Y. WANDA, ROSYE (2003) HUBUNGAN PENGETAHUAN MENGENAI ANEMIA, POLA KONSUMSI DAN TINGKAT KEPATUHAN IBU DALAM MENGKONSUMSI TABLET FE (BESI) DENGAN STATUS HEMOGLOBIN (Hb) IBU HAMIL YANG BERKUNJUNG DI PUSKESMAS DOSAY DISTRIK SENTANI BARAT TAHUN 2003. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.

[thumbnail of skripsi] Text (skripsi)
ROSYE Y. WANDA.pdf

Download (11MB)

Abstract

Anemia gizi merupakan salah satu dari empat masalah gizi utama, yang diderita masyarakat Indonesia, disamping kurang energi protein, gangguan akibat kurang Iodium dan kurang Vitamin A. Masalah gizi sebetulnya merupakan masalah nasional. Masalah ini erat kaitannya dengan masalah pangan sehingga bisa disebut sebagai masalah pangan dan gizi. Masalah pangan dan gizi disamping merupakan sindroma kemiskinan yang erat kaitannya dengan masalah ketahanan pangan di tingkat rumah tangga, juga menyangkut aspek pengetahuan dan perilaku yang kurang mendukung pola hidup sehat. Terjadinya krisis moneter yang berlanjut dengan krisis ekonomi makin memperburuk kondisi masyarakat. Peran ganda sebagai ibu rumah tangga dan kedudukan wanita di Papua mengakibatkan ia harus menanggung beban kerja yang
relatif lebih besar. Asupan gizi yang kurang karena rendahnya pendapatan serta statusnya ia sebagai ibu yang selalu menjadi prioritas paling akhir dalam memperoleh makanan bergizi mengakibatkan wanita memiliki status gizi yang buruk. Kodratnya
sebagai wanita yang harus melalui siklus menstruasi serta riwayat kehamilan dan persalinan tanpa perwataan yang adekuat, serta penyakit-penyakit kronis yang sering di derita semakin memperburuk status kesehatannya.

Anemia gizi besi disebabkan oleh karena rendahnya Intake Fe yang tidak diimbangi dengan konsumsi makanan yang cukup dan penyerapan zat besi dari makanan yang maksimal, terutama pada saat tumbuh kembang dan masa-masa reproduksi. Anemia dalam kondisi berat pada masa kehamilan akan menyebabkan abortus dan kelahiran
premature, sehingga untuk menanggulangi anemia gizi, pemerintah memberikan suplemen tablet Fe (besi) bagi wanita hamil dan menyusui, kegiatan UPGK di Puskesmas dan Posyandu, selain pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil anemia.

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari Hubungan Pengetahuan Mengenai Anemia, Pola Konsumsi Dan Tingkat Kepatuhan Ibu Dalam Mengkonsumsi Tablet Fe (Besi) Dengan Status Hemoglobin (Hb) Ibu Hamil Yang Berkunjung Di Puskesmas Dosay Distrik Sentani Barat Tahun 2003, sesudah dikontrol oleh faktor-faktor yang diduga berpengaruh yaitu faktor umur kehamilan ibu. Penelitian ini
dilakukan secara analitik dengan pendekatan cross sectional study. Analisis yang dilakukan untuk menguji hubungan antara variabel yaitu menggunakan uji statistik Chi-Square (x2) dengan frekuansi harapan kurang dari nilai 5 dikoreksi dengan menggunakan rumus Yates.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 45 responden yang menderita anemia sebanyak 75,6%. Diperoleh 64,4% responden berpengetahuan mengenai anemia tinggi (baik) dibanding dengan responden yang mempunyai pengetahuan rendah (kurang) sebesar 35,6% dan ternyata tidak ada hubungannya dengan status Hb ibu
hamil yang didapat melalui uji statistik Chi-Square (x2) yakni x2n = 0,6276 < x2t = 3,841. 80% dari responden mempunyai pola konsumsi baik dan 20% pola konsumsinya kurang ternyata tidak ada hubungannya dengan status Hb, didapatkan
x2n = 1,5474 < x2t = 3,841 sedangkan faktor tingkat kepatuhan ibu mengkonsumsi tablet besi ternyata berpengaruh karena diperoleh x2n = 8,1103 > x2t = 3,841 maka ada hubungan antara tingkat kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet besi dengan status Hb pada ibu hamil, sehingga perlu pemberian penyuluhan khusus kepada ibu
hamil mengenai anemia serta kegunaan atau manfaat dari mengkonsumsi tablet Fe, selain itu pemberian makanan tambahan dan pemberian tablet tambah darah agar terus dilanjutkan dengan memperhatikan cara pemberiannya agar efektif dan efisien
serta perlu dipelajari faktor-faktor lain yang diduga berpengaruh terhadap terjadinya anemia pada ibu hamil yang tidak dipelajari dalam penelitian ini.

