HULDA BAGRE, MARICE (2017) IDENTIFIKASI MIKROFILARIA PADA PASIEN DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS DISTRIK BETAF KABUPATEN SARMI TAHUN 2017. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
MARICE HULDA BAGRE.pdf

Download (10MB)

Abstract

Latar Belakang Filariasis (Penyakit Kaki Gajah) adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria yang menyerang saluran dan kelenjar getah bening. Filariasis dapat merusak sistem limfe, menimbulkan pembengkakan pada tangan, kaki, glandulla mammae, dan scrotum, menimbulkan cacat seumur hidup serta stigma sosial bagi penderita dan keluarganya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Cacing Mikrofilaria diwilayah kerja Puskesmas Distrik Betaf Kabupaten Sarmi. Jenis penelitian ini adalah penelitian secara deskriptif studi kasus dengan mengunakan observasi hasil dari nilai pengamatan mikroskopis dari pewarnaan giemza. Populasi dalam penelitian ini adalah Pasien yang berisiko dan bersedia memeriksa tes darah mikrofilaria. Hasil penelitian yang diperoleh dari 10% (4 orang) dari penduduk kampung Biri II yang positif ada gejala klinis filariasis tidak ditemukan adanya microfilaria didalam darah (0%), dan pemeriksaan sampel terhadap 90% (36 orang) penduduk yang berisiko tidak ditemukan adanya microfilaria didalam darah (0%). Kesimpulan hasil pemeriksaan terhadap 16% penduduk Betaf yang berisiko adalah 0% (negatif) hal ini disebabkan karena pada bulan februari ada pengobatan masal yang dilaksanakan secara rutin selama lima ( 5 ) Tahun. Sehingga disarankan kepada instansi terkait untuk meningkatkan pengawasan, penyuluhan, dan pemeriksaan rutin terhadap Pasien yang positif ada gejala klinis untuk mendukung program eliminasi filariasis tahun 2020.

Kata kunci : Mikrofilaria, Puskesmas Sarmi, Elephantiasis
Daftar Pustaka : 94 (2010- 2016).

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Latar Belakang Filariasis (Penyakit Kaki Gajah) adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria yang menyerang saluran dan kelenjar getah bening. Filariasis dapat merusak sistem limfe, menimbulkan pembengkakan pada tangan, kaki, glandulla mammae, dan scrotum, menimbulkan cacat seumur hidup serta stigma sosial bagi penderita dan keluarganya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Cacing Mikrofilaria diwilayah kerja Puskesmas Distrik Betaf Kabupaten Sarmi. Jenis penelitian ini adalah penelitian secara deskriptif studi kasus dengan mengunakan observasi hasil dari nilai pengamatan mikroskopis dari pewarnaan giemza. Populasi dalam penelitian ini adalah Pasien yang berisiko dan bersedia memeriksa tes darah mikrofilaria. Hasil penelitian yang diperoleh dari 10% (4 orang) dari penduduk kampung Biri II yang positif ada gejala klinis filariasis tidak ditemukan adanya microfilaria didalam darah (0%), dan pemeriksaan sampel terhadap 90% (36 orang) penduduk yang berisiko tidak ditemukan adanya microfilaria didalam darah (0%). Kesimpulan hasil pemeriksaan terhadap 16% penduduk Betaf yang berisiko adalah 0% (negatif) hal ini disebabkan karena pada bulan februari ada pengobatan masal yang dilaksanakan secara rutin selama lima ( 5 ) Tahun. Sehingga disarankan kepada instansi terkait untuk meningkatkan pengawasan, penyuluhan, dan pemeriksaan rutin terhadap Pasien yang positif ada gejala klinis untuk mendukung program eliminasi filariasis tahun 2020. Kata kunci : Mikrofilaria, Puskesmas Sarmi, Elephantiasis Daftar Pustaka : 94 (2010- 2016).
Subjects: R Medicine > RB Pathology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 07 Jan 2026 04:42
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/221

Actions (login required)

View Item
View Item