Chrisdyanto, Filifus Rudy (2000) PENGARUH PENDAPATAN KELUARGA DAN PROPORSI BELANJA PANGAN TERHADAP STATUS GIZI BATITA DAERAH PEDESAAN DI DESA UDAPI HILIR DAN DESA POP WASEKI KEСАMАТAN PRAFI KABUPATEN MANOKWARI. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
FILIFUS RUDY CHRISDYANTO.pdf
Restricted to Registered users only

Download (24MB)

Abstract

Tujuan Pembangunan Nasional dibidang Kesehatan adalah untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat termasuk perbaikan gizi masyarakat, yang mengarah pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Kecukupan gizi merupakan salah satu faktor penentu kualitas sumber daya manusia. Kelompok anak kurang gizi pada usia dua sampai tiga tahun menunjukkan gejala kemunduran perkembangan fisik, mental, dan intelektual. Status Gizi seseorang adalah keadaan yang dapat memberikan petunjuk, apakah seseorang itu menderita gizi kurang atau tidak. Sedangkan status gizi masyarakat adalah keadaan yang memberi petunjuk, apakah dalam masyarakat banyak menderita gizi kurang.

Desa Udapi Hilir dan Desa POP Waseki merupakan bagian dari beberapa desa Transmigrasi yang telah diserahkan ke Pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari. Keadaan penduduk di desa Udapi Hilir dan desa POP Waseki tidak jauh berbeda, karena kedua desa tersebut adalah eks desa Transmigrasi. Oleh sebab itu desa Udapi Hilir merupakan pembauran berbagai suku dan budaya yang datang dari
berbagai daerah. Sedangkan desa POP Waseki ditambah dengan suku asli pegunungan Arfak.

Daya beli pangan keluarga dapat dirujuk dari dua komponen ekonomi yaitu tingkat pendapatan keluarga dan alokasi pendapatan untuk konsumsi pangan (proporsi belanja Pangan).

Proporsi belanja pangan adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi status gizi, karena menentukan ketersediaan pangan ditingkat keluarga terutama pada masyarakat yang tidak memproduksi pangan sendiri. Kondisi gizi seseorang sebagian besar tergantung pada zat gizi yang dikonsumsinya. Kesanggupan untuk memperoleh sejumlah pangan yang mencukupi tergantung pada tingkat kesanggupan untuk memproduksi bahan makanannya sendiri, atau tergantung pada kekuatan daya belinya terhadap bahan pangan yang tersedia di pasar. Dengan demikian, pendapatan merupakan faktor yang paling menentukan kualitas dan kuantitas makanan. Meski begitu adalah jelas ada hubungan yang erat antara pendapatan dan gizi.

Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 4 Agustus sampai dengan tanggal 18 Agustus 2000 di Desa POP Waseki dan Desa Udapi Hilir Kecamatan Prafi Kabupaten Manokwari.

Hasil uji Chi Square pada taraf a 0,05 menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pendapatan keluarga dengan status gizi. Hal ini berarti meningkatnya pendapatan seseorang tidak berpengaruh terhadap status gizi anak. Dari hasil Uji t terhadap pendapatan di desa Udapi Hilir dan desa Pop Waseki terhadap Batita dengan status gizi baik dan kurang, dengan -0,05 dan dk= (n₁+n2-2) tidak terdapat perbedaan yang bermakna.

Proporsi belanja pangan adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi status gizi, karena menentukan ketersediaan pangan ditingkat keluarga terutama pada masyarakat yang tidak memproduksi pangan sendiri.

Hasil uji Chi Square pada taraf a 0,05 menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara Proporsi Belanja Pangan dengan status gizi. Hal ini berarti semakin besar proporsi belanja seseorang tidak berpengaruh terhadap status gizi anak. Hasil Penelitian ini sesuai dengan Syarif dan kawan-kawan (1992) bahwa proporsi belanja adalah sebagai batasan indikator kesejahteraan seseorang. Dari hasil Uji t terhadap Proporsi Belanja Pangan di desa Udapi Hilir dan desa Pop Waseki terhadap Batita dengan status gizi baik dan kurang, dengan α-0,05 dan dk= (n₁+n2-2) untuk Proporsi Belanja Pangan terhadap status gizi baik terdapat berbedaan yang bermakna, sedangkan untuk Proporsi Belanja Pangan terhadap status gizi kurang tidak terdapat perbedaan yang bermakna.

