MANURUNG, LIBORA (2013) GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN KLIEN PRE OPERATIF FRAKTUR ANGGOTA GERAK DI RUANG BEDAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH JAYAPURA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.
LIBORA MANURUNG.pdf
Download (3MB)
Abstract
Latar Belakang: Tindakan pembedahan seringkali menjadi ancaman potensial
atau aktual bagi integritas seseorang. Hal ini disebabkan tindakan pembedahan dapat membangkitkan reaksi stress baik fisiologis maupun psikologis. Setiap pasien berbeda pandangan dalam menanggapi tindakan bedah atau operasi sehingga responnya berbeda-beda pula. Gejala kecemasan meliputi fisik, emosi dan kognitif. Kecemasan yang sering muncul pada pasien merupakan salah satu respon individu terhadap situasi yang mengancam atau mengganggu integritas diri.
Tujuan Penelitian: Untuk Untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan klien
preoperatif dengan fraktur tertutup anggota gerak yang akan dilakukan operasi di kamar bedah RSUD Jayapura.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan jumlah sampel 29 responden. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien pre operatif fraktur tertutup yang berada di ruang bedah RSUD Jayapura. Analisa data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase, kemudian ditarik kesimpulan.
Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat kecemasan pada klien dengan pre operatif fraktur tertutup di ruang bedah RSUD Jayapura sebagian besar adalah cemas ringan (90%), cemas sedang (3%), dan yang tidak mengalami kecemasan adalah (7%).
Kesimpulan: Sebagian besar klien pre operatif fraktur tertutup anggota gerak mengalami tingkat kecemasan ringan, maka perlu adanya kajian-kajian terhadap factor-faktor apa saja yang mempengaruhinya sehingga dapat diminimalisir melalui pendekatan terapeutik.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Latar Belakang: Tindakan pembedahan seringkali menjadi ancaman potensial atau aktual bagi integritas seseorang. Hal ini disebabkan tindakan pembedahan dapat membangkitkan reaksi stress baik fisiologis maupun psikologis. Setiap pasien berbeda pandangan dalam menanggapi tindakan bedah atau operasi sehingga responnya berbeda-beda pula. Gejala kecemasan meliputi fisik, emosi dan kognitif. Kecemasan yang sering muncul pada pasien merupakan salah satu respon individu terhadap situasi yang mengancam atau mengganggu integritas diri. Tujuan Penelitian: Untuk Untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan klien preoperatif dengan fraktur tertutup anggota gerak yang akan dilakukan operasi di kamar bedah RSUD Jayapura. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan jumlah sampel 29 responden. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien pre operatif fraktur tertutup yang berada di ruang bedah RSUD Jayapura. Analisa data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase, kemudian ditarik kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat kecemasan pada klien dengan pre operatif fraktur tertutup di ruang bedah RSUD Jayapura sebagian besar adalah cemas ringan (90%), cemas sedang (3%), dan yang tidak mengalami kecemasan adalah (7%). Kesimpulan: Sebagian besar klien pre operatif fraktur tertutup anggota gerak mengalami tingkat kecemasan ringan, maka perlu adanya kajian-kajian terhadap factor-faktor apa saja yang mempengaruhinya sehingga dapat diminimalisir melalui pendekatan terapeutik. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 06 Jan 2026 15:20 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/187 |

