Werinussa, Stince (1997) Hubungan Karakteristik Ibu dengan Konsumsi Energi Protein dengan Status Gizi Anak Umur 13>-<15 Bulan di Kelurahan Sentani Kota Kecamatan Sentani Kabupaten Jayapura. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.
STINCE WERINUSSA.pdf
Restricted to Registered users only
Download (3MB)
Abstract
Tujuan Pembangunan Nasional seperti diamanatkan pada GBHN 1993 adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sesuai dengan tujuan tersebut diupayakan meningkatkan kualitas manusia dan kuantitas kehidupan masyarakat. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah keadaan pangan dan giãi. Kekurangan konsumsi energi protein secara langsung berpengaruh pada status gisi.
Masalah gigi disamping infeksi, masih merupakan masalah kesehatan utana di negara berkembang. Kekurangan gisi merupakan penyebab utama tingginya angka kematian bayi dan anak balita.
Salah satu masalah gizi utama di Indonesia adalah kurang energi protein (KEP). Masalah kurang energi protein banyak diderita oleh anak-anak terutama golongan dibawah umur lima tahun.
Salah satu Banyak sebab timbulnya kurang energi protein baik secara langsung maupun tidak langsung. diantaranya tidak tersedia makanan tambahan di keluarga, hal ini mempengaruhi jumlah makanan yang dikonsumsi.
Berbagai usaha dilakukan untuk memecahkan masalah kurang energi protein, pemberian makanan tambahan adalah satu diantara kegiatan dalam usaha menangani masalah kurang energi protein.
Program ini dilaksanakan karenan perbaikan gizi golongan rawan tidak dapat dibiarkan sampai menunggu terjadinya peningkatan pendapatan dan daya beli rumah tanggal. Pada akhir program, pemberian makanan tambahan diarahkan sebagai media pendidikan praktis kepada ibu-ibu rumah tangga sehingga diharapkan dapat menyediakan makanan yang memenuhi gizi bagi anaknya.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Tujuan Pembangunan Nasional seperti diamanatkan pada GBHN 1993 adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sesuai dengan tujuan tersebut diupayakan meningkatkan kualitas manusia dan kuantitas kehidupan masyarakat. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah keadaan pangan dan giãi. Kekurangan konsumsi energi protein secara langsung berpengaruh pada status gisi. Masalah gigi disamping infeksi, masih merupakan masalah kesehatan utana di negara berkembang. Kekurangan gisi merupakan penyebab utama tingginya angka kematian bayi dan anak balita. Salah satu masalah gizi utama di Indonesia adalah kurang energi protein (KEP). Masalah kurang energi protein banyak diderita oleh anak-anak terutama golongan dibawah umur lima tahun. Salah satu Banyak sebab timbulnya kurang energi protein baik secara langsung maupun tidak langsung. diantaranya tidak tersedia makanan tambahan di keluarga, hal ini mempengaruhi jumlah makanan yang dikonsumsi. Berbagai usaha dilakukan untuk memecahkan masalah kurang energi protein, pemberian makanan tambahan adalah satu diantara kegiatan dalam usaha menangani masalah kurang energi protein. Program ini dilaksanakan karenan perbaikan gizi golongan rawan tidak dapat dibiarkan sampai menunggu terjadinya peningkatan pendapatan dan daya beli rumah tanggal. Pada akhir program, pemberian makanan tambahan diarahkan sebagai media pendidikan praktis kepada ibu-ibu rumah tangga sehingga diharapkan dapat menyediakan makanan yang memenuhi gizi bagi anaknya. |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email info@wanteknologi.com |
| Last Modified: | 26 Dec 2025 08:36 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/39 |

