R. WAROMI, ERWIN (2003) SURVEI TENTANG SUMUR GALI DI WILAYAH KELURAHAN SERUI JAYA DISTRIK YAPEN SELATAN KABUPATEN YAPEN WAROPEN TAHUN 2003. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.
ERWIN R. WAROMI.pdf
Download (3MB)
Abstract
Manusia dalam kehidupannya sehari-hari sangat memerlukan air. Untuk dapat menunjang kehidupan manusia, maka air harus bersih dan sehat memenuhi syarat kesehatan, baik kualitas maupun kuantitas. Sebab jika syarat tersebut tidak dipenuhi maka akan timbul penyakit yang bersumber air (Water Borne Diseases) seperti thypes, cholera, dysentri basiler, hepatitis, dan lain-lain.
Tujuan daripada penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas fisik sumur gali yang memenuhi syarat teknis dan mengetahui pengaruh konstruksi sumur gali terhadap kesehatan masyarakat yang ada di Kelurahan Serui Jaya. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif eksploratif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dari penelitian ini adalah semua sumur gali yang ada di Kelurahan Serui Jaya sebanyak 105 sumur gali atau total sampel.
Berdasarkan hasil penelitian yang kami lakukan terhadap 105 sampel, untuk jarak sumur terhadap sumber pencemar terdapat 30 sampel (28,6%) memenuhi syarat dan 75 sampel (71,4%) tidak memenuhi syarat untuk jarak sumur gali terhadap sumber pencemar. Kemudian untuk pengamatan dinding sumur gali terdapat 105 sampel, dengan hasil 32 sampel (30,5%) memenuhi syarat dan 73 sampel (69,5%) tidak memenuhi syarat untuk kriteria dinding sumur. Untuk lantai terdapat 28 sampel (26,7%) memenuhi syarat dan 77 sampel (73,3%) tidak memenuhi syarat. Untuk pengamatan bibir sumur terdapat 29,5% memenuhi syarat dan 74 sampel (70,5%) tidak memenuhi syarat. Kemudian SPAL terdapat 79 (79%) tidak memenuhi syarat dan 22 sampel (20,9%) memenuhi syarat, panjang SPAL (≥ 10 meter).
Dengan melihat hasil penelitian ini, dapat diberikan saran kepada masyarakat yang berdomisili di Kelurahan Serui Jaya agar membiasakan mengkonsumsi air yang bersih dan merebus air sebelum dikonsumsi. Alat-alat yang digunakan untuk mengambil air harus selalu higienis dan bersih dan tidak terjadi kontak langsung dengan tanah. Sumur gali yang dibuat oleh masyarakat harus mempertimbangkan jarak sumur gali dengan sumber pencemar. Bibir sumur, dinding sumur, lantai dan saluran pembuangan air limbah (SPAL). Bagi masyarakat yang membangun sumur gali tapi tidak mempunyai lantai dan bibir sumur yang permanen (di semen) hendaknya selalu memperhatikan kebersihan sekitar sumur. Bagi Politeknik Kesehatan Jayapura dalam melakukan PKL desa hendaknya di satu daerah saja tetapi perlu ke daerah lain yang ada di Papua. Pemerintah dalam hal ini dinas kesehatan harus berusaha memberikan pemahaman melalui penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya mengkonsumsi air bersih.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Manusia dalam kehidupannya sehari-hari sangat memerlukan air. Untuk dapat menunjang kehidupan manusia, maka air harus bersih dan sehat memenuhi syarat kesehatan, baik kualitas maupun kuantitas. Sebab jika syarat tersebut tidak dipenuhi maka akan timbul penyakit yang bersumber air (Water Borne Diseases) seperti thypes, cholera, dysentri basiler, hepatitis, dan lain-lain. Tujuan daripada penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas fisik sumur gali yang memenuhi syarat teknis dan mengetahui pengaruh konstruksi sumur gali terhadap kesehatan masyarakat yang ada di Kelurahan Serui Jaya. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif eksploratif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dari penelitian ini adalah semua sumur gali yang ada di Kelurahan Serui Jaya sebanyak 105 sumur gali atau total sampel. Berdasarkan hasil penelitian yang kami lakukan terhadap 105 sampel, untuk jarak sumur terhadap sumber pencemar terdapat 30 sampel (28,6%) memenuhi syarat dan 75 sampel (71,4%) tidak memenuhi syarat untuk jarak sumur gali terhadap sumber pencemar. Kemudian untuk pengamatan dinding sumur gali terdapat 105 sampel, dengan hasil 32 sampel (30,5%) memenuhi syarat dan 73 sampel (69,5%) tidak memenuhi syarat untuk kriteria dinding sumur. Untuk lantai terdapat 28 sampel (26,7%) memenuhi syarat dan 77 sampel (73,3%) tidak memenuhi syarat. Untuk pengamatan bibir sumur terdapat 29,5% memenuhi syarat dan 74 sampel (70,5%) tidak memenuhi syarat. Kemudian SPAL terdapat 79 (79%) tidak memenuhi syarat dan 22 sampel (20,9%) memenuhi syarat, panjang SPAL (≥ 10 meter). Dengan melihat hasil penelitian ini, dapat diberikan saran kepada masyarakat yang berdomisili di Kelurahan Serui Jaya agar membiasakan mengkonsumsi air yang bersih dan merebus air sebelum dikonsumsi. Alat-alat yang digunakan untuk mengambil air harus selalu higienis dan bersih dan tidak terjadi kontak langsung dengan tanah. Sumur gali yang dibuat oleh masyarakat harus mempertimbangkan jarak sumur gali dengan sumber pencemar. Bibir sumur, dinding sumur, lantai dan saluran pembuangan air limbah (SPAL). Bagi masyarakat yang membangun sumur gali tapi tidak mempunyai lantai dan bibir sumur yang permanen (di semen) hendaknya selalu memperhatikan kebersihan sekitar sumur. Bagi Politeknik Kesehatan Jayapura dalam melakukan PKL desa hendaknya di satu daerah saja tetapi perlu ke daerah lain yang ada di Papua. Pemerintah dalam hal ini dinas kesehatan harus berusaha memberikan pemahaman melalui penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya mengkonsumsi air bersih. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email info@wanteknologi.com |
| Last Modified: | 02 Feb 2026 04:34 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/1320 |