Daftar Bacaan : 23 (1972-2001).

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Anemia gizi merupakan salah satu dari empat masalah gizi utama, yang diderita masyarakat Indonesia, disamping kurang energi protein, gangguan akibat kurang Iodium dan kurang Vitamin A. Masalah gizi sebetulnya merupakan masalah nasional. Masalah ini erat kaitannya dengan masalah pangan sehingga bisa disebut sebagai masalah pangan dan gizi. Masalah pangan dan gizi disamping merupakan sindroma kemiskinan yang erat kaitannya dengan masalah ketahanan pangan di tingkat rumah tangga, juga menyangkut aspek pengetahuan dan perilaku yang kurang mendukung pola hidup sehat. Terjadinya krisis moneter yang berlanjut dengan krisis ekonomi makin memperburuk kondisi masyarakat. Peran ganda sebagai ibu rumah tangga dan kedudukan wanita di Papua mengakibatkan ia harus menanggung beban kerja yang relatif lebih besar. Asupan gizi yang kurang karena rendahnya pendapatan serta statusnya ia sebagai ibu yang selalu menjadi prioritas paling akhir dalam memperoleh makanan bergizi mengakibatkan wanita memiliki status gizi yang buruk. Kodratnya sebagai wanita yang harus melalui siklus menstruasi serta riwayat kehamilan dan persalinan tanpa perwataan yang adekuat, serta penyakit-penyakit kronis yang sering di derita semakin memperburuk status kesehatannya. Anemia gizi besi disebabkan oleh karena rendahnya Intake Fe yang tidak diimbangi dengan konsumsi makanan yang cukup dan penyerapan zat besi dari makanan yang maksimal, terutama pada saat tumbuh kembang dan masa-masa reproduksi. Anemia dalam kondisi berat pada masa kehamilan akan menyebabkan abortus dan kelahiran premature, sehingga untuk menanggulangi anemia gizi, pemerintah memberikan suplemen tablet Fe (besi) bagi wanita hamil dan menyusui, kegiatan UPGK di Puskesmas dan Posyandu, selain pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari Hubungan Pengetahuan Mengenai Anemia, Pola Konsumsi Dan Tingkat Kepatuhan Ibu Dalam Mengkonsumsi Tablet Fe (Besi) Dengan Status Hemoglobin (Hb) Ibu Hamil Yang Berkunjung Di Puskesmas Dosay Distrik Sentani Barat Tahun 2003, sesudah dikontrol oleh faktor-faktor yang diduga berpengaruh yaitu faktor umur kehamilan ibu. Penelitian ini dilakukan secara analitik dengan pendekatan cross sectional study. Analisis yang dilakukan untuk menguji hubungan antara variabel yaitu menggunakan uji statistik Chi-Square (x2) dengan frekuansi harapan kurang dari nilai 5 dikoreksi dengan menggunakan rumus Yates. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 45 responden yang menderita anemia sebanyak 75,6%. Diperoleh 64,4% responden berpengetahuan mengenai anemia tinggi (baik) dibanding dengan responden yang mempunyai pengetahuan rendah (kurang) sebesar 35,6% dan ternyata tidak ada hubungannya dengan status Hb ibu hamil yang didapat melalui uji statistik Chi-Square (x2) yakni x2n = 0,6276 < x2t = 3,841. 80% dari responden mempunyai pola konsumsi baik dan 20% pola konsumsinya kurang ternyata tidak ada hubungannya dengan status Hb, didapatkan x2n = 1,5474 < x2t = 3,841 sedangkan faktor tingkat kepatuhan ibu mengkonsumsi tablet besi ternyata berpengaruh karena diperoleh x2n = 8,1103 > x2t = 3,841 maka ada hubungan antara tingkat kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet besi dengan status Hb pada ibu hamil, sehingga perlu pemberian penyuluhan khusus kepada ibu hamil mengenai anemia serta kegunaan atau manfaat dari mengkonsumsi tablet Fe, selain itu pemberian makanan tambahan dan pemberian tablet tambah darah agar terus dilanjutkan dengan memperhatikan cara pemberiannya agar efektif dan efisien serta perlu dipelajari faktor-faktor lain yang diduga berpengaruh terhadap terjadinya anemia pada ibu hamil yang tidak dipelajari dalam penelitian ini. Daftar Bacaan : 23 (1972-2001).
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 07 Jan 2026 14:26
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/316

Actions (login required)

View Item
View Item