KENCIM, AMINA (2021) ANALISIS PRAKTEK KLINIK KEPERAWATAN PADA PASIEN FRAKTUR DENGAN INTERVENSI INOVASI PEMBERIAN TERAPI RELAKSASI GENGGAM JARI TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI DI RUANG ORTOPEDI RSUD JAYAPURA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
Amina Kencim.pdf

Download (665kB)

Abstract

Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang yang disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik yang ditandai oleh rasa nyeri, pembengkakan, deformitas, gangguan fungsi, pemendekan, dan krepitasi.Menurut badan kesehatan dunia (WHO, 2016) penyebab dari fraktur yang paling banyak yaitu kecelakaan lalu lintas (46,2%). Kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi yaitu dari 20.829 yang mengalami fraktur atau patah tulang adalah sebanyak 1.770 orang (8,5%) (Novita, 2015). Penyebab lain dari fraktur yaitu trauma atau cedera mengalami peningkatan (7,5%) pada tahun 2014 dan (8,2%) pada tahun 2015 (Riskesdas, 2016).- Manifestasi klinik pada penderita fraktur adalah nyeri, dimana nyeri merupakan gejala yang paling sering ditemukan pada gangguan sistem muskuloskletal. Nyeri merupakan suatu sensasi yang tidak menyenangkan baik secara sensori maupun emosional yang berhubungan dengan adanya suatu kerusakan jaringan, atau factor lain sehingga individu merasa tersiksa, menderita yang akhirnya akan mengganggu aktivitas sehari-hari dan psikis. Nyeri pada penderita fraktur bersifat tajam dan menusuk, nyeri yang bersifat tajam tersebut ditimbulkan oleh adanya infeksi tulang akibat spasme otot maupun penekanan pada saraf sensoris (Helmi, 2012).Teknik relaksasi genggam jari (finger hold) merupakan teknik relaksasi dengan jari tangan serta aliran energi didalam tubuh. Relaksasi genggam jari menghasilkan impuls yang dikirim melalui serabut saraf aferen non nosiseptor. Serabut saraf nonnosiseptor mengakibatkan “gerbang” tertutup sehingga stimulus pada kortek serebri dihambat atau dikurangi akibat counter stimulasi relaksasi dan mengenggam jari.Tujuan dari karya ilmiahiniadalahmenganalisisintervensiteknikrelaksasidenganinovasigenggamja iuntukmelihatpenurunanintensitasnyeri.Metode penulisan ini adalah studi kasusdengan quasy eksperimen. Intervensi genggamjariini diberikan pada kliendenganpost operasifraktur yang mengalamimasalahnyeriakut.Perluperansertatenagakesehatankhususnyaperawatun tukmemberikanintervensilebihintensifsehinggamendapatkan hasil lebih optimal lagi untuk waktu pemberiannya. Karya ilmiah inidapat menjadi masukan bagi perawat untuk menjadikan sebagai salah satu intervensi keperawatan mandiri di RSUD Jayapuradanintervensidalampelaksanaannyeri.
KataKunci:Fraktur, Nyeriakut, GenggamJari

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang yang disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik yang ditandai oleh rasa nyeri, pembengkakan, deformitas, gangguan fungsi, pemendekan, dan krepitasi.Menurut badan kesehatan dunia (WHO, 2016) penyebab dari fraktur yang paling banyak yaitu kecelakaan lalu lintas (46,2%). Kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi yaitu dari 20.829 yang mengalami fraktur atau patah tulang adalah sebanyak 1.770 orang (8,5%) (Novita, 2015). Penyebab lain dari fraktur yaitu trauma atau cedera mengalami peningkatan (7,5%) pada tahun 2014 dan (8,2%) pada tahun 2015 (Riskesdas, 2016).- Manifestasi klinik pada penderita fraktur adalah nyeri, dimana nyeri merupakan gejala yang paling sering ditemukan pada gangguan sistem muskuloskletal. Nyeri merupakan suatu sensasi yang tidak menyenangkan baik secara sensori maupun emosional yang berhubungan dengan adanya suatu kerusakan jaringan, atau factor lain sehingga individu merasa tersiksa, menderita yang akhirnya akan mengganggu aktivitas sehari-hari dan psikis. Nyeri pada penderita fraktur bersifat tajam dan menusuk, nyeri yang bersifat tajam tersebut ditimbulkan oleh adanya infeksi tulang akibat spasme otot maupun penekanan pada saraf sensoris (Helmi, 2012).Teknik relaksasi genggam jari (finger hold) merupakan teknik relaksasi dengan jari tangan serta aliran energi didalam tubuh. Relaksasi genggam jari menghasilkan impuls yang dikirim melalui serabut saraf aferen non nosiseptor. Serabut saraf nonnosiseptor mengakibatkan “gerbang” tertutup sehingga stimulus pada kortek serebri dihambat atau dikurangi akibat counter stimulasi relaksasi dan mengenggam jari.Tujuan dari karya ilmiahiniadalahmenganalisisintervensiteknikrelaksasidenganinovasigenggamja iuntukmelihatpenurunanintensitasnyeri.Metode penulisan ini adalah studi kasusdengan quasy eksperimen. Intervensi genggamjariini diberikan pada kliendenganpost operasifraktur yang mengalamimasalahnyeriakut.Perluperansertatenagakesehatankhususnyaperawatun tukmemberikanintervensilebihintensifsehinggamendapatkan hasil lebih optimal lagi untuk waktu pemberiannya. Karya ilmiah inidapat menjadi masukan bagi perawat untuk menjadikan sebagai salah satu intervensi keperawatan mandiri di RSUD Jayapuradanintervensidalampelaksanaannyeri. KataKunci:Fraktur, Nyeriakut, GenggamJari
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 07 Jan 2026 13:46
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/305

Actions (login required)

View Item
View Item