SUATKAB, NUR FAUSIAH (2021) ANALISIS PRAKTIK KTIK KLINIK KEPERAWATAN PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN INTERVENSI TERAPI BAWANG PUTIH (GARLIC) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH TINGGI DI PUSKESMAS TIMIKA TAHUN 2021. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.
NUR FAUSIAH SUATKAB.pdf
Download (713kB)
Abstract
Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan sangat serius saat ini dan menjadi penyebab terbesar dari kejadian stroke, baik tekanan darah sistolik maupun diastoliknya. Angka insiden hipertensi sangat tinggi terutama pada populasi lanjut usia. bawang putih dapat menurunkan tekanan darah karena bawang putih mengandung zat alisin dan hidrogen sulfida. Zat tersebut memiliki efek selayaknya obat darah tinggi, yakni memperbesar pembuluh darah dan membuat pembuluh darah tidak kaku sehingga tekanan darah akan turun Tujuan: Penderita penyakit darah tinggi Mampu menerapkan pemberian terapi bawang putih (Garlic) sebagai obat non farmakologi di puskesmas timika Hasil: tekanan darah pada Ny.D.B Sebelum pemberian terapi bawang putih yaitu sistolik 190 mmHg dan diastoliknya 110 mmHg. Tekanan darah pada Ny.D.B sesudah pemberian terapi bawang putih yaitu sistolik 120 mmHg dan diastoliknya 80 mmHg dalam waktu 3 hari. Kesimpulan: dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan tekanan darah sistolik dan diastolik Sebelum dengan sesudah diberikan terapi bawang putih pada Ny.D.B dimana tekanan darah Ny.D.B mengalami perbedaan signifikan pada tekanan darah sistolik sebesar 80 mmHg dan diastolik 40 mmHg dari tekanan darah sebelumnva.
Kata kunci: Hipertensi, Terapi bawang putih (Garlic)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan sangat serius saat ini dan menjadi penyebab terbesar dari kejadian stroke, baik tekanan darah sistolik maupun diastoliknya. Angka insiden hipertensi sangat tinggi terutama pada populasi lanjut usia. bawang putih dapat menurunkan tekanan darah karena bawang putih mengandung zat alisin dan hidrogen sulfida. Zat tersebut memiliki efek selayaknya obat darah tinggi, yakni memperbesar pembuluh darah dan membuat pembuluh darah tidak kaku sehingga tekanan darah akan turun Tujuan: Penderita penyakit darah tinggi Mampu menerapkan pemberian terapi bawang putih (Garlic) sebagai obat non farmakologi di puskesmas timika Hasil: tekanan darah pada Ny.D.B Sebelum pemberian terapi bawang putih yaitu sistolik 190 mmHg dan diastoliknya 110 mmHg. Tekanan darah pada Ny.D.B sesudah pemberian terapi bawang putih yaitu sistolik 120 mmHg dan diastoliknya 80 mmHg dalam waktu 3 hari. Kesimpulan: dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan tekanan darah sistolik dan diastolik Sebelum dengan sesudah diberikan terapi bawang putih pada Ny.D.B dimana tekanan darah Ny.D.B mengalami perbedaan signifikan pada tekanan darah sistolik sebesar 80 mmHg dan diastolik 40 mmHg dari tekanan darah sebelumnva. Kata kunci: Hipertensi, Terapi bawang putih (Garlic) |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 08 Jan 2026 02:18 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/346 |