Daftar Bacaan: 24 (1979-1996)

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Tujuan Pembangunan Nasional dibidang Kesehatan adalah untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat termasuk perbaikan gizi masyarakat, yang mengarah pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kecukupan gizi merupakan salah satu faktor penentu kualitas sumber daya manusia. Kelompok anak kurang gizi pada usia dua sampai tiga tahun menunjukkan gejala kemunduran perkembangan fisik, mental, dan intelektual. Status Gizi seseorang adalah keadaan yang dapat memberikan petunjuk, apakah seseorang itu menderita gizi kurang atau tidak. Sedangkan status gizi masyarakat adalah keadaan yang memberi petunjuk, apakah dalam masyarakat banyak menderita gizi kurang. Desa Udapi Hilir dan Desa POP Waseki merupakan bagian dari beberapa desa Transmigrasi yang telah diserahkan ke Pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari. Keadaan penduduk di desa Udapi Hilir dan desa POP Waseki tidak jauh berbeda, karena kedua desa tersebut adalah eks desa Transmigrasi. Oleh sebab itu desa Udapi Hilir merupakan pembauran berbagai suku dan budaya yang datang dari berbagai daerah. Sedangkan desa POP Waseki ditambah dengan suku asli pegunungan Arfak. Daya beli pangan keluarga dapat dirujuk dari dua komponen ekonomi yaitu tingkat pendapatan keluarga dan alokasi pendapatan untuk konsumsi pangan (proporsi belanja Pangan). Proporsi belanja pangan adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi status gizi, karena menentukan ketersediaan pangan ditingkat keluarga terutama pada masyarakat yang tidak memproduksi pangan sendiri. Kondisi gizi seseorang sebagian besar tergantung pada zat gizi yang dikonsumsinya. Kesanggupan untuk memperoleh sejumlah pangan yang mencukupi tergantung pada tingkat kesanggupan untuk memproduksi bahan makanannya sendiri, atau tergantung pada kekuatan daya belinya terhadap bahan pangan yang tersedia di pasar. Dengan demikian, pendapatan merupakan faktor yang paling menentukan kualitas dan kuantitas makanan. Meski begitu adalah jelas ada hubungan yang erat antara pendapatan dan gizi. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 4 Agustus sampai dengan tanggal 18 Agustus 2000 di Desa POP Waseki dan Desa Udapi Hilir Kecamatan Prafi Kabupaten Manokwari. Hasil uji Chi Square pada taraf a 0,05 menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pendapatan keluarga dengan status gizi. Hal ini berarti meningkatnya pendapatan seseorang tidak berpengaruh terhadap status gizi anak. Dari hasil Uji t terhadap pendapatan di desa Udapi Hilir dan desa Pop Waseki terhadap Batita dengan status gizi baik dan kurang, dengan -0,05 dan dk= (n₁+n2-2) tidak terdapat perbedaan yang bermakna. Proporsi belanja pangan adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi status gizi, karena menentukan ketersediaan pangan ditingkat keluarga terutama pada masyarakat yang tidak memproduksi pangan sendiri. Hasil uji Chi Square pada taraf a 0,05 menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara Proporsi Belanja Pangan dengan status gizi. Hal ini berarti semakin besar proporsi belanja seseorang tidak berpengaruh terhadap status gizi anak. Hasil Penelitian ini sesuai dengan Syarif dan kawan-kawan (1992) bahwa proporsi belanja adalah sebagai batasan indikator kesejahteraan seseorang. Dari hasil Uji t terhadap Proporsi Belanja Pangan di desa Udapi Hilir dan desa Pop Waseki terhadap Batita dengan status gizi baik dan kurang, dengan α-0,05 dan dk= (n₁+n2-2) untuk Proporsi Belanja Pangan terhadap status gizi baik terdapat berbedaan yang bermakna, sedangkan untuk Proporsi Belanja Pangan terhadap status gizi kurang tidak terdapat perbedaan yang bermakna. Daftar Bacaan: 24 (1979-1996)
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email info@wanteknologi.com
Last Modified: 07 Jan 2026 06:45
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/260

Actions (login required)

View Item
View Item