BUMA, FAHRUL (2014) HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN PAGI, ASUPAN GIZI REMAJA DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA ANAK REMAJA PUTRI USIA 14 - 19 TAHUN DI SMA N 2 SKANTO KABUPATEN KEEROM TAHUN 2014. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.

[thumbnail of SKRIPSI] Text (SKRIPSI)
FAHRUL BUMA.pdf

Download (6MB)

Abstract

Remaja putri yang menderita anemia dapat mengalami gangguan
pertumbuhan, penurunan konsentrasi belajar, kurang bersemangat dalam beraktifitas karena cepat merasa lelah. Defisiensi besi dapat mempengaruhi pemusatan perhatian, kecerdasan dan prestasi belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan pagi remaja dengan kejadian anemia pada remaja usia 14 - 19 tahun di SMA N 2 Distrik Skanto
Kabupaten Keerom.
Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2014, bertempat di SMA N 2
Skanto dengan pendekatan Crossectional Study. Sampel pada penelitian ini adalah siswi kelas XI dan XII sejumlah 39 remaja putri. Kejadian anemia diukur menggunakan pemeriksaan laboratorium yang menggunakan metode sahli, kebiasaan sarapan pagi diukur menggunakan recall, dan analisis data menggunakan Chi - square.
Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa kejadian anemia siswi SMA N 2 Skanto 38 orang (97,6 %) remaja mengalami anemia. Tingkat kebiasaan sarapan pagi 82,1 % remaja sering sarapan pagi. Dari hasil uji chi - square diperoleh nilai P-value: 0,636 antara kejadian anemia dengan kebiasaan sarapan pagi.

Kesimpulan dari penelitian ini: tidak terdapat hubungan antara Kejadian Anemia dengan Kebiasaan Sarapan Pagi pada Remaja putri usia 14 - 19 tahun di SMA N 2 Skanto Kabupaten Keerom.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Remaja putri yang menderita anemia dapat mengalami gangguan pertumbuhan, penurunan konsentrasi belajar, kurang bersemangat dalam beraktifitas karena cepat merasa lelah. Defisiensi besi dapat mempengaruhi pemusatan perhatian, kecerdasan dan prestasi belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan pagi remaja dengan kejadian anemia pada remaja usia 14 - 19 tahun di SMA N 2 Distrik Skanto Kabupaten Keerom. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2014, bertempat di SMA N 2 Skanto dengan pendekatan Crossectional Study. Sampel pada penelitian ini adalah siswi kelas XI dan XII sejumlah 39 remaja putri. Kejadian anemia diukur menggunakan pemeriksaan laboratorium yang menggunakan metode sahli, kebiasaan sarapan pagi diukur menggunakan recall, dan analisis data menggunakan Chi - square. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa kejadian anemia siswi SMA N 2 Skanto 38 orang (97,6 %) remaja mengalami anemia. Tingkat kebiasaan sarapan pagi 82,1 % remaja sering sarapan pagi. Dari hasil uji chi - square diperoleh nilai P-value: 0,636 antara kejadian anemia dengan kebiasaan sarapan pagi. Kesimpulan dari penelitian ini: tidak terdapat hubungan antara Kejadian Anemia dengan Kebiasaan Sarapan Pagi pada Remaja putri usia 14 - 19 tahun di SMA N 2 Skanto Kabupaten Keerom.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email info@wanteknologi.com
Last Modified: 02 Feb 2026 05:00
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/1325

Actions (login required)

View Item
View Item