HILAPOK, DAMIANA (2021) EFEKTIFITAS KOMPRES HANGAT DALAM MASALAH HIPERTERMI PADA PASIEN ANAK DENGAN MALARIA DI RUMAH SAKIT KASIH HERLINA TIMIKA-PAPUA TAHUN 2021. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.
Damiana Hilapok.pdf
Download (2MB)
Abstract
Latar Belakang : Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia, ditularkan oleh nyamuk malaria (Anopheles) betina. berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Djuwariyah,dkk ) bahwa penurunan suhu tubuh lebih efektif menggunakan kompres air hangat yaitu sebesar 0,71°C. Sedangkan penurunan suhu tubuh dengan menggunakan kompres plester yaitu sebesar 0,13°C. Penelitian lain juga yang dikemukankan oleh (Siti Haryani dan Eka Adimayanti, 2016) menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan yang cukup, yaitu sebanyak 19 ibu (63,3%), sedangkan 10 ibu (33,4%) memiliki pengetahuan baik dan 1 ibu (3,3%) memiliki pengetahuan kurang untuk menangani hipertermi pada anak dengan cara kompres hangat. Tujuan : Mampu melakukan Analisa terhadap kasus kelolaan pada pasien malaria dengan intervensi Kompres hangat terhadap penurunan suhu badan di ruang rawat inap Rumah Sakit Kasih Herlina Mimika Papua. Metode : Dalam penelitian ini menggunakan metode kompres hangat dengan mengecek suhu tubuh secara berkala baik pre dan post dengan menggunakan thermometer. Hasil : setelah dilakukan penerapan kompres air hangat dalam infeksi malaria didapatkan penurunan suhu tubuh dalam batas normal. Kesimpulan : kompres air hangat sangat efektif dapat menurunkan hipertermi pada anak.
Kata kunci : Malaria, Kompres air hangat
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Latar Belakang : Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia, ditularkan oleh nyamuk malaria (Anopheles) betina. berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Djuwariyah,dkk ) bahwa penurunan suhu tubuh lebih efektif menggunakan kompres air hangat yaitu sebesar 0,71°C. Sedangkan penurunan suhu tubuh dengan menggunakan kompres plester yaitu sebesar 0,13°C. Penelitian lain juga yang dikemukankan oleh (Siti Haryani dan Eka Adimayanti, 2016) menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan yang cukup, yaitu sebanyak 19 ibu (63,3%), sedangkan 10 ibu (33,4%) memiliki pengetahuan baik dan 1 ibu (3,3%) memiliki pengetahuan kurang untuk menangani hipertermi pada anak dengan cara kompres hangat. Tujuan : Mampu melakukan Analisa terhadap kasus kelolaan pada pasien malaria dengan intervensi Kompres hangat terhadap penurunan suhu badan di ruang rawat inap Rumah Sakit Kasih Herlina Mimika Papua. Metode : Dalam penelitian ini menggunakan metode kompres hangat dengan mengecek suhu tubuh secara berkala baik pre dan post dengan menggunakan thermometer. Hasil : setelah dilakukan penerapan kompres air hangat dalam infeksi malaria didapatkan penurunan suhu tubuh dalam batas normal. Kesimpulan : kompres air hangat sangat efektif dapat menurunkan hipertermi pada anak. Kata kunci : Malaria, Kompres air hangat |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 07 Jan 2026 14:00 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/310 |

