KANIPA, TRESIA SANTI (2013) HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RSUD JAYAPURA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
TRESIA SANTI KANIPA.pdf

Download (7MB)

Abstract

Latar Belakang: Pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa membuat pasien menjadi shock dan stres. Berbagai respon psikologik dapat
terjadi dan yang sering muncul adalah perasaan cemas, bingung dan gelisah. Kecemasan adalah sensasi yang membingungkan dari kejadian yang akan dating yang muncul tanpa alasan. Oleh karena itu dalam menghadapi stress pasien diharapkan menggunakan mekanisme koping yang efektif.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui adanya hubungan mekanisme koping dengan tingkat kecemasan pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Jayapura.
Metode Penelitian: Menggunakan pendekatan cross sectional, yaitu suatu penelitian mempelajari hubungan dimana melakukan observasi pada waktu yang sama. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 32 pasien, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 pasien. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Ci Square.
Hasil Penelitian: Mekanisme koping maladaptif tingkat kecemasan sedang sebanyak 13 orang (68,4%) dan tingkat kecemasan ringan sebanyak 6 orang (31,6%), sedangkan mekanisme koping adaptif tingkat kecemasan ringan sebanyak 9 orang (69,2%) dan tingkat kecemasan sedang sebanyak 4 orang (30,8%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0,036 dengan hasil p value < 0,05.
Kesimpulan: Hubungan yang signifikan antara mekanisme koping dengan tingkat kecemasan pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Jayapura.

Kata Kunci : mekanisme koping, tingkat stress, pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Latar Belakang: Pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa membuat pasien menjadi shock dan stres. Berbagai respon psikologik dapat terjadi dan yang sering muncul adalah perasaan cemas, bingung dan gelisah. Kecemasan adalah sensasi yang membingungkan dari kejadian yang akan dating yang muncul tanpa alasan. Oleh karena itu dalam menghadapi stress pasien diharapkan menggunakan mekanisme koping yang efektif. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui adanya hubungan mekanisme koping dengan tingkat kecemasan pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Jayapura. Metode Penelitian: Menggunakan pendekatan cross sectional, yaitu suatu penelitian mempelajari hubungan dimana melakukan observasi pada waktu yang sama. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 32 pasien, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 pasien. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Ci Square. Hasil Penelitian: Mekanisme koping maladaptif tingkat kecemasan sedang sebanyak 13 orang (68,4%) dan tingkat kecemasan ringan sebanyak 6 orang (31,6%), sedangkan mekanisme koping adaptif tingkat kecemasan ringan sebanyak 9 orang (69,2%) dan tingkat kecemasan sedang sebanyak 4 orang (30,8%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p= 0,036 dengan hasil p value < 0,05. Kesimpulan: Hubungan yang signifikan antara mekanisme koping dengan tingkat kecemasan pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Jayapura. Kata Kunci : mekanisme koping, tingkat stress, pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa.
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 06 Jan 2026 15:35
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/189

Actions (login required)

View Item
View Item