RANI, NELLA (2015) UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK AIR HERBA MENIRAN (Phyllanthus niruri L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus. Diploma thesis, Politelnik Kesehatan Kemenkes Jayapura.

[thumbnail of SKRIPSI] Text (SKRIPSI)
15 Nella Rani_compressed.pdf

Download (8MB)

Abstract

Herba meniran biasanya dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional yang memiliki fungsi antara lain sebagai antibakteri atau antibiotik, antihepatotoksik, antipiretik, antiinflamasi, antivirus, diuretik, ekspektorant dan hiperglikemik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak air herba meniran sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan melihat ada tidaknya zona hambat. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar, yaitu dengan mengamati adanya zona hambat di sekitar kertas cakram yang menunjukkan tidak adanya pertumbuhan bakteri.
Ekstrak meniran yang di uji dibuat dengan pengenceran 20% b/v, 40% b/v, 60% b/v, 80% b/v dan 100% b/v. Setelah dilakukan pengujian, maka
diperoleh diameter daerah hambat (DDH) dan kemudian dihitung rata-rata (mean), varian dan standar defiasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak air herba meniran mempunyai aktivitas sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan rata-rata luas zona hambat adalah pada konsentrasi 20% sebesar 8 mm, konsentrasi 40% sebesar 9 mm, konsentrasi 60% sebesar 10,67 mm, konsentrasi 80% sebesar 9,33 mm dan pada konsentrasi 100% sebesar 10 mm.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Herba meniran biasanya dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional yang memiliki fungsi antara lain sebagai antibakteri atau antibiotik, antihepatotoksik, antipiretik, antiinflamasi, antivirus, diuretik, ekspektorant dan hiperglikemik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak air herba meniran sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan melihat ada tidaknya zona hambat. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar, yaitu dengan mengamati adanya zona hambat di sekitar kertas cakram yang menunjukkan tidak adanya pertumbuhan bakteri. Ekstrak meniran yang di uji dibuat dengan pengenceran 20% b/v, 40% b/v, 60% b/v, 80% b/v dan 100% b/v. Setelah dilakukan pengujian, maka diperoleh diameter daerah hambat (DDH) dan kemudian dihitung rata-rata (mean), varian dan standar defiasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak air herba meniran mempunyai aktivitas sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan rata-rata luas zona hambat adalah pada konsentrasi 20% sebesar 8 mm, konsentrasi 40% sebesar 9 mm, konsentrasi 60% sebesar 10,67 mm, konsentrasi 80% sebesar 9,33 mm dan pada konsentrasi 100% sebesar 10 mm.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email info@wanteknologi.com
Last Modified: 02 Feb 2026 15:27
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/1417

Actions (login required)

View Item
View Item