TANAWANI, HENDRIK ERICHSON (2000) HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN PEMBERIAN MAKAN, KEBIASAAN MAKAN, ASUPAN GIZI DENGAN STATUS GIZI ANAK UMUR 1- 3 TAHUN DIKELURAHAN NUMBAY KOTA JAYAPURA. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.
HENDRIK ERICHSON TANAWANI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (16MB)
Abstract
Gizi bagi anak sangat penting sebagai peningkatan derajat kesehatan, sumberdaya manusia yang berkualitas. Makanan yang paling utama bagi anak adalah semua bahan makanan yang mengandung zat gizi disamping itu juga kwantitas yang kwalitas konsumsi makanan anak dan keadaan kesehatan individu ditentukan oleh status gizi.
Tingkat kepatuhan pemberian makan, kebiasaan makan dan asupan gizi dengan status gizi oleh ibu kepada anak sangat diperlukan agar ibu dapat memberikan makanan yang mengandung zat gizi dengan baik dan benar, antara lain : umur, jenis kelamin, jenis aktivitas dan kondisi lainnya seperti : sakit.
Penelitian ini bertujuan antak mematuhi hubungan antara tingkat kepatuhan pemberian makan, kebisaan makan dan asupan gizi dengan status gizi anak umur 1-3 tahun diKelurahan Mumbay Kota Jayapura.
Penelitian ini dilakukan pada bulan september dari tanggal 11 - 23 dengan unit anlisis (sampel) adalah yang memenuhi kriteria/kekten tuan yang telah ditetapkan. Data primer yang diperoleh adalah hasil penimbangan berat umur 1-3 tahun (pada KMS) dan wawancara melalui quisioner tentang tingkat kepatuhan pemberian makan, kebiasaan makan dan asupan gizi dengan status gizi anak umur 1-3 tahun. Data sekunder yang dikumpulkan yaitu mengenai data monografi, geografis. Data yang dikumpulkan dianalisis secara statistik untuk mengetahui hubungan antara variabel digunakan uji chy square.
Kepatuhan pemberian makan adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok anggota-anggota keluarga dalam memberi makan berdasarkan standart angka kecukupan gizi. Ada dua tujuan pengaturan makanan untuk bayi dan anak. Yang pertama adalah memberikan zat yang cukup bagi kebutuhan hidup dan yang kedua untuk pemeliharaan pemulihan serta peningkatan kesehatan, pertumbuhan (psikomotor) serta melakukan aktivitas fisik"
Sehingga dari, hasil penelitian didapat yang patuh terhadap pemberian makan hanya 24 anak (57,14 %) yang status gizi baik dan yang kurang patuh tetapi status gizinya baik 11 anak(61,11 %) sedangkan kepatuhannya baik tetapi status gizi kurang adalah 18 anak (42,86 %) dan kepatuhannya kurang dengan status gizi kurang yaitu 7 anak (38,89 X). Tetapi dengan wi i. Chi Square ternyata Ho di tolak menandakan tidak ada hubungan antara kepatuhan pemberian makan dengan status gizi anak umur 1-3 tahun.
Kebiasaan makan adalah tingka laku manusia atau kelompok dalam memenuhi kebutuhan akan makan meliputi sikap kepercayaan dan pemilihan makanan.
Pada kebiasaan makan terdapat yang kebiasaan makannya baik dengan status gizi baik adalah (59,57 %) dan yang kebiasaan makan kurang dengan status gizi baik adalah (53,85 %) sedangkan yang kebiasaan makan baik dengan status gizi kurang adalah (40,45 %) dan yang kebiasaan makan kurang dengan status gizi kurang yaitu (46,15 %)"
Asupan gizi adalah banyaknya intake zat gizi yang di konsumsi sehari-hari dinilai dengan kebutuhan gizi (DKGA)
Pada asupan gizi ditemui yang asupan gizinya kurang dengan status guzi baik yaitu (75 %) dan yang asupan gizinya kurang dengan status gizi baik (33,33 %); sedangkan yang asupan gizi baik dan status gizinya kurang adalah (25 %) dan yang asupan kurang dengan status gizi kurang (66,67 %).
