FITRIYANI, NUR (2014) HUBUNGAN PENYAKIT MALARIA DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA ORANG DEWASA UMUR 20 SAMPAI 45 TAHUN DI PUSKESMAS ARSO III DISTRIK SKANTO KABUPATEN KEEROM. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.

[thumbnail of SKRIPSI] Text (SKRIPSI)
NUR FITRIYANI.pdf

Download (5MB)

Abstract

Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa parasit yang merupakan golongan Plasmodium, dimana proses penularannya melalui gigitan nyamuk Anopheles. Anemia merupakan suatu keadaan di mana kadar hemoglobin (Hb) daalam darah kurang dari normal.

Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2014, bertempat di Puskesmas Arso III Distrik Skanto Kabupaten Kerom menggunakan Crossectional Study. Sampel pada penelitian ini adalah msayarakat sejumlah 83 orang dewasa. Karakteristik diukur menggunakan kuisioner, malaria diukur menggunakan pemeriksaan laboratorium dan anemia diukur menggunakan pemeriksaan laboratorium.

Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa orang dewasa yang
mengalami malaria dan anemia yaitu sampel yang malaria dengan anemia sebanyak 46 orang (95,8 %), sedangkan yang malaria dengan tidak anemia sebanyak 2 orang (4,2 %), dan yang tidak malaria dengan anemia sebanyak 34 orang (99,1 %). Sedangkan yang tidak malaria dengan tidak anemia sebanyak 1 orang (2,9 %). Dari hasil uji chi-square diperoleh nilai p 0,618 antara penyakit malaria dengan kejadian anemia.

Kesimpulan pada penelitian ini : tidak terdapat hubungan antara penyakit malaria dengan kejadian anemia di Puskesmas Arso III Distrik Skanto Kabupaten Keerom.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa parasit yang merupakan golongan Plasmodium, dimana proses penularannya melalui gigitan nyamuk Anopheles. Anemia merupakan suatu keadaan di mana kadar hemoglobin (Hb) daalam darah kurang dari normal. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2014, bertempat di Puskesmas Arso III Distrik Skanto Kabupaten Kerom menggunakan Crossectional Study. Sampel pada penelitian ini adalah msayarakat sejumlah 83 orang dewasa. Karakteristik diukur menggunakan kuisioner, malaria diukur menggunakan pemeriksaan laboratorium dan anemia diukur menggunakan pemeriksaan laboratorium. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa orang dewasa yang mengalami malaria dan anemia yaitu sampel yang malaria dengan anemia sebanyak 46 orang (95,8 %), sedangkan yang malaria dengan tidak anemia sebanyak 2 orang (4,2 %), dan yang tidak malaria dengan anemia sebanyak 34 orang (99,1 %). Sedangkan yang tidak malaria dengan tidak anemia sebanyak 1 orang (2,9 %). Dari hasil uji chi-square diperoleh nilai p 0,618 antara penyakit malaria dengan kejadian anemia. Kesimpulan pada penelitian ini : tidak terdapat hubungan antara penyakit malaria dengan kejadian anemia di Puskesmas Arso III Distrik Skanto Kabupaten Keerom.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email info@wanteknologi.com
Last Modified: 02 Feb 2026 07:41
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/1367

Actions (login required)

View Item
View Item