TIAS UNTARI MEO, ELISABETH WAHYU (2017) UJI DAYA HAMBAT ESKTRAK DAUN RUMPUT TEKI (Cyperus rotundus L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.
ELISABETH WAHYU TIAS UNTARI MEO.pdf
Download (6MB)
Abstract
Latar Belakang. Rumput teki memiliki kandungan senyawa berupa antioksidan maupun senyawa lain yang diduga memiliki efek medis dan cukup potensial untuk dikembangkan sebagai obat. salah satu kandungan rumput teki adalah flavonoid yang dapat berperan sebagai antibiotik. Salah satu bakteri yang sensitif terhadap antibiotik adalah Staphylococcus aureus. Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen penyebab sebagian besar infeksi pada manusia, mulai dari infeksi kulit yang sangat sederhana sampai mampu menginfeksi sistem kekebalan tubuh.Tujuan Penelitian. Mengetahui daya hambat ekstrak daun rumput teki (Cyperus rotundus L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan melihat perbedaan daya hambat ekstrak daun rumput teki dengan konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, 100% terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.Metode Penelitian. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Umum Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura pada bulan Mei 2017.Hasil Penelitian. Zona hambat yang terbentuk pada pada konsentrasi 20%, 40%, 60% ≤ 12 mm, sedangkan konsentrasi 80% dan 100% tidak membentuk zona hambat. Hasil penelitian diatas jika dibandingkan dengan tabel CLSI masuk dalam kategori
resisten.Kesimpulan. Ekstrak daun rumput teki (Cyperus rotundus L.) tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan tidak ada perbedaan daya hambat ekstrak daun rumput teki dengan konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, 100% terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
Kata kunci : Ekstrak daun rumput teki, Flavonoid, Staphylococcus aureus
Daftar Pustaka : 24 (Tahun 1994-2017)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Latar Belakang. Rumput teki memiliki kandungan senyawa berupa antioksidan maupun senyawa lain yang diduga memiliki efek medis dan cukup potensial untuk dikembangkan sebagai obat. salah satu kandungan rumput teki adalah flavonoid yang dapat berperan sebagai antibiotik. Salah satu bakteri yang sensitif terhadap antibiotik adalah Staphylococcus aureus. Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen penyebab sebagian besar infeksi pada manusia, mulai dari infeksi kulit yang sangat sederhana sampai mampu menginfeksi sistem kekebalan tubuh.Tujuan Penelitian. Mengetahui daya hambat ekstrak daun rumput teki (Cyperus rotundus L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan melihat perbedaan daya hambat ekstrak daun rumput teki dengan konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, 100% terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.Metode Penelitian. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Umum Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura pada bulan Mei 2017.Hasil Penelitian. Zona hambat yang terbentuk pada pada konsentrasi 20%, 40%, 60% ≤ 12 mm, sedangkan konsentrasi 80% dan 100% tidak membentuk zona hambat. Hasil penelitian diatas jika dibandingkan dengan tabel CLSI masuk dalam kategori resisten.Kesimpulan. Ekstrak daun rumput teki (Cyperus rotundus L.) tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan tidak ada perbedaan daya hambat ekstrak daun rumput teki dengan konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, 100% terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Kata kunci : Ekstrak daun rumput teki, Flavonoid, Staphylococcus aureus Daftar Pustaka : 24 (Tahun 1994-2017) |
| Subjects: | R Medicine > RB Pathology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 07 Jan 2026 01:36 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/191 |

