di
Puskesmas Imbi, dimana P = 0,03 < a 0,05. Pada responden yang mengugunakan jamban
keluarga menyatakan bahwa ada hubungan antara penggunaan jamban dengan kejadian
penyakit diare pada responden di Puskesmas Imbi, di peroleh P = 0,03 < a 0,05. Hubungan
antara penggunaan tempat pembuangan sampah dengan kejadian penyakit diare pada
responden di Puskesmas Imbi, dimana P = 0,04 < a 0,05. Berdasarkan uji statistik
menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara penggunaan saluran pembuangan air limbah
dengan kejadian penyakit diare di Puskesmas Imbi, dimana P = 1,00 > a 0,05. Berdasarkan
uji Regresi Logistic dari beberapa variabel, maka diperoleh kebiasaan mencuci tangan
setelah BAB paling dominan berhubungan dengan kejadian diare pada responden di
Puskesmas Imbi. Hal ini dapat dilihat dengan hasil uji statistik Regresi Logistic diperoleh P
= 0,004 < a 0,05.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara tindakan
mencuci tangan sebelum makan, mencuci tangan sebelum setelah BAB, minum air dan
kualitas sarana sanitasi air bersih, jamban keluarga, tempat sampah dengan kejadian diare
sedangkan tidak ada hubungan antara saluran pembuangan air limbah dengan kejadian
diare pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Imbi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Diare atau mencret diartikan sebagai buang air besar yang lebih sering dari biasanya. Penyakit diare merupakan masalah kesehatan yang terjadi pada masyarakat yang dipengaruhi oleh perilaku dan faktor lingkungan seperti keberadaan kualitas sanitasi yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Untuk itu penulis melakukan penelitian bagaimana hubungan perilaku dan kualitas sarana sanitasi pada penderita diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) Hubungan perilaku masyarakat, 2) Hubungan kualitas penyediaan air bersih, 3) Hubungan kualitas jamban keluarga, 4) Hubungan kualitas tempat pembuangan sampah, 5) Hubungan kualitas saluran pembuangan air limbah. Jumlah sampel sebanyak 60 sampel yang terdiri dari kasus 30 orang dan kontrol 30 orang. Pengambilan data melalui wawancara dengan menggunakan kuisioner/ceklis. Dalam melakukan analisa data, untuk mengetahui hubungan antara variabel penilitian dilakukan uji statistik chi square. Untuk mengetahui besar risiko kejadian Diare yaitu dengan menghitung OR dan 95% CI. Kemudian untuk mengetahui faktor yang paling dominan atau yang paling berpengaruh dilakukan uji Regresi Logistic. Hasil penelitian dari hasil uji statistik menyatakan bahwa ada hubungan yang bermakna antara tindakan mencuci tangan sebelum makan dengan kejadian diare pada responden di Puskesmas Imbi, dimana P = 0,01 < a 0,05. Pada responden yang memiliki tindakan mencuci tangan setelah buang air besar, menyatakan bahwa ada hubungan yang bermakna antara tindakan mencuci tangan setelah BAB dengan kejadian diare di Puskesmas Imbi, dimana P = 0,00 < 0,05. Pada responden yang memiliki tindakan minum air menyatakan ada hubungan antara tindakan minum air dengan kejadian diare pada responden di Puskesmas Imbi, dimana P = 0,00 < a 0,05. Hubungan antara sanitasi sarana air bersih menyatakan bahwa ada hubungan dengan kejadian diare pada responden di Puskesmas Imbi, dimana P = 0,03 < a 0,05. Pada responden yang mengugunakan jamban keluarga menyatakan bahwa ada hubungan antara penggunaan jamban dengan kejadian penyakit diare pada responden di Puskesmas Imbi, di peroleh P = 0,03 < a 0,05. Hubungan antara penggunaan tempat pembuangan sampah dengan kejadian penyakit diare pada responden di Puskesmas Imbi, dimana P = 0,04 < a 0,05. Berdasarkan uji statistik menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara penggunaan saluran pembuangan air limbah dengan kejadian penyakit diare di Puskesmas Imbi, dimana P = 1,00 > a 0,05. Berdasarkan uji Regresi Logistic dari beberapa variabel, maka diperoleh kebiasaan mencuci tangan setelah BAB paling dominan berhubungan dengan kejadian diare pada responden di Puskesmas Imbi. Hal ini dapat dilihat dengan hasil uji statistik Regresi Logistic diperoleh P = 0,004 < a 0,05. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara tindakan mencuci tangan sebelum makan, mencuci tangan sebelum setelah BAB, minum air dan kualitas sarana sanitasi air bersih, jamban keluarga, tempat sampah dengan kejadian diare sedangkan tidak ada hubungan antara saluran pembuangan air limbah dengan kejadian diare pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Imbi. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email info@wanteknologi.com |
| Last Modified: | 02 Feb 2026 04:28 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/1316 |

