WASHINGTON, DODI (2022) APLIKASI MOBILISASI DINI TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PADA ASUHAN KEPERAWATAN IBU POST PARTUM DENGAN SECTIO CAESAR DI RSAL DR AZHAR ZAHI. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.
DODI WASINGTON.pdf
Download (924kB)
Abstract
Kehamilan dan melahirkan merupakan hal fisiologis, namun keadaan patologis atau komplikasi dapat saja muncul pada saat kehamilan sampai dengan proses persalinan (Maryanti dan Endrike, 2019). Persalinan patologis kadang membutuhkan tindakan pembedahan seperti sectio caesarea. Cunningham (2006) mendefinisikan sectio caesarea merupakan Tindakan mengeluarkan janin melalui insisi dinding abdomen (laparotomi) dan dinding uterus (histerektomi). Beberapa indikasi untuk dilakukan sectio caesarea antara lain disproporsi janin panggul 21%, gawat janin 14%, plasenta previa 11%, pre eklamsi dan hipertensi 7%, pernah sectio caesarea 11%, dan kelainan letak janin 10% (Peel dan Chamberlain, 2011). Prawirohardjo (2000) menyebutkan bahwa tindakan sectio caesarea dilakukan jika kelahiran pervaginal mungkin akan menyebabkan risiko pada ibu ataupun pada janin. Penelitian ini bertujuan untuk Menggambarkaan suatu asuhan keperawatan maternitas yang dilakukan pada pasien pasca tindakan sectio caesarea di ruang nifas RSAL Dr.Azhar Zahir Kabupaten manokwari. Metode dalam penelitian ini menggunakan wawancara kepada pasien. Hasil: dalam pemberian intervensi selama 3x pertemuan terjadi peningkatan penyembuhan luka oprasi yang signifikan saat pasien diberikan mobilisasi dini
Kata kunci: penyembuhan luka, post partum section caesarea, mobilisasi dini
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Kehamilan dan melahirkan merupakan hal fisiologis, namun keadaan patologis atau komplikasi dapat saja muncul pada saat kehamilan sampai dengan proses persalinan (Maryanti dan Endrike, 2019). Persalinan patologis kadang membutuhkan tindakan pembedahan seperti sectio caesarea. Cunningham (2006) mendefinisikan sectio caesarea merupakan Tindakan mengeluarkan janin melalui insisi dinding abdomen (laparotomi) dan dinding uterus (histerektomi). Beberapa indikasi untuk dilakukan sectio caesarea antara lain disproporsi janin panggul 21%, gawat janin 14%, plasenta previa 11%, pre eklamsi dan hipertensi 7%, pernah sectio caesarea 11%, dan kelainan letak janin 10% (Peel dan Chamberlain, 2011). Prawirohardjo (2000) menyebutkan bahwa tindakan sectio caesarea dilakukan jika kelahiran pervaginal mungkin akan menyebabkan risiko pada ibu ataupun pada janin. Penelitian ini bertujuan untuk Menggambarkaan suatu asuhan keperawatan maternitas yang dilakukan pada pasien pasca tindakan sectio caesarea di ruang nifas RSAL Dr.Azhar Zahir Kabupaten manokwari. Metode dalam penelitian ini menggunakan wawancara kepada pasien. Hasil: dalam pemberian intervensi selama 3x pertemuan terjadi peningkatan penyembuhan luka oprasi yang signifikan saat pasien diberikan mobilisasi dini Kata kunci: penyembuhan luka, post partum section caesarea, mobilisasi dini |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 09 Jan 2026 04:14 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/313 |

