EDOWAI, NAOMI (2003) STUDI TENTANG DETERMINAN IBU BERSALIN DENGAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT MITRA MASYARAKAT DI TIMIKA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.
NAOMI EDOWAI.pdf
Download (3MB)
Abstract
Salah satu masalah gizi utama di Indonesia adalah anemia Gizi yaitu suatu keadaan kekurangan darah dapat dilihat dari kadar Hgnya yang rendah. Kekurangan ini dapat disebabkan oleh karena kekurangan salah satunya adalah zat besi, asamn, folat, vitamin B 12 dan anemia gizi karena kekurangan zat besi meruapakan bagian terbesar dari anemia gizi (WHO 1981)
pada ibu hamil yang anemia berat dapat meningkatkan angka kesakitan dan kemungkinan resiko lainnya yang harus diderita oleh janin atau pun kemungkinan menyebabkan berat bayi lahir rendah (Population Report)
Tujuan adalah untuk mengetahui hubungan antara umur ibu, pendapatan keluarga, kadar HB, dan jarak lahir dengan berat bayi lahir rendah.
Penelitian ini meruapakan penelitian dengan rancangan "Retrospektif Study" lokasi penelitian dilakukan di rumah sakit mitra masyarakat di Timika. Waktu penelitian selama satu minggu mulai dari tanggal 10/15 Oktober 2003 untuk populasi penelitian adalah seluruh ibu-ibu yang datang bersalin pada bulan Oktober tahun 2003 di rumah sakit. Mitra masyarakat Timika. Sampel penelitian adalah ibu-ibu yang bersalin dengan berat bayi lahir rendah sebanyak 28 orang sebagai sampel peneltian. Data yang dicari meliputi 1 data sekunder yaitu pendapatan keluarga. 2 data primer, yaitu umur ibu, pendapatan keluarga, jarak lahirdan kadar HB. Dan analisa data dilakukan secara deskriptif analitik dengan uji statisttik korelasi pearson dengan menggunakan program
SPSS.
Dalam hasil penelitian yang diteliti umur sampel yang termudah adalah 16 tahun dan tertua adalah 39 tahun jadi ibu yang bersalin pada > 35 tahun sebanyak 3 (10,71 %) yang bersalin dengan BBLR. Sedangkan untuk umur bersalin < 35 tahun sebanyak 25 sampel (82,28 %). Pendapatan keluarga kurang dari ≤ 2.500.000 sebanyak 5 sampel
(90%) sedangkan untuk pendapatan keluarga Rp. ≥ 2.500.000 sebanyak 23 sampel (10 %) jarak lahir ≥ 2 tahun sebanyak 18 sampel (63,33 %) dan untuk ≤ 2 tahun 10 sampel (26,66%). Sedangkan untuk 3 sampel (10 %) ini tanpa jarak lahir karena anak- pertama. Untuk kadar Hb. Terendah 6/gr dan tertinggi 12,1 gr. Jadi sampel yang
mempunyai kadar Hb. ≤ 11 sebanyak 25 sampel (60) sedangkan > gr sebanyak 3 sampel sebanyak (40 %)
Banyak ibu-ibu hamil yang selama hamil kadar Hbnya kurang dari normalnya sebanyak 25 karena kadar Hb kurang cenderung akan bersalin dengan Berat bayi lahir rendah.
Daftar bacaan : 21 (Tahun 1985-2001).
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Salah satu masalah gizi utama di Indonesia adalah anemia Gizi yaitu suatu keadaan kekurangan darah dapat dilihat dari kadar Hgnya yang rendah. Kekurangan ini dapat disebabkan oleh karena kekurangan salah satunya adalah zat besi, asamn, folat, vitamin B 12 dan anemia gizi karena kekurangan zat besi meruapakan bagian terbesar dari anemia gizi (WHO 1981) pada ibu hamil yang anemia berat dapat meningkatkan angka kesakitan dan kemungkinan resiko lainnya yang harus diderita oleh janin atau pun kemungkinan menyebabkan berat bayi lahir rendah (Population Report) Tujuan adalah untuk mengetahui hubungan antara umur ibu, pendapatan keluarga, kadar HB, dan jarak lahir dengan berat bayi lahir rendah. Penelitian ini meruapakan penelitian dengan rancangan "Retrospektif Study" lokasi penelitian dilakukan di rumah sakit mitra masyarakat di Timika. Waktu penelitian selama satu minggu mulai dari tanggal 10/15 Oktober 2003 untuk populasi penelitian adalah seluruh ibu-ibu yang datang bersalin pada bulan Oktober tahun 2003 di rumah sakit. Mitra masyarakat Timika. Sampel penelitian adalah ibu-ibu yang bersalin dengan berat bayi lahir rendah sebanyak 28 orang sebagai sampel peneltian. Data yang dicari meliputi 1 data sekunder yaitu pendapatan keluarga. 2 data primer, yaitu umur ibu, pendapatan keluarga, jarak lahirdan kadar HB. Dan analisa data dilakukan secara deskriptif analitik dengan uji statisttik korelasi pearson dengan menggunakan program SPSS. Dalam hasil penelitian yang diteliti umur sampel yang termudah adalah 16 tahun dan tertua adalah 39 tahun jadi ibu yang bersalin pada > 35 tahun sebanyak 3 (10,71 %) yang bersalin dengan BBLR. Sedangkan untuk umur bersalin < 35 tahun sebanyak 25 sampel (82,28 %). Pendapatan keluarga kurang dari ≤ 2.500.000 sebanyak 5 sampel (90%) sedangkan untuk pendapatan keluarga Rp. ≥ 2.500.000 sebanyak 23 sampel (10 %) jarak lahir ≥ 2 tahun sebanyak 18 sampel (63,33 %) dan untuk ≤ 2 tahun 10 sampel (26,66%). Sedangkan untuk 3 sampel (10 %) ini tanpa jarak lahir karena anak- pertama. Untuk kadar Hb. Terendah 6/gr dan tertinggi 12,1 gr. Jadi sampel yang mempunyai kadar Hb. ≤ 11 sebanyak 25 sampel (60) sedangkan > gr sebanyak 3 sampel sebanyak (40 %) Banyak ibu-ibu hamil yang selama hamil kadar Hbnya kurang dari normalnya sebanyak 25 karena kadar Hb kurang cenderung akan bersalin dengan Berat bayi lahir rendah. Daftar bacaan : 21 (Tahun 1985-2001). |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 07 Jan 2026 13:59 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/308 |

