Nugrahani, Esti (1997) HUBUNGAN PENDAPATAN KELUARGA, PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DAN POLA KONSUMSI DENGAN STATUS GIZI IBU HAMIL DI KELURAHAN WAENA KECAMATAN ABEPURA КОТАMADYA DATI II JAYAPURA. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.
ESTI NUGRAHANI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (25MB)
Abstract
Di Indonesia masalah gizi kurang masih merupakan masalah kesehatan masyarakat, terutama anak dan ibu hamil yang merupakan golongan rentan terhadap penyakit akibat kekurangan gizi, sehingga perlu pengawasan yang ketat. Timbulnya masalah gizi pada ibu hamil ini, karena di beberapa daerah di Indonesia, masih ada kelompok masyarakat yang membatasi pemberian makan ibu hamil. Sehingga kebutuhan akan zat gizi bagi si ibu tidak terpenuhi.
Kekurangan gizi pada ibu hamil sangat berkaitan erat dengan Berat Bayi Baru Lahir Rendah (BBLR) yang merupakan salah satu penyebab tingginya angka kematian bayi di Indonesia.
Ibu hamil yang mempunyai resiko KEK (Kekurangan Energi Kronik), cenderung akan melahirkan bayi yang BBLR. Dikelurahan Waena masih ditemui masalah yang menyangkut status gizi ibu hamil. Berdasarkan data dari BKIA Puskesmas Waena diperoleh informasi bahwa di wilayah tersebut masih terdapat 17 ibu hamil yang beresiko KEK.
Salah satu cara yang dapat digunakan untuk memantau perubahan
status gizi terhadap ibu hamil yang beresiko KEK adalah dengan pengukuran LILA (Lingkar Lengan Atas).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pendapatan keluarga, pengetahuan ibu tentang gizi dan pola konsumsi terhadap status gizi ibu hamil. Sampel dari penelitian ini adalah ibu hamil yang mempunyai umur kehamilan 4- 8 bulan dan yang memeriksakan kehamilannya di puskesmas Waena pada bulan Oktober 1997. Jumlah sampel yang diambil adalah sebanyak 30 ibu hamil yang dilakukan secara random atau acak. Pengumpulan data menggunakan quisioner tidak berstruktur yang dikumpulkan sesuai dengan aspekyang diteliti dan dilakukan dengan uji khi-kuadrat yang kemudian dilanjutkan dengan uji phi apabila terdapat hubungan yang bermakna.
Dari hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara pendapatan keluarga dengan status gizi ibu hamil. Dan terdapat hubungan yang bermakna antara pola konsumsi ibu hamil dengan status gizinya. Dimana tingkat kemaknaannya 41,36%.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Di Indonesia masalah gizi kurang masih merupakan masalah kesehatan masyarakat, terutama anak dan ibu hamil yang merupakan golongan rentan terhadap penyakit akibat kekurangan gizi, sehingga perlu pengawasan yang ketat. Timbulnya masalah gizi pada ibu hamil ini, karena di beberapa daerah di Indonesia, masih ada kelompok masyarakat yang membatasi pemberian makan ibu hamil. Sehingga kebutuhan akan zat gizi bagi si ibu tidak terpenuhi. Kekurangan gizi pada ibu hamil sangat berkaitan erat dengan Berat Bayi Baru Lahir Rendah (BBLR) yang merupakan salah satu penyebab tingginya angka kematian bayi di Indonesia. Ibu hamil yang mempunyai resiko KEK (Kekurangan Energi Kronik), cenderung akan melahirkan bayi yang BBLR. Dikelurahan Waena masih ditemui masalah yang menyangkut status gizi ibu hamil. Berdasarkan data dari BKIA Puskesmas Waena diperoleh informasi bahwa di wilayah tersebut masih terdapat 17 ibu hamil yang beresiko KEK. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk memantau perubahan status gizi terhadap ibu hamil yang beresiko KEK adalah dengan pengukuran LILA (Lingkar Lengan Atas). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pendapatan keluarga, pengetahuan ibu tentang gizi dan pola konsumsi terhadap status gizi ibu hamil. Sampel dari penelitian ini adalah ibu hamil yang mempunyai umur kehamilan 4- 8 bulan dan yang memeriksakan kehamilannya di puskesmas Waena pada bulan Oktober 1997. Jumlah sampel yang diambil adalah sebanyak 30 ibu hamil yang dilakukan secara random atau acak. Pengumpulan data menggunakan quisioner tidak berstruktur yang dikumpulkan sesuai dengan aspekyang diteliti dan dilakukan dengan uji khi-kuadrat yang kemudian dilanjutkan dengan uji phi apabila terdapat hubungan yang bermakna. Dari hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara pendapatan keluarga dengan status gizi ibu hamil. Dan terdapat hubungan yang bermakna antara pola konsumsi ibu hamil dengan status gizinya. Dimana tingkat kemaknaannya 41,36%. |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email info@wanteknologi.com |
| Last Modified: | 05 Jan 2026 03:08 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/140 |

