Han, Arifin (1997) HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KONSUMSI BAHAN MAKANAN TINGGI KANDUNGAN YODIUM DI DESA JAIFURI KECAMATAN SKANTO KABUPATEN JAYAPURA. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.
ARIFIN HAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (26MB)
Abstract
Kekurangan konsumsi bahan makanan tinggi kandungan yodium dalam waktu yang lama dapat mengakibatkan berbagai dampak, salah satu diantaranya adalah rendahnya Intelegency Question (I0) yang pada akhirnya dapat menghambat program wajib belajar 9 tahun. Program intervensi yang dijalankan pemerintah selama ini melalui dua cara, yaitu melalui suplementasi langsung larutan minyak beryodium dan fortifikasi bahan makanan dengan gamam beryodium
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu dengan konsumsi bahan makanan tinggi kandungan yodium. Obyek dari penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang ada di desa Jaifuri dengan jumlah sampel 87 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur yang dikumpulkan sesuai dengan aspek yang diteliti dan dilakukan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95%.
Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan ibu dengan konsumsi bahan makanan tinggi kandungan yodium dan tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan konsumsi bahan makanan tinggi kandungan yodium. Guna mempertajam penelitian ini penulis sarankan kepada peneliti lain yang ingin melanjutkan penelitian ini perlu dilakukan penelitian tentang kadar yodium dalam garam yang beredar dipasaran dan rumahtangga serta perlunya penyebaran informasi dan penyuluhan tentang manfaat mengkonsumsi. bahan makanan tinggi kandungan yodium.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Kekurangan konsumsi bahan makanan tinggi kandungan yodium dalam waktu yang lama dapat mengakibatkan berbagai dampak, salah satu diantaranya adalah rendahnya Intelegency Question (I0) yang pada akhirnya dapat menghambat program wajib belajar 9 tahun. Program intervensi yang dijalankan pemerintah selama ini melalui dua cara, yaitu melalui suplementasi langsung larutan minyak beryodium dan fortifikasi bahan makanan dengan gamam beryodium Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu dengan konsumsi bahan makanan tinggi kandungan yodium. Obyek dari penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang ada di desa Jaifuri dengan jumlah sampel 87 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur yang dikumpulkan sesuai dengan aspek yang diteliti dan dilakukan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan ibu dengan konsumsi bahan makanan tinggi kandungan yodium dan tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan konsumsi bahan makanan tinggi kandungan yodium. Guna mempertajam penelitian ini penulis sarankan kepada peneliti lain yang ingin melanjutkan penelitian ini perlu dilakukan penelitian tentang kadar yodium dalam garam yang beredar dipasaran dan rumahtangga serta perlunya penyebaran informasi dan penyuluhan tentang manfaat mengkonsumsi. bahan makanan tinggi kandungan yodium. |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email info@wanteknologi.com |
| Last Modified: | 05 Jan 2026 03:51 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/149 |

