INFANDI, ELISABETH (2026) MANAJEMEN KEBIDANAN PADA IBU DENGAN ABORTUS INCOMPLETUS DI RUANG KEBIDANAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DOK II JAYAPURA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.
ELISABETH INFANDI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (12MB)
Abstract
Dalam penulisan ini,penulis dapat menyimpulakan bahwa :
Setiap kasus kebidanan baik pada ibu hamil, bersalin maupun
nifas bahkan gangguan sistem reproduksi bila dilakukan
pengkajian yang sistematis dan benar maka penanganannya
dapat berlangsung dengan baik di mana dapat memberikan
pelayanan terbaik dan merupakan kepuasan bagi setiap
pasien yang dilayani.
Untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik, maka
manajemen kebidanan dalam bentuk asuhan kebidanan
merupakan metode yang tepat dalam pemecahan masalah
pasien.
b. Pelayanan yang baik tidak terlepas dari kemampuan teoritis
maupun keterampilan tenaga yang memberikan pelayanan
untuk itu Bidan dituntut lebih profesional di dalam menangani
setiap kasus kebidanan.
c. Selain kemampuan teoritis dan keterampilan tenaga maka
fasilitas penunjang seperti alat-alat/instrumen yang
71
diperlukan bagi suatu tindakan kebidanan pun sangat
diperlukan.
d. Ibu K.A. sebagai pasien dengan kasus abortus incompletus
dapat diberikan pelayanan di mana menurut penulis cukup
baik, maslah pasien teratasi dan boleh pulang pada hari ke-2
(kedua).
e. Manajemen kebidanan dalam bentuk asuhan kebidanan
merupakan pemberian asuhan yang yang berkesinambungan.
Untuk itu diharapkan semua petugas/bidan di Ruang Bersalin
harus benar-benar memahami tentang manajemen kebidanan
dan langkah-langkah atau tahap-tahap dalam manajemen
kebidanan. Di samping itu bekerja sama dalam tim sangat
diperlukan dalam menyelesaikan suatu masalah/kasus
kebidanan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Dalam penulisan ini,penulis dapat menyimpulakan bahwa : Setiap kasus kebidanan baik pada ibu hamil, bersalin maupun nifas bahkan gangguan sistem reproduksi bila dilakukan pengkajian yang sistematis dan benar maka penanganannya dapat berlangsung dengan baik di mana dapat memberikan pelayanan terbaik dan merupakan kepuasan bagi setiap pasien yang dilayani. Untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik, maka manajemen kebidanan dalam bentuk asuhan kebidanan merupakan metode yang tepat dalam pemecahan masalah pasien. b. Pelayanan yang baik tidak terlepas dari kemampuan teoritis maupun keterampilan tenaga yang memberikan pelayanan untuk itu Bidan dituntut lebih profesional di dalam menangani setiap kasus kebidanan. c. Selain kemampuan teoritis dan keterampilan tenaga maka fasilitas penunjang seperti alat-alat/instrumen yang 71 diperlukan bagi suatu tindakan kebidanan pun sangat diperlukan. d. Ibu K.A. sebagai pasien dengan kasus abortus incompletus dapat diberikan pelayanan di mana menurut penulis cukup baik, maslah pasien teratasi dan boleh pulang pada hari ke-2 (kedua). e. Manajemen kebidanan dalam bentuk asuhan kebidanan merupakan pemberian asuhan yang yang berkesinambungan. Untuk itu diharapkan semua petugas/bidan di Ruang Bersalin harus benar-benar memahami tentang manajemen kebidanan dan langkah-langkah atau tahap-tahap dalam manajemen kebidanan. Di samping itu bekerja sama dalam tim sangat diperlukan dalam menyelesaikan suatu masalah/kasus kebidanan. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 05 Jan 2026 07:15 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/153 |

