NAHUSONA, A.J (2013) HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERAN PERAWAT SEBAGAI PELAKSANA DALAM PENANGANAN PASIEN KEGAWATDARURATAN DENGAN GANGGUAN SISTEM KARDIOVASKULAR DI IGD RSUD JAYAPURA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.
A. J. NAHUSONA.pdf
Download (6MB)
Abstract
Latar Belakang: Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian terbesar di dunia, termasuk Indonesia. Penyebabnya pun beragam, selain pola hidup tak sehat, beberapa penyakit juga bisa memicu timbulnya penyakit ini (lifestyle.okezone.com). Pusponegoro (2002), mengungkapkan terjadi peningkatan jumlah pasien meninggal karena gangguan kardiovaskuler di Indonesia dimana pada tahun 2008 terdapat 2.535 pasien, 2.746 pasien pada tahun 2009, 2.961 pasien pada tahun 2010, dan 3.255 pasien 2012 dengan rata-rata peningkatan sebesar 8 % per tahun. Sedangkan di Instalasi Gawat Darurat RSUD Jayapura terdapat kunjungan pasien gawat darurat dengan gangguan sistem kardiovaskuler sebanyak 50 pasien pada tahun 2010 dan 200 pasien pada tahun 2011 dengan persentasi sebesar 5,95 % dari total kunjungan pasien di IGD RSUD Jayapura.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan terhadap peran perawat sebagai pelaksana dalam penanganan pasien kegawatdaruratan gangguan sistem kardiovaskuler di Instalasi Gawat Darurat RSUD Jayapura.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah perawat yang bekerja di Instalasi Gawat Darurat RSUD Jayapura yang berjumlah 22 orang. Analisa bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji statistic Spearman’s rho.
Hasil: Sesuai dengan hasil analisa Spearman’s rho didapatkan nilai koefisien korelasi dengan derajat kemaknaan p ≤ 0,05 adalah 0,455 (p = 0,033). Berdasarkan perbandingan dengan nilai koefisien korelasi pada tabel sebesar 0,428 menunjukkan bahwa rho hitung lebih besar daripada rho tabel, ini menunjukkan bahwa berarti terdapat hubungan antara pengetahuan terhadap peran perawat sebagai pelaksana.
Kesimpulan: Sebagian besar perawat di Instalasi Gawat Darurat RSUD Jayapura mempunyai tingkat pengetahuan dan peran sebagai pelaksana yang baik dalam penanganan pasien kegawatdaruratan dengan gangguan sistem kardiovaskular. Hal ini perlu dipertahankan sebagai upaya dalam meningkatkan mutu pelayanan keperawatan khususnya di Instalasi Gawat Darurat.
Kata kunci: Pengetahuan, peran perawat, kegawatdaruratan, sistem kardiovaskular
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Latar Belakang: Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian terbesar di dunia, termasuk Indonesia. Penyebabnya pun beragam, selain pola hidup tak sehat, beberapa penyakit juga bisa memicu timbulnya penyakit ini (lifestyle.okezone.com). Pusponegoro (2002), mengungkapkan terjadi peningkatan jumlah pasien meninggal karena gangguan kardiovaskuler di Indonesia dimana pada tahun 2008 terdapat 2.535 pasien, 2.746 pasien pada tahun 2009, 2.961 pasien pada tahun 2010, dan 3.255 pasien 2012 dengan rata-rata peningkatan sebesar 8 % per tahun. Sedangkan di Instalasi Gawat Darurat RSUD Jayapura terdapat kunjungan pasien gawat darurat dengan gangguan sistem kardiovaskuler sebanyak 50 pasien pada tahun 2010 dan 200 pasien pada tahun 2011 dengan persentasi sebesar 5,95 % dari total kunjungan pasien di IGD RSUD Jayapura. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan terhadap peran perawat sebagai pelaksana dalam penanganan pasien kegawatdaruratan gangguan sistem kardiovaskuler di Instalasi Gawat Darurat RSUD Jayapura. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah perawat yang bekerja di Instalasi Gawat Darurat RSUD Jayapura yang berjumlah 22 orang. Analisa bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji statistic Spearman’s rho. Hasil: Sesuai dengan hasil analisa Spearman’s rho didapatkan nilai koefisien korelasi dengan derajat kemaknaan p ≤ 0,05 adalah 0,455 (p = 0,033). Berdasarkan perbandingan dengan nilai koefisien korelasi pada tabel sebesar 0,428 menunjukkan bahwa rho hitung lebih besar daripada rho tabel, ini menunjukkan bahwa berarti terdapat hubungan antara pengetahuan terhadap peran perawat sebagai pelaksana. Kesimpulan: Sebagian besar perawat di Instalasi Gawat Darurat RSUD Jayapura mempunyai tingkat pengetahuan dan peran sebagai pelaksana yang baik dalam penanganan pasien kegawatdaruratan dengan gangguan sistem kardiovaskular. Hal ini perlu dipertahankan sebagai upaya dalam meningkatkan mutu pelayanan keperawatan khususnya di Instalasi Gawat Darurat. Kata kunci: Pengetahuan, peran perawat, kegawatdaruratan, sistem kardiovaskular |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 06 Jan 2026 08:14 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/167 |

