DEWI FORTUNA, NITA (2017) IDENTIFIKASI FORMALIN DAN BORAKS PADA BAKSO DAGING SAPI DI WARUNG BAKSO YANG DIJUAL DI SEKITAR KOTA MERAUKE TAHUN 2017. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
NITA DEWI FORTUNA.pdf

Download (10MB)

Abstract

Latar Belakang Formalin merupakan senyawa kimia yang berbentuk gas atau larutan ke dalamnya ditambahkan methanol sebanyak 10-15% untuk mencegah polimerasi. Formalin merupakan bahan kimia yang penggunaannya dilarang untuk produk makanan. Bahan Tambahan Makanan lainnya yang juga sering digunakan adalah boraks. Boraks adalah senyawa berbentuk kristal putih tidak berbau dan stabil pada suhu ruangan. Boraks atau asam boraks biasanya digunakan untuk bahan pembuat deterjen dan antiseptik. Boraks memiliki efek racun yang sangat berbahaya pada sistem metabolisme manusia sebagai halnya zat-zat tambahan makanan lain yang merusak kesehatan manusia. Tujuan Penelitian untuk mengetahui keberadaan formalin dan boraks pada bakso daging sapi yang dijual di warung bakso di sekitar Kota Merauke pada tahun 2017. Metode Penelitian ini bersifat deskriptif. Sampel penelitian sebanyak 30 sampel. Hasil Penelitian ini meliputi pemeriksaan formalin dengan metode reaksi asam salisilat dan reaksi cincin yang menunjukan 30 sampel bakso daging sapi mengandung formalin, sedangkan untuk pemeriksaan boraks dengan metode uji nyala apai, uji kertas curcumin dan uji uap amonia yang menunjukan 30 sampel bakso daging sapi tidak mengandung boraks. Kesimpulan dari data tersebut dinyatakan bakso daging sapi yang dijual tidak layak dikonsumsi mengingat dampak buruknya bagi kesehatan.

Kata Kunci : Formalin, Boraks, Metode.
Daftar Pustaka : 29 (2002-2016)

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Latar Belakang Formalin merupakan senyawa kimia yang berbentuk gas atau larutan ke dalamnya ditambahkan methanol sebanyak 10-15% untuk mencegah polimerasi. Formalin merupakan bahan kimia yang penggunaannya dilarang untuk produk makanan. Bahan Tambahan Makanan lainnya yang juga sering digunakan adalah boraks. Boraks adalah senyawa berbentuk kristal putih tidak berbau dan stabil pada suhu ruangan. Boraks atau asam boraks biasanya digunakan untuk bahan pembuat deterjen dan antiseptik. Boraks memiliki efek racun yang sangat berbahaya pada sistem metabolisme manusia sebagai halnya zat-zat tambahan makanan lain yang merusak kesehatan manusia. Tujuan Penelitian untuk mengetahui keberadaan formalin dan boraks pada bakso daging sapi yang dijual di warung bakso di sekitar Kota Merauke pada tahun 2017. Metode Penelitian ini bersifat deskriptif. Sampel penelitian sebanyak 30 sampel. Hasil Penelitian ini meliputi pemeriksaan formalin dengan metode reaksi asam salisilat dan reaksi cincin yang menunjukan 30 sampel bakso daging sapi mengandung formalin, sedangkan untuk pemeriksaan boraks dengan metode uji nyala apai, uji kertas curcumin dan uji uap amonia yang menunjukan 30 sampel bakso daging sapi tidak mengandung boraks. Kesimpulan dari data tersebut dinyatakan bakso daging sapi yang dijual tidak layak dikonsumsi mengingat dampak buruknya bagi kesehatan. Kata Kunci : Formalin, Boraks, Metode. Daftar Pustaka : 29 (2002-2016)
Subjects: R Medicine > RB Pathology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 07 Jan 2026 04:54
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/245

Actions (login required)

View Item
View Item