ROTUA SITORUS, LIES HENNY (2018) PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS MALARIA DENGAN METODE PEWARNAAN GIEMSA PENGENCERAN 3%; 10%; 1:3 DAN 1:5 DI BLK PROVINSI PAPUA TAHUN 2018. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.
LIES HENNY ROTUA SITORUS.pdf
Download (4MB)
Abstract
Latar belakang : Pemeriksaan mikroskopis malaria sebagai gold standar penegakan diagnosa dan pemantauan hasil pengobatan pasien malaria, dengan membuat sediaan darah yang diwarnai dengan Giemsa 3% dalam pelarut pH 7.2 ( Kemenkes RI, 2014 ) lama pewarnaan 45 - 60 menit. Metode pengenceran di fasilitas pelayanan kesehatan yaitu pewarnaan dengan pengenceran 10%, 1:3 dan 1:5 dengan waktu pewarnaan 10 menit. Perlu diketahui perbandingan gambaran hasil pemeriksaan mikroskopis pada sediaan darah malaria menggunakan pewarnaan Giemsa dengan pengenceran dan waktu yang berbeda. Metodologi Penelitian : Jenis penelitian Cross sectional dengan desain observasional . Sampel penelitian adalah spesimen darah malaria di Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Papua dan dilaksanakan pada bulan Maret - April 2018. Analisis data menggunakan Uji T dan Chi-square. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil statistik Uji T menunjukkan Nilai P 0.000 antara metode pengenceran giemsa dibandingkan dengan lamanya waktu pewarnaan . Dari hasil uji statistik Chi-Square dengan nilai a 0.05 didapatkan Nilai P 0.433 antara metode pengenceran giemsa dan kepadatan parasit. Kesimpulan : ada hubungan antara metode pengenceran giemsa dibandingkan lamanya waktu pewarnaan dan tidak ada perbedaan signifikan antara metode pengenceran giemsa dan kepadatan parasit.
Kata Kunci : Mikroskopis Malaria, Pengenceran Giemsa
Jumlah Daftar Pustaka : 12 ( Tahun 2005 - 2014)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Latar belakang : Pemeriksaan mikroskopis malaria sebagai gold standar penegakan diagnosa dan pemantauan hasil pengobatan pasien malaria, dengan membuat sediaan darah yang diwarnai dengan Giemsa 3% dalam pelarut pH 7.2 ( Kemenkes RI, 2014 ) lama pewarnaan 45 - 60 menit. Metode pengenceran di fasilitas pelayanan kesehatan yaitu pewarnaan dengan pengenceran 10%, 1:3 dan 1:5 dengan waktu pewarnaan 10 menit. Perlu diketahui perbandingan gambaran hasil pemeriksaan mikroskopis pada sediaan darah malaria menggunakan pewarnaan Giemsa dengan pengenceran dan waktu yang berbeda. Metodologi Penelitian : Jenis penelitian Cross sectional dengan desain observasional . Sampel penelitian adalah spesimen darah malaria di Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Papua dan dilaksanakan pada bulan Maret - April 2018. Analisis data menggunakan Uji T dan Chi-square. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil statistik Uji T menunjukkan Nilai P 0.000 antara metode pengenceran giemsa dibandingkan dengan lamanya waktu pewarnaan . Dari hasil uji statistik Chi-Square dengan nilai a 0.05 didapatkan Nilai P 0.433 antara metode pengenceran giemsa dan kepadatan parasit. Kesimpulan : ada hubungan antara metode pengenceran giemsa dibandingkan lamanya waktu pewarnaan dan tidak ada perbedaan signifikan antara metode pengenceran giemsa dan kepadatan parasit. Kata Kunci : Mikroskopis Malaria, Pengenceran Giemsa Jumlah Daftar Pustaka : 12 ( Tahun 2005 - 2014) |
| Subjects: | R Medicine > RB Pathology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 08 Jan 2026 02:11 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/344 |

