METUBUN, GERDA ARLINDA (2000) HUBUNGAN PENATALAKSANAAN DIIT, ASUPAN GIZI DAN STATUS GIZI DENGAN PENYEMBUHAN PENYAKIT MALARIA TROPIKA PADA PASIEN YANG RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABEPURA. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
GERDA ARLINDA METUBUN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (8MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui adakah hubungan antara penatalaksanaan diit, asupan gizi, dan status gizi denagn penyembuhan penyakit malaria terutama pada pasien yang rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Abepura (Ruang Perawatan Penyakit Dalam Pria). Penelitian ini dilakukan selama 7 hari pada bulan September 2000 di Rumah Sakit Umum Daerah Abepura.

Responden terdiri dari semua penderita malaria tropika yang diberi diit dan dirawat pada ruang rawat inap selama 7 hari. Penderita yang di ambil berjumlah 30 orang yang sel darah hanya mengandung plasmodium falciparum saja dan bukan infeksi campuran dengan keadaan umum baik sehingga bisa diajak berkomunikasi. Data yang dikumpulkan berupa data identitas pasien, analisis konsumsi makan pasien dan asupan gizi pasien.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penatalaksanaan diit bagi penderita malaria tropika di RSUD Abepura mulai dari waktu pemberian diit, perubahan diit terutama bagi pasien yang di rawat inap selama 7 hari sampai variasi makanan dari diit tersebut sudah memenuhi sebagaimana yang diharapkan.

Makanan yang disediakan oleh RSUD Abepura sudah sesuai dengan kebutuhan zat gizi pasien yaitu 2270,20 kalori, protein 79,3 gram, lemak 53,2 gram, dan karbohidrat 368,4 gram. Berdasarkan data asupan gizi pasien, maka rata - rata kebutuhan zat gizi setiap pasien adalah energi 1879,6 kalori, protein 56,7 gram, lemak 30,6 gram dan karbohidrat 323,6 gram.

Asupan zat gizi penderita sangat kurang bila dibandingkan dengan kebutuhan. Hal ini disebabkan karena adanya rasa mual atau nafsu makan kurang akibat penyakit yang dideritanya. Konsumsi rata - rata setiap pasien yaitu 1360,4 kalori, protein 49,7 gram, lemak 30,3 gram, karbohidrat 245,9 gram. Konsumsi ini apabila dibandingkan dengan makanan yang disediakan oleh Rumah Sakit maka yang hanya dikonsumsikan untuk energi 59,9%, protein 62,7%, lemak 99% dan karbohidrat 75,9%.

Warna dan cita rasa dari makanan yang dihidangkan cukup menarik dan baik, variasi menunya cukup baik. Sedangkan status gizi pasien yang dirawat inap berdasarkan hasil perhitungan Indeks Massa Tubuh pasien rata - rata 21,1 dengan 60% kualifikasi baik dan 40% dalam kualifikasi kurang.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui adakah hubungan antara penatalaksanaan diit, asupan gizi, dan status gizi denagn penyembuhan penyakit malaria terutama pada pasien yang rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Abepura (Ruang Perawatan Penyakit Dalam Pria). Penelitian ini dilakukan selama 7 hari pada bulan September 2000 di Rumah Sakit Umum Daerah Abepura. Responden terdiri dari semua penderita malaria tropika yang diberi diit dan dirawat pada ruang rawat inap selama 7 hari. Penderita yang di ambil berjumlah 30 orang yang sel darah hanya mengandung plasmodium falciparum saja dan bukan infeksi campuran dengan keadaan umum baik sehingga bisa diajak berkomunikasi. Data yang dikumpulkan berupa data identitas pasien, analisis konsumsi makan pasien dan asupan gizi pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penatalaksanaan diit bagi penderita malaria tropika di RSUD Abepura mulai dari waktu pemberian diit, perubahan diit terutama bagi pasien yang di rawat inap selama 7 hari sampai variasi makanan dari diit tersebut sudah memenuhi sebagaimana yang diharapkan. Makanan yang disediakan oleh RSUD Abepura sudah sesuai dengan kebutuhan zat gizi pasien yaitu 2270,20 kalori, protein 79,3 gram, lemak 53,2 gram, dan karbohidrat 368,4 gram. Berdasarkan data asupan gizi pasien, maka rata - rata kebutuhan zat gizi setiap pasien adalah energi 1879,6 kalori, protein 56,7 gram, lemak 30,6 gram dan karbohidrat 323,6 gram. Asupan zat gizi penderita sangat kurang bila dibandingkan dengan kebutuhan. Hal ini disebabkan karena adanya rasa mual atau nafsu makan kurang akibat penyakit yang dideritanya. Konsumsi rata - rata setiap pasien yaitu 1360,4 kalori, protein 49,7 gram, lemak 30,3 gram, karbohidrat 245,9 gram. Konsumsi ini apabila dibandingkan dengan makanan yang disediakan oleh Rumah Sakit maka yang hanya dikonsumsikan untuk energi 59,9%, protein 62,7%, lemak 99% dan karbohidrat 75,9%. Warna dan cita rasa dari makanan yang dihidangkan cukup menarik dan baik, variasi menunya cukup baik. Sedangkan status gizi pasien yang dirawat inap berdasarkan hasil perhitungan Indeks Massa Tubuh pasien rata - rata 21,1 dengan 60% kualifikasi baik dan 40% dalam kualifikasi kurang.
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email info@wanteknologi.com
Last Modified: 07 Jan 2026 07:03
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/266

Actions (login required)

View Item
View Item