SANIF, RIFAI (2021) ANALISIS PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN JIWA PADA KLIEN GANGGUAN SENSORI PERSEPSI HALUSINASI DENGAN INTERVENSI INOVASI TERAPI PENERIMAAN DAN KOMITMEN (ACCEPTANCE AND COMITMENT THERAPY) TERHADAP TANDA DAN GEJALA HALUSINASI DI RUMAH SAKIT JIWA ABEPURA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
Rifai Sanif.pdf

Download (1MB)

Abstract

Latar belakang: Halusinasi merupakan gangguan pencerapan (persepsi) panca indera tanpa adanya rangsangan dari luar yang dapat meliputi semua sistem penginderaan yangterjadi pada saat kesadaran individu itu penuh/baik (Stuart & Sundeen, 2007). Dampak yang dapat ditimbulkan oleh pasien yang mengalami halusinasi adalah kehilangan kontrol diri dirinya. Untuk memperkecil dampak yang ditimbulkan, dibutuhkan penanganan halusinasi yang tepat (Hawari 2009, dikutip dari Chaery 2009). Penanganan pasien dengan masalah halusinasi dapat dilakukan dengan kombinasi psikofarmakologi dan intervensi psikososial seperti okupasi, terapi keluarga, dan terapi psikoterapi yang menampakkan hasil yang lebih baik (Tirta & Putra, 2008). Tindakan keperawatan pada pasien dengan halusinasi difokuskan pada aspek fisik, intelektual, emosional dan sosio spiritual. Satu diantaranya penanganan pasien dengan halusinasi adalah Terapi penerimaan dan komitmen (Acceptance and Commitment Therapy). Terapi penerimaan dan komitmen (Acceptance and Commitment Therapy) merupakan salah satu psikoterapi baru yang dikembangkan oleh Hayes (1999) digunakan dalam membantu klien gangguan jiwa dimana menggunakan prinsip penerimaan dan komitmen dalam memperbaiki perilaku. Terapi penerimaan dan komitmen (Acceptance and Commitment Therapy) membantu seseorang dalam mengurangi penderitaan yang dialami dengan meningkatkan kesadaran dan kemampuan seseorang tersebut terhadap apa yang diinginkannya dalam hidup ini (Corey, 2009). Tujuan analisis ini Penulisan Karya Ilmiah Akhir-Ners ini bertujuan untuk melakukan analisa terhadap kasus kelolaan pada klien gangguan sensori persepsi: halusinasi dengan inovasi intervensi terapi penerimaan maan dan komitmen (Acceptance and Commitment Therapy) terhadap tanda dan gejala halusinasi di Ruang Kronik Pria RSJD Abepura. Hasil analisis ditemukan penurunan tanda dan gejala halusinasi dan meningkatkan kemampuan mengontrol halusinasi untuk mencegah kekambuhan.

Kata Kunci: Halusinasi, Intervensi Inovasi Terapi Penerimaan dan Komitmen, Tanda dan Gejala Halusinasi

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Latar belakang: Halusinasi merupakan gangguan pencerapan (persepsi) panca indera tanpa adanya rangsangan dari luar yang dapat meliputi semua sistem penginderaan yangterjadi pada saat kesadaran individu itu penuh/baik (Stuart & Sundeen, 2007). Dampak yang dapat ditimbulkan oleh pasien yang mengalami halusinasi adalah kehilangan kontrol diri dirinya. Untuk memperkecil dampak yang ditimbulkan, dibutuhkan penanganan halusinasi yang tepat (Hawari 2009, dikutip dari Chaery 2009). Penanganan pasien dengan masalah halusinasi dapat dilakukan dengan kombinasi psikofarmakologi dan intervensi psikososial seperti okupasi, terapi keluarga, dan terapi psikoterapi yang menampakkan hasil yang lebih baik (Tirta & Putra, 2008). Tindakan keperawatan pada pasien dengan halusinasi difokuskan pada aspek fisik, intelektual, emosional dan sosio spiritual. Satu diantaranya penanganan pasien dengan halusinasi adalah Terapi penerimaan dan komitmen (Acceptance and Commitment Therapy). Terapi penerimaan dan komitmen (Acceptance and Commitment Therapy) merupakan salah satu psikoterapi baru yang dikembangkan oleh Hayes (1999) digunakan dalam membantu klien gangguan jiwa dimana menggunakan prinsip penerimaan dan komitmen dalam memperbaiki perilaku. Terapi penerimaan dan komitmen (Acceptance and Commitment Therapy) membantu seseorang dalam mengurangi penderitaan yang dialami dengan meningkatkan kesadaran dan kemampuan seseorang tersebut terhadap apa yang diinginkannya dalam hidup ini (Corey, 2009). Tujuan analisis ini Penulisan Karya Ilmiah Akhir-Ners ini bertujuan untuk melakukan analisa terhadap kasus kelolaan pada klien gangguan sensori persepsi: halusinasi dengan inovasi intervensi terapi penerimaan maan dan komitmen (Acceptance and Commitment Therapy) terhadap tanda dan gejala halusinasi di Ruang Kronik Pria RSJD Abepura. Hasil analisis ditemukan penurunan tanda dan gejala halusinasi dan meningkatkan kemampuan mengontrol halusinasi untuk mencegah kekambuhan. Kata Kunci: Halusinasi, Intervensi Inovasi Terapi Penerimaan dan Komitmen, Tanda dan Gejala Halusinasi
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 09 Jan 2026 01:45
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/352

Actions (login required)

View Item
View Item