Nasrah and Apay, Frengky and Kismiyati and Felle, Zeth Roberth and Christi Tyas Utami, Theresia Febriana (2025) Hubungan antara tingkat stres dan kualitas tidur pada mahasiswa keperawatan tingkat akhir. Hubungan antara tingkat stres dan kualitas tidur pada mahasiswa keperawatan tingkat akhir, - (-): -. pp. 1-7. ISSN -

[thumbnail of Hubungan antara tingkat stres dan kualitas tidur pada mahasiswa keperawatan tingkat akhir] Text (Hubungan antara tingkat stres dan kualitas tidur pada mahasiswa keperawatan tingkat akhir)
2. Publikasi Penlit 2025_Hubungan_antara_Tingkat_Stres_.pdf
Restricted to Registered users only

Download (693kB)
Official URL: -

Abstract

Mahasiswa keperawatan tingkat akhir menghadapi tekanan akademik dan klinis yang tinggi, yang dapat berdampak pada kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dan kualitas tidur pada mahasiswa keperawatan tingkat akhir. Penelitian ini menggunakan desain cross setional. Sebanyak 48 mahasiswa semester VIII pada Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Jayapura dipilih secara acak. Tingkat stres diukur menggunakan Student Stress Inventory (SSI), sedangkan kualitas tidur dinilai menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data dianalisis dengan uji Chi-square, odds ratio (OR), dan uji t tidak berpasangan. Sebanyak 29,2% responden tergolong stres tinggi (skor SSI >96), sedangkan 50% memiliki kualitas tidur buruk (skor PSQI >5). Terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dan kualitas tidur (p=0,026; OR=5,92; 95% CI: 1,38–25,30). Selain itu, ditemukan perbedaan signifikan dalam durasi tidur (p= 0,023) dan skor total PSQI (p= 0,044) antara kelompok mahasiswa dengan kategori stres tinggi dan rendah. Mahasiswa dengan stres tinggi memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kualitas tidur buruk. Diperlukan intervensi institusional untuk membantu mahasiswa mengelola stres dan meningkatkan kualitas tidur, terutama menjelang akhir masa studi mereka.

Item Type: Article
Additional Information: Mahasiswa keperawatan tingkat akhir menghadapi tekanan akademik dan klinis yang tinggi, yang dapat berdampak pada kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dan kualitas tidur pada mahasiswa keperawatan tingkat akhir. Penelitian ini menggunakan desain cross setional. Sebanyak 48 mahasiswa semester VIII pada Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Jayapura dipilih secara acak. Tingkat stres diukur menggunakan Student Stress Inventory (SSI), sedangkan kualitas tidur dinilai menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data dianalisis dengan uji Chi-square, odds ratio (OR), dan uji t tidak berpasangan. Sebanyak 29,2% responden tergolong stres tinggi (skor SSI >96), sedangkan 50% memiliki kualitas tidur buruk (skor PSQI >5). Terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dan kualitas tidur (p=0,026; OR=5,92; 95% CI: 1,38–25,30). Selain itu, ditemukan perbedaan signifikan dalam durasi tidur (p= 0,023) dan skor total PSQI (p= 0,044) antara kelompok mahasiswa dengan kategori stres tinggi dan rendah. Mahasiswa dengan stres tinggi memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kualitas tidur buruk. Diperlukan intervensi institusional untuk membantu mahasiswa mengelola stres dan meningkatkan kualitas tidur, terutama menjelang akhir masa studi mereka.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email info@wanteknologi.com
Last Modified: 02 Mar 2026 04:03
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/1439

Actions (login required)

View Item
View Item