WARKAWANI, FIKTOR MIKHAEL (1997) IDENTIFIKASI PENGGUNAAN PEMANIS BUATAN SAKARIN DAN SIKLAMAT DALAM MINUMAN JAJANAN ANAK SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN JAYAPURA UTARA KOTAMADYA JAYAPURA. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
FIKTOR MIKHAEL WARKAWANI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (14MB)

Abstract

Penelitian survey dengan pendekatan laboratorium sebagai bahan karya tulis ini dilaksanakan pada Sekolah-sekolah dasar di kecamatan Jayapura Utara Kotamadya Jayapura, bertujuan untuk mengetahui apakah zat pemanis buatan sakarin dan siklamat masih digunakan pada minuman jajanan itu sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI No.208/Menkes/Per/IV/1985 dan Peraturan menteri Kesehatan RI No.722/Menkes/Per/IX/1988.

Pada kenyataannya anak tidak dapat dipisahkan dari makanan dan minuman jajanan, dimana makanan dan minuman jajanan belum sepenuhnya memenuhi persyaratan kualitas gizi dan cemaran, serta ditunjang semakin meningkatnya pemakaian zat pemanis buatan. hal inilah yang menjadi latar belakang penulis dalam menyusun Karya Tulis ini.

Dalam mengidentifikasi zat pemanis buatan sakarin dan siklamat menggunakan metode kromatografi lapis tipis dengan lempeng tembaga dimana sampel diambil dari pedagang es sirup dilingkungan sekolah dasar lalu diidentifikasi dan dibandingkan dengan sampel baku. Warna merah muda menunjukkan adanya zat pemanis siklamat. Sedangkan warna biru muda menunjukkan adanya zat pemanis sakarin.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 19 sampel yang diambil dari 23 Sekolah dasar menunjukkan bahwa penggunaan akan zat pemanis buatan sakarin dan siklamat adalah negatif.

Tidak adanya penggunaan zat pemanis buatan tersebut pada es sirup harus tetap diwaspadai akan penggunaannya karena akan menyebabkan penyakit kanker pada manusia dalam jangka waktu lama.

Perlu adanya peningkatan penyuluhan dan pengawasan agar penggunaan zat pemanis tetap tidak digunakan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Penelitian survey dengan pendekatan laboratorium sebagai bahan karya tulis ini dilaksanakan pada Sekolah-sekolah dasar di kecamatan Jayapura Utara Kotamadya Jayapura, bertujuan untuk mengetahui apakah zat pemanis buatan sakarin dan siklamat masih digunakan pada minuman jajanan itu sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI No.208/Menkes/Per/IV/1985 dan Peraturan menteri Kesehatan RI No.722/Menkes/Per/IX/1988. Pada kenyataannya anak tidak dapat dipisahkan dari makanan dan minuman jajanan, dimana makanan dan minuman jajanan belum sepenuhnya memenuhi persyaratan kualitas gizi dan cemaran, serta ditunjang semakin meningkatnya pemakaian zat pemanis buatan. hal inilah yang menjadi latar belakang penulis dalam menyusun Karya Tulis ini. Dalam mengidentifikasi zat pemanis buatan sakarin dan siklamat menggunakan metode kromatografi lapis tipis dengan lempeng tembaga dimana sampel diambil dari pedagang es sirup dilingkungan sekolah dasar lalu diidentifikasi dan dibandingkan dengan sampel baku. Warna merah muda menunjukkan adanya zat pemanis siklamat. Sedangkan warna biru muda menunjukkan adanya zat pemanis sakarin. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 19 sampel yang diambil dari 23 Sekolah dasar menunjukkan bahwa penggunaan akan zat pemanis buatan sakarin dan siklamat adalah negatif. Tidak adanya penggunaan zat pemanis buatan tersebut pada es sirup harus tetap diwaspadai akan penggunaannya karena akan menyebabkan penyakit kanker pada manusia dalam jangka waktu lama. Perlu adanya peningkatan penyuluhan dan pengawasan agar penggunaan zat pemanis tetap tidak digunakan.
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email info@wanteknologi.com
Last Modified: 05 Jan 2026 02:51
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/137

Actions (login required)

View Item
View Item