SUKARTINI, ETI (2015) POLA PENGOBATAN HALOPERIDOL BAGI PASIEN SKIZOFRENIA DI RUANGAN RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA DAERAH ABEPURA PERIODE OKTOBER 2014 - MARET 2015. Diploma thesis, Politelnik Kesehatan Kemenkes Jayapura.

[thumbnail of SKRIPSI] Text (SKRIPSI)
5 Eti Sukartini_compressed.pdf

Download (9MB)

Abstract

Skizofrenia adalah penyakit neurologis yang mempengaruhi persepsi pasien, cara berpikir, bahasa, emosi, dan perilaku sosialnya. Butuh waktu lama sampai skizofrenia terdiagnosis, hal ini dikarenakan skizofrenia menunjukkan gejala yang tidak umum. Haloperidol adalah obat antipsikotik yang digunakan dalam pengobatan skizofrenia, psikosis akut, amukan dari penderita, penurunan kesadaran, mual dan muntah dalam perawatan paliatif, cegukan keras,dan kecemasan Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana pola pengobatan Haloperidol bagi pasien skizofrenia di Ruang Rawat Inap RSJD Abepura Penelitian ini adalah penelitian survey deskriptif dengan pendekatan Retrospektif. Instrumen penelitian ini menggunakan kuiesioner dengan jumlah responden sebanyak 93 orang.
Hasil penelitian menunjukkan Terapi pengobatan tunggal Haloperidol sebanyak 15 orang (16,1%), terapi pengobatan kombinasi dengan Haloperidol sebanyak 78 orang (83,9%.).Pengobatan tipikal sebanyak 15 orang (16,1%), pengobatan atipikal sebanyak 32 orang (34,4%), pengobatan tipikal-atipikal sebanyak 46 orang (49,5%). Keadaan pasien setelah minum obat Haloperidol sebanyak 89 orang (95,7%) keadaan membaik, sebanyak 4 orang (4,3%) keadaan kurang baik.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pemberian Haloperidol saat ini yang adadi RSJD Abepura lebih banyak digunakan terapi kombinasi dengan obat lain baik antipsikotik tipikal maupuna atipikal, dengan pemberian kombinasi diharapkan dapat mengurangi efek samping dari pemberian terapi tunggal.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Skizofrenia adalah penyakit neurologis yang mempengaruhi persepsi pasien, cara berpikir, bahasa, emosi, dan perilaku sosialnya. Butuh waktu lama sampai skizofrenia terdiagnosis, hal ini dikarenakan skizofrenia menunjukkan gejala yang tidak umum. Haloperidol adalah obat antipsikotik yang digunakan dalam pengobatan skizofrenia, psikosis akut, amukan dari penderita, penurunan kesadaran, mual dan muntah dalam perawatan paliatif, cegukan keras,dan kecemasan Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana pola pengobatan Haloperidol bagi pasien skizofrenia di Ruang Rawat Inap RSJD Abepura Penelitian ini adalah penelitian survey deskriptif dengan pendekatan Retrospektif. Instrumen penelitian ini menggunakan kuiesioner dengan jumlah responden sebanyak 93 orang. Hasil penelitian menunjukkan Terapi pengobatan tunggal Haloperidol sebanyak 15 orang (16,1%), terapi pengobatan kombinasi dengan Haloperidol sebanyak 78 orang (83,9%.).Pengobatan tipikal sebanyak 15 orang (16,1%), pengobatan atipikal sebanyak 32 orang (34,4%), pengobatan tipikal-atipikal sebanyak 46 orang (49,5%). Keadaan pasien setelah minum obat Haloperidol sebanyak 89 orang (95,7%) keadaan membaik, sebanyak 4 orang (4,3%) keadaan kurang baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pemberian Haloperidol saat ini yang adadi RSJD Abepura lebih banyak digunakan terapi kombinasi dengan obat lain baik antipsikotik tipikal maupuna atipikal, dengan pemberian kombinasi diharapkan dapat mengurangi efek samping dari pemberian terapi tunggal.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email info@wanteknologi.com
Last Modified: 02 Feb 2026 08:18
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/1379

Actions (login required)

View Item
View Item