BURUMI, ERNI (2021) ANALISIS PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN PADA PASIEN FRAKTUR EKSTREMITAS TERTUTUP DENGAN INOVASI KOMPRES DINGIN TERHADAP NYERI DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD DOK II JAYAPURA TAHUN 2021. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
ERNI BURUMI, S.Tr.Kep.pdf

Download (881kB)

Abstract

Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang yang disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik yang ditandai oleh rasa nyeri, pembengkakan, deformitas, gangguan fungsi, pemendekan, dan krepitasi. Di wilayah ASEAN prevalensi kejadian fraktur tertutup akibat insiden kecelakaan yaitu sebesar 42,6%. Menurut data dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia, di Indonesia sendiri sebanyak 8 juta orang (5,8%) diantaranya mengalami kasus fraktur tertutup akibat kecelakaan lalu lintas (KLL). Manifestasi klinik pada penderita fraktur adalah nyeri, dimana nyeri merupakan gejala yang paling sering ditemukan pada gangguan sistem muskuloskletal. Nyeri merupakan suatu sensasi yang tidak menyenangkan baik secara sensori maupun emosional yang berhubungan dengan adanya suatu kerusakan jaringan, atau faktor lain sehingga individu merasa tersiksa, menderita yang akhirnya akan mengganggu aktivitas sehari-hari dan psikis (Asmadi, 2008). Nyeri pada penderita fraktur bersifat tajam dan menusuk, nyeri yang bersifat tajam tersebut ditimbulkan oleh adanya infeksi tulang akibat spasme otot maupun penekanan pada saraf sensoris (Helmi, 2012). Manajemen non farmakologi untuk menurunkan nyeri yang dirasakan pada pasien fraktur adalah dengan pemberian terapi kompres dingin (Potter & Perry, 2005). Tindakan kompres dingin selain memberikan efek menurunkan sensasi nyeri, kompres dingin juga memberikan efek fisiologis seperti menurunkan respon inflamasi jaringan, menurunkan aliran darah serta mengurangi edema (Tamsuri, 2007). Tujuan dari karya ilmiah ini adalah menganalisis intervensi kompres dingin menggunakan cold pack dengan melihat penurunan intensitas nyeri. Metode penulisan ini adalah studi kasus dengan quasy eksperimen. Intervensi kompres dingin ini diberikan pada klien dengan fraktur tertutup yang mengalami masalah nyeri akut akibat fraktur. Perlu peran serta tenaga kesehatan khususnya perawat untuk memberikan intervensi lebih intensif sehingga mendapatkan hasil lebih optimal lagi untuk waktu pemberiannya. Karya ilmiah ini dapat menjadi masukan bagi perawat untuk menjadikan sebagai salah satu intervensi keperawatan mandiri di RSUD Jayapura dan intervensi dalam pelaksanaan fraktur tertutup.

KataKunci: Fraktur tertutup, Nyeri akut, Cold Pack

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang yang disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik yang ditandai oleh rasa nyeri, pembengkakan, deformitas, gangguan fungsi, pemendekan, dan krepitasi. Di wilayah ASEAN prevalensi kejadian fraktur tertutup akibat insiden kecelakaan yaitu sebesar 42,6%. Menurut data dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia, di Indonesia sendiri sebanyak 8 juta orang (5,8%) diantaranya mengalami kasus fraktur tertutup akibat kecelakaan lalu lintas (KLL). Manifestasi klinik pada penderita fraktur adalah nyeri, dimana nyeri merupakan gejala yang paling sering ditemukan pada gangguan sistem muskuloskletal. Nyeri merupakan suatu sensasi yang tidak menyenangkan baik secara sensori maupun emosional yang berhubungan dengan adanya suatu kerusakan jaringan, atau faktor lain sehingga individu merasa tersiksa, menderita yang akhirnya akan mengganggu aktivitas sehari-hari dan psikis (Asmadi, 2008). Nyeri pada penderita fraktur bersifat tajam dan menusuk, nyeri yang bersifat tajam tersebut ditimbulkan oleh adanya infeksi tulang akibat spasme otot maupun penekanan pada saraf sensoris (Helmi, 2012). Manajemen non farmakologi untuk menurunkan nyeri yang dirasakan pada pasien fraktur adalah dengan pemberian terapi kompres dingin (Potter & Perry, 2005). Tindakan kompres dingin selain memberikan efek menurunkan sensasi nyeri, kompres dingin juga memberikan efek fisiologis seperti menurunkan respon inflamasi jaringan, menurunkan aliran darah serta mengurangi edema (Tamsuri, 2007). Tujuan dari karya ilmiah ini adalah menganalisis intervensi kompres dingin menggunakan cold pack dengan melihat penurunan intensitas nyeri. Metode penulisan ini adalah studi kasus dengan quasy eksperimen. Intervensi kompres dingin ini diberikan pada klien dengan fraktur tertutup yang mengalami masalah nyeri akut akibat fraktur. Perlu peran serta tenaga kesehatan khususnya perawat untuk memberikan intervensi lebih intensif sehingga mendapatkan hasil lebih optimal lagi untuk waktu pemberiannya. Karya ilmiah ini dapat menjadi masukan bagi perawat untuk menjadikan sebagai salah satu intervensi keperawatan mandiri di RSUD Jayapura dan intervensi dalam pelaksanaan fraktur tertutup. KataKunci: Fraktur tertutup, Nyeri akut, Cold Pack
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 07 Jan 2026 14:21
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/317

Actions (login required)

View Item
View Item