YENNI WATIMENA, KOCE (2003) HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN DAN ASUPAN GIZI DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA (3 - 5 Thn) DI DESA KOYA TENGAH DISTRIK MUARA TAMI KOTA JAYAPURA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.
KOCE YENNI WATIMENA.pdf
Download (17MB)
Abstract
Dalam repelita IV pembangunan jangka panjang tahap II, pembangunan kesehatan termasuk perbaikan gizi diarahkan pada peningkatan kwalitas manusia sebagai sumber daya insani. Angka kematian balita yang tinggi, terganggunya perkembangan mental dan kecerdasan anak kalau ditelusuri merupakan akibat langsung maupun tidak langsung dari gizi. Secara langsung ditentukan oleh dua faktor utama keadaan konsumsi dan keadaan kesehatan penduduk sedang secara tidak langsung meliputi persediaan pangan, daya beli, pengetahuan gizi dan kebiasaan makan.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebiasaan makan, asupan zat gizi dan status gizi anak balita anak balita di Desa Koya Tengah, penelitian ini dilakukan di Desa Koya Tengah dengan jumlah penduduk 269 jiwa. Penelitian dilakukan secara Deskriptik Analitik dengan pendekatan Cros Sectional Study. Dengan populasi seluruh anggota keluarga yang mempunyai anak balita 3 - 5 tahun. Di Desa Koya Tengah dengan jumlahsampel 13 orag terdiri dari laki - laki 9 orang dan perempuan 4 orang.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kebiasaan makan anak balita di Desa Koya Tengah sebesar 76,92% mempunyai kebiasaan makan yang kurang dan kebiasaan makan yang baik sebesar 23,08%. Asupan zat gizi makanan yang baik adalah 38,46% sedang yang kurang sebesar 61,54% dan untuk status gizi sampel yang kurang sebesar 38,46% baik sebesar 61,54% menurut BB/u.
Uji statistik terhadap koefisien korelasi menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan makan dengan status gizi, ada hubugan antara asupan gizi makanan (energi & protein) dan status gizi karena makin baik asupan zat gizi makan akan semakin baik status gizinya, sedangkan antara kebiasaan makan dan asupan tidak ada hubungan di karenakan adanya penyakit infeksi yang mengganggu kesehatan anak tersebut.
Rata - rata asupan energi balita di desa Koya Tengah masih dibawah standart nasional karena hanya mengkonsumsi energi rata - rata adalah 908,18 kilo, sedangkan asupan protein sebesar 18,95 gram bila dibandingkan dengan DKGA masih sangat kurang karena itu perlu adanya penyuluhan untuk lebih banyak mengkonsumsi makanan pokok yang telah tersedia di lingkungan setempat dan juga perlu mengkonsumsi protein yang lebih banyak.
Daftar bacaan 30 (1999 - 2002)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Dalam repelita IV pembangunan jangka panjang tahap II, pembangunan kesehatan termasuk perbaikan gizi diarahkan pada peningkatan kwalitas manusia sebagai sumber daya insani. Angka kematian balita yang tinggi, terganggunya perkembangan mental dan kecerdasan anak kalau ditelusuri merupakan akibat langsung maupun tidak langsung dari gizi. Secara langsung ditentukan oleh dua faktor utama keadaan konsumsi dan keadaan kesehatan penduduk sedang secara tidak langsung meliputi persediaan pangan, daya beli, pengetahuan gizi dan kebiasaan makan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebiasaan makan, asupan zat gizi dan status gizi anak balita anak balita di Desa Koya Tengah, penelitian ini dilakukan di Desa Koya Tengah dengan jumlah penduduk 269 jiwa. Penelitian dilakukan secara Deskriptik Analitik dengan pendekatan Cros Sectional Study. Dengan populasi seluruh anggota keluarga yang mempunyai anak balita 3 - 5 tahun. Di Desa Koya Tengah dengan jumlahsampel 13 orag terdiri dari laki - laki 9 orang dan perempuan 4 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebiasaan makan anak balita di Desa Koya Tengah sebesar 76,92% mempunyai kebiasaan makan yang kurang dan kebiasaan makan yang baik sebesar 23,08%. Asupan zat gizi makanan yang baik adalah 38,46% sedang yang kurang sebesar 61,54% dan untuk status gizi sampel yang kurang sebesar 38,46% baik sebesar 61,54% menurut BB/u. Uji statistik terhadap koefisien korelasi menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan makan dengan status gizi, ada hubugan antara asupan gizi makanan (energi & protein) dan status gizi karena makin baik asupan zat gizi makan akan semakin baik status gizinya, sedangkan antara kebiasaan makan dan asupan tidak ada hubungan di karenakan adanya penyakit infeksi yang mengganggu kesehatan anak tersebut. Rata - rata asupan energi balita di desa Koya Tengah masih dibawah standart nasional karena hanya mengkonsumsi energi rata - rata adalah 908,18 kilo, sedangkan asupan protein sebesar 18,95 gram bila dibandingkan dengan DKGA masih sangat kurang karena itu perlu adanya penyuluhan untuk lebih banyak mengkonsumsi makanan pokok yang telah tersedia di lingkungan setempat dan juga perlu mengkonsumsi protein yang lebih banyak. Daftar bacaan 30 (1999 - 2002) |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 07 Jan 2026 09:01 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/292 |

