MATURBONGS, TRESY (2021) PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP NYERI PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR FEMUR DI RUANGAN IGD RS KASIH HERLINA TIMIKA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.
Tresy Maturbongs.pdf
Download (949kB)
Abstract
Latar Belakang: Fraktur memerlukan perlakuan dengan segera dan tepat, karena penanganan yang kurang tepat atau salah akan mengakibatkan komplikasi lebih lanjut, seperti infeksi, kerusakan saraf dan pembuluh darah, hingga kerusakan jaringan lunak yang lebih lanjut. nyeri merupakan hal yang bersifat subjektif dan personal sehingga masing-masing individu akan memberikan respon yang berbeda terhadap nyeri sehingga perawat harus menerima keluhan nyeri yang diungkapkan oleh klien dan perlu pendekatan yang efektif dalam upaya mengontrol nyeri tersebut. Intervensi penanganan nyeri untuk meredakan nyeri terdiri atas farmakologi maupun nonfarmakologi. Manajemen nyeri nonfarmakologi merupakan salah satu cara yang digunakan dibidang kesehatan untuk mengatasi nyeri yang dialami oleh pasien. Untuk skala nyeri ringan dapat dilakukan dengan manajemen nyeri independen (tindakan mandiri perawat), sedangkan untuk skala nyeri sedang diperlukan penanganan independen perawat dan juga kolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgesik. Nafas dalam merupakan salah satu tindakan mandiri perawat dalam mengatasi nyeri pasien.
Tujuan: Karya Ilmiah Akhir Ners (KIAN) ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari Teknik Relaksasi Nafas Dalam, dalam menurunkan skala nyeri yang dirasakan pasien fraktur.
Hasil: Terjadi penurunan skala nyeri yang dirasakan oleh pasien fraktur setelah pemberian intervensi Teknik relaksasi Nafas Dalam.
Kesimpulan: Terdapat pengaruh Intervensi Teknik relaksasi Nafas Dalam. Dalam menurunkan skala nyeri pada pasein fraktur.
Kata Kunci: Teknik Relaksasi Nafas Dalam, Nyeri, Fraktur
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Latar Belakang: Fraktur memerlukan perlakuan dengan segera dan tepat, karena penanganan yang kurang tepat atau salah akan mengakibatkan komplikasi lebih lanjut, seperti infeksi, kerusakan saraf dan pembuluh darah, hingga kerusakan jaringan lunak yang lebih lanjut. nyeri merupakan hal yang bersifat subjektif dan personal sehingga masing-masing individu akan memberikan respon yang berbeda terhadap nyeri sehingga perawat harus menerima keluhan nyeri yang diungkapkan oleh klien dan perlu pendekatan yang efektif dalam upaya mengontrol nyeri tersebut. Intervensi penanganan nyeri untuk meredakan nyeri terdiri atas farmakologi maupun nonfarmakologi. Manajemen nyeri nonfarmakologi merupakan salah satu cara yang digunakan dibidang kesehatan untuk mengatasi nyeri yang dialami oleh pasien. Untuk skala nyeri ringan dapat dilakukan dengan manajemen nyeri independen (tindakan mandiri perawat), sedangkan untuk skala nyeri sedang diperlukan penanganan independen perawat dan juga kolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgesik. Nafas dalam merupakan salah satu tindakan mandiri perawat dalam mengatasi nyeri pasien. Tujuan: Karya Ilmiah Akhir Ners (KIAN) ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari Teknik Relaksasi Nafas Dalam, dalam menurunkan skala nyeri yang dirasakan pasien fraktur. Hasil: Terjadi penurunan skala nyeri yang dirasakan oleh pasien fraktur setelah pemberian intervensi Teknik relaksasi Nafas Dalam. Kesimpulan: Terdapat pengaruh Intervensi Teknik relaksasi Nafas Dalam. Dalam menurunkan skala nyeri pada pasein fraktur. Kata Kunci: Teknik Relaksasi Nafas Dalam, Nyeri, Fraktur |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 08 Jan 2026 02:51 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/360 |

