ADAM KHOLIK, SIDIK (2003) EFEKTIVITAS DETENSI WAKTU PENANAMAN ENCENG GONDOK (Eichornia crassipes) TERHADAP PENURUNAN KADAR BOD AIR LIMBAH RUMAH TANGGA (DOMESTIK) DI PERUMAHAN KOMPLEKS PLN PADANG BULAN ABEPURA JAYAPURA TAHUN 2003. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.
SIDIK ADAM KHOLIK.pdf
Download (11MB)
Abstract
Perkembangan jumlah penduduk dan aktivitas manusia dari tahun ke tahun terus meningkat, sehingga menyebabkan masalah yang ditimbulkan oleh air limbah semakin besar dan kompleks, baik oleh hasil buangan industri maupun rumah tangga. Permasalahan air limbah ini tidak hanya mengancam aspek keindahan dan kebersihan saja, tetapi jauh akan memberikan dampak negatif bagi kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat bila terlambat dalam mengantisipasi.
Survei pendahuluan diperoleh data pengukuran kadar DO segera di Kompleks PLN Padang Bulan Abepura Jayapura. Melihat kondisi ini diperlukan pemikiran lebih lanjut untuk mencari pemecahan masalah bagaimana limbah dapat diolah, sehingga kompleksnya permasalahan air limbah dapat diminimalkan. Salah satu sistem pengolahan air limbah secara sederhana yaitu dengan memanfaatkan tanaman enceng gondok sebagai proses biologis.
Penelitian ini bertujuan khusus untuk mengetahui detensi waktu yang efektif terhadap penurunan kadar BOD air limbah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian bersifat eksperimen dengan desain one group pretest–posttest. Sedangkan untuk menguji hipotesa dengan menggunakan uji statistik Product Moment Correlation Pearson dengan derajat kepercayaan 0,05.
Data hasil pengukuran rata-rata BOD sebelum perlakuan 63,5 mg/l dan sesudah perlakuan 32,98 mg/l, berarti ada penurunan sebesar 48,06%. Dari hasil pengamatan dapat diketahui detensi waktu yang paling efektif terhadap penurunan kadar BOD air limbah terjadi pada hari ke-6 yaitu 10,7 mg/l, dengan persentase penurunan 83,2%.
Analisa data dengan menggunakan uji Korelasi Pearson menunjukkan bahwa r hitung (0,311) < r tabel (0,811), yang berarti H0 diterima dan H1 ditolak, sehingga tidak terdapat hubungan detensi waktu penanaman enceng gondok terhadap penurunan kadar BOD air limbah.
Namun penanaman enceng gondok ini kami sarankan dapat diterapkan oleh pemerintah, pemilik industri, dan masyarakat dalam mengurangi tingkat pencemaran oleh bahan-bahan buangan berupa air limbah.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Perkembangan jumlah penduduk dan aktivitas manusia dari tahun ke tahun terus meningkat, sehingga menyebabkan masalah yang ditimbulkan oleh air limbah semakin besar dan kompleks, baik oleh hasil buangan industri maupun rumah tangga. Permasalahan air limbah ini tidak hanya mengancam aspek keindahan dan kebersihan saja, tetapi jauh akan memberikan dampak negatif bagi kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat bila terlambat dalam mengantisipasi. Survei pendahuluan diperoleh data pengukuran kadar DO segera di Kompleks PLN Padang Bulan Abepura Jayapura. Melihat kondisi ini diperlukan pemikiran lebih lanjut untuk mencari pemecahan masalah bagaimana limbah dapat diolah, sehingga kompleksnya permasalahan air limbah dapat diminimalkan. Salah satu sistem pengolahan air limbah secara sederhana yaitu dengan memanfaatkan tanaman enceng gondok sebagai proses biologis. Penelitian ini bertujuan khusus untuk mengetahui detensi waktu yang efektif terhadap penurunan kadar BOD air limbah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian bersifat eksperimen dengan desain one group pretest–posttest. Sedangkan untuk menguji hipotesa dengan menggunakan uji statistik Product Moment Correlation Pearson dengan derajat kepercayaan 0,05. Data hasil pengukuran rata-rata BOD sebelum perlakuan 63,5 mg/l dan sesudah perlakuan 32,98 mg/l, berarti ada penurunan sebesar 48,06%. Dari hasil pengamatan dapat diketahui detensi waktu yang paling efektif terhadap penurunan kadar BOD air limbah terjadi pada hari ke-6 yaitu 10,7 mg/l, dengan persentase penurunan 83,2%. Analisa data dengan menggunakan uji Korelasi Pearson menunjukkan bahwa r hitung (0,311) < r tabel (0,811), yang berarti H0 diterima dan H1 ditolak, sehingga tidak terdapat hubungan detensi waktu penanaman enceng gondok terhadap penurunan kadar BOD air limbah. Namun penanaman enceng gondok ini kami sarankan dapat diterapkan oleh pemerintah, pemilik industri, dan masyarakat dalam mengurangi tingkat pencemaran oleh bahan-bahan buangan berupa air limbah. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email info@wanteknologi.com |
| Last Modified: | 02 Feb 2026 04:51 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/1328 |