Dari hasil tersebut ternyata uji statistik menunjukkan Ho di terima, itu menendakan bahwa ada hubungan antara asupan gizi makanan dengan status gizi anak umur 1 - 3 tahun "
Berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas maka perlu adanya penyuluhan dari kader gizi/petugas PKM dikelurahan Numbay tentang cara pemberiaan memlihi bahan makanan yang bergiži dan pentingnya makanan untuk anak usia sekolah, kepada ibu-ibu yang ada dikelurahan Numbay.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Gizi bagi anak sangat penting sebagai peningkatan derajat kesehatan, sumberdaya manusia yang berkualitas. Makanan yang paling utama bagi anak adalah semua bahan makanan yang mengandung zat gizi disamping itu juga kwantitas yang kwalitas konsumsi makanan anak dan keadaan kesehatan individu ditentukan oleh status gizi. Tingkat kepatuhan pemberian makan, kebiasaan makan dan asupan gizi dengan status gizi oleh ibu kepada anak sangat diperlukan agar ibu dapat memberikan makanan yang mengandung zat gizi dengan baik dan benar, antara lain : umur, jenis kelamin, jenis aktivitas dan kondisi lainnya seperti : sakit. Penelitian ini bertujuan antak mematuhi hubungan antara tingkat kepatuhan pemberian makan, kebisaan makan dan asupan gizi dengan status gizi anak umur 1-3 tahun diKelurahan Mumbay Kota Jayapura. Penelitian ini dilakukan pada bulan september dari tanggal 11 - 23 dengan unit anlisis (sampel) adalah yang memenuhi kriteria/kekten tuan yang telah ditetapkan. Data primer yang diperoleh adalah hasil penimbangan berat umur 1-3 tahun (pada KMS) dan wawancara melalui quisioner tentang tingkat kepatuhan pemberian makan, kebiasaan makan dan asupan gizi dengan status gizi anak umur 1-3 tahun. Data sekunder yang dikumpulkan yaitu mengenai data monografi, geografis. Data yang dikumpulkan dianalisis secara statistik untuk mengetahui hubungan antara variabel digunakan uji chy square. Kepatuhan pemberian makan adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok anggota-anggota keluarga dalam memberi makan berdasarkan standart angka kecukupan gizi. Ada dua tujuan pengaturan makanan untuk bayi dan anak. Yang pertama adalah memberikan zat yang cukup bagi kebutuhan hidup dan yang kedua untuk pemeliharaan pemulihan serta peningkatan kesehatan, pertumbuhan (psikomotor) serta melakukan aktivitas fisik" Sehingga dari, hasil penelitian didapat yang patuh terhadap pemberian makan hanya 24 anak (57,14 %) yang status gizi baik dan yang kurang patuh tetapi status gizinya baik 11 anak(61,11 %) sedangkan kepatuhannya baik tetapi status gizi kurang adalah 18 anak (42,86 %) dan kepatuhannya kurang dengan status gizi kurang yaitu 7 anak (38,89 X). Tetapi dengan wi i. Chi Square ternyata Ho di tolak menandakan tidak ada hubungan antara kepatuhan pemberian makan dengan status gizi anak umur 1-3 tahun. Kebiasaan makan adalah tingka laku manusia atau kelompok dalam memenuhi kebutuhan akan makan meliputi sikap kepercayaan dan pemilihan makanan. Pada kebiasaan makan terdapat yang kebiasaan makannya baik dengan status gizi baik adalah (59,57 %) dan yang kebiasaan makan kurang dengan status gizi baik adalah (53,85 %) sedangkan yang kebiasaan makan baik dengan status gizi kurang adalah (40,45 %) dan yang kebiasaan makan kurang dengan status gizi kurang yaitu (46,15 %)" Asupan gizi adalah banyaknya intake zat gizi yang di konsumsi sehari-hari dinilai dengan kebutuhan gizi (DKGA) Pada asupan gizi ditemui yang asupan gizinya kurang dengan status guzi baik yaitu (75 %) dan yang asupan gizinya kurang dengan status gizi baik (33,33 %); sedangkan yang asupan gizi baik dan status gizinya kurang adalah (25 %) dan yang asupan kurang dengan status gizi kurang (66,67 %). Dari hasil tersebut ternyata uji statistik menunjukkan Ho di terima, itu menendakan bahwa ada hubungan antara asupan gizi makanan dengan status gizi anak umur 1 - 3 tahun " Berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas maka perlu adanya penyuluhan dari kader gizi/petugas PKM dikelurahan Numbay tentang cara pemberiaan memlihi bahan makanan yang bergiži dan pentingnya makanan untuk anak usia sekolah, kepada ibu-ibu yang ada dikelurahan Numbay. |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email info@wanteknologi.com |
| Last Modified: | 07 Jan 2026 07:37 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/272 |

