GWIJANGGE, INNAH (2026) MANAJEMEN KEBIDANAN PADA IBU DENGAN HAEMORHAGIA POSTPARTUM DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAН ABЕPURA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.
INNAH GWIJANGGE.pdf
Restricted to Registered users only
Download (14MB)
Abstract
Haemorhagia postpartum (perdarahan postpartum)
adalah; perdarahan 500 cc atau lebih setelah kala tiga
(III) setelah lahir, atau perdarahan seberapapun
dengan gejala dan tanda-tanda syok.
Apabila pada ibu dengan Haemorhagia postpartum
tidak segera ditangani secara tepat dan benar, baik
manajemen maupun keterampilan penolong maka merupakan
peluang menimbulkan komplikasi pada ibu antara lain:
terjadi syok hypovolomik. Perdarahan banyak hingga
menyebabkan kematian pada ibu, ini merupakan akibat
yang paling fatal dan sering terjadi pada ibu
postpartum.
Berdasarkan Asuhan kebidanan yang penulis telah
laksanakan pada ibu dengan Haemorhagia postpartum dari
tanggal 19 September 2003 sampai dengan 20 September
2003. Penulis berusaha dapat menerapkan manajemen kebidanan secara maksimal sehingga dapat ditangani
dengan baik maka tidak terjadi komplikasi yang sangat
59
60
fatal. Namun sangatlah penting untuk mengantisipasi
dalam penanganan penderita dengan Haemorhagia
postpartum, serta pendidikan dan motivasi yang
diberikan oleh penulis sangat penting bagi klien dan
keluarga dalam rangka pencegahan timbulnya komplikasi.
Penanganan pada klien dengan Haemorhagia postpartum
dapat menggunakan manajemen kebidanan dalam Asuhan
kebidanan dengan menggunakan tujuh (7) langkah secara
cepat tepat dan benar serta profesional
mengetahui/mendeteksi adanya tanda atau gejala
komplikasi yang timbul serta mengetahui atau
mendeteksi adanya tanda atau gejala komplikasi yang
timbul serta mengetahui kebutuhan klien sangat
membantu dalam mengatasi masalah pada klien tersebut.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Haemorhagia postpartum (perdarahan postpartum) adalah; perdarahan 500 cc atau lebih setelah kala tiga (III) setelah lahir, atau perdarahan seberapapun dengan gejala dan tanda-tanda syok. Apabila pada ibu dengan Haemorhagia postpartum tidak segera ditangani secara tepat dan benar, baik manajemen maupun keterampilan penolong maka merupakan peluang menimbulkan komplikasi pada ibu antara lain: terjadi syok hypovolomik. Perdarahan banyak hingga menyebabkan kematian pada ibu, ini merupakan akibat yang paling fatal dan sering terjadi pada ibu postpartum. Berdasarkan Asuhan kebidanan yang penulis telah laksanakan pada ibu dengan Haemorhagia postpartum dari tanggal 19 September 2003 sampai dengan 20 September 2003. Penulis berusaha dapat menerapkan manajemen kebidanan secara maksimal sehingga dapat ditangani dengan baik maka tidak terjadi komplikasi yang sangat 59 60 fatal. Namun sangatlah penting untuk mengantisipasi dalam penanganan penderita dengan Haemorhagia postpartum, serta pendidikan dan motivasi yang diberikan oleh penulis sangat penting bagi klien dan keluarga dalam rangka pencegahan timbulnya komplikasi. Penanganan pada klien dengan Haemorhagia postpartum dapat menggunakan manajemen kebidanan dalam Asuhan kebidanan dengan menggunakan tujuh (7) langkah secara cepat tepat dan benar serta profesional mengetahui/mendeteksi adanya tanda atau gejala komplikasi yang timbul serta mengetahui atau mendeteksi adanya tanda atau gejala komplikasi yang timbul serta mengetahui kebutuhan klien sangat membantu dalam mengatasi masalah pada klien tersebut. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 07 Jan 2026 03:50 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/231 |

